Sabtu, 10 November 2018

15.16 - No comments

Pengumuman Pemenang Giveaway Song For Alice

Hahai...

Pasti udah pada nungguin postingan ini, deh. Ngaku~



Sebelumnya, Orin mau bilang terima kasih dulu buat kalian semua yang sudah turut meramaikan giveaway di blog penguin ini. Semoga walaupun lagi nggak ada giveaway, kalian tetap sudi mampir-mampir biar penguin nggak kesepian. Nih, Orin kasih sogokan dulu biar kalian semua senang.


Orin baca lho semua jawaban kalian satu per satu. Semua jawabannya bagus! Orin acungin empat jempol buat semuanya. Kalau Orin sendiri, ya... memberi kesempatan kedua itu sah-sah saja selama orang yang mau kesempatan itu benar-benar sudah menyesal dan mau berubah. Kalau nggak ya... Orin cukup kasih maaf saja tapi tidak dengan kesempatan kedua. Intinya, tergantung siapa orangnya.

Hm... yuk, langsung saja ke intinya!
Kira-kira siapa nih yang bakal beruntung mendapatkan satu buku Song For Alice? 

INI LHO HADIAHNYA!
CAKEP, KAN!!


Tunggu, ya. Orin kocok undiannya dulu!

Sebadan-badan goyang


Pemenang diundi melalui random.org

Senin, 22 Oktober 2018

[BLOG TOUR] GIVEAWAY~ GIVEAWAY~

HALOOOOO!!


Wah, nggak terasa sudah hari terakhir Blog Tour SONG FOR ALICE bersama Penguin Orin. Sedih nggak? Aku sedih, sih. Tapi daripada bersedih lebih baik kita berbagi kebahagiaan saja, ya! Jadi hari ini, aku akan mengadakan GIVEAWAY yang disponsori oleh Penerbit Roro Raya Sejahtera!



Satu orang pemenang di blog ini akan mendapatkan satu eksemplar novel SONG FOR ALICE karya Kak Windry Ramadhina. Hayo, sudah baca wawancara dan reviewnya belum? Kalau belum, baca dulu, yah supaya makin kenal sama Kak Windry dan juga sama Penguin Orin sekaligus #heh. Tidak kenal maka tidak sayang, begitu.

Minggu, 21 Oktober 2018

[BLOG TOUR] Review SONG FOR ALICE + Photo Challenge!

Mencintaimu adalah penantian yang panjang.

•••


Judul: Song For Alice
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: Roro Raya Sejahtera (TWIGORA)
Genre: Romance, New Adult
Format: Paperback, 328 halaman
Harga: Rp 85,000

•••




Sinopsis:

SEPERTI APA CINTA MENINGGALKANMU ADALAH SESUATU YANG TERAMAT SULIT KAU LUPAKAN.

Bagi Arsen, pulang berarti kembali pada Alice—perempuan pertama yang mencuri hatinya dua belas tahun lalu. Sore itu adalah pertemuan pertama mereka setelah lama tak bertemu. Arsen menarik Alice ke dalam pelukannya, berusaha mengingatkan perempuan itu pada sejarah mereka dulu. Namun yang membersit di benak Alice hanya sakit hati... ditinggal pergi Arsen di saat dia benar-benar jatuh cinta.

Memang benar, Alice selalu merindukan Arsen. Ketertarikan di antara mereka masih memercik api seperti dulu. Namun masa lalu adalah pelajaran yang teramat berharga bagi perempuan itu. Arsen adalah orang yang membuat Alice merasa paling bahagia di muka bumi, juga yang bertanggung jawab membuatnya menangis tersedu-sedu. 

Sekuat tenaga Alice mencoba menerima kembali kehadiran Arsen dalam hidupnya. Membiasakan diri dengan senyumnya, tawanya, gerak-gerik saat berada di ruang tengah; bahkan harus meredam gejolak perasaan atas kecupan hangat Arsen di suatu malam. Terlepas dari kenyataan Arsen membuat Alice jatuh cinta sekali lagi, ada pertanyaan besar yang hingga kini belum terjawab: pantaskah laki-laki itu diberi kesempatan kedua?

Sabtu, 20 Oktober 2018

[BLOG TOUR] Wawancara Bersama Kak Windry Ramadhina


Topik utama hari ini:
Orin si Penguin

NGEWAWANCARA

Kak Windry

Halo, halo, teman-teman dan para pengunjung semuanya! Apa kabar, nih? Akhirnya, setelah cukup lama waktu berlalu, Orinthia's Bookshelf muncul kembali sebagai Host untuk Blog Tour novel terbarunya Kak Windry Ramadhina yang berjudul Song for Alice. Di mata aku, kayaknya ini cover novel Kak Windry yang paling cantik, deh. Sederhana desainnya dan warnanya juga warna favorit aku banget. Paket komplit favorit Orinthia. Hehehe.

Seperti di dalam jadwal yang tertera pada banner di atas, Orinthia's Bookshelf mendapatkan kehormatan menjadi pembuka rangkaian blog tour yang akan berlangsung sampai tanggal 9 November 2018 nanti. Jangan lupa untuk terus mengikuti seluruh rangkaiannya, ya. Apalagi kalau kepengin banget punya satu eksemplar buku ini secara gratis. Di blog ini sendiri, giveaway-nya bakal diadakan pada tanggal 22 Oktober 2018.

Tapiiiii... sebelum mikirin soal gratisan, ayo kenalan dulu sedikit sama Kak Windry!



WINDRY RAMADHINA lahir dan tinggal di Jakarta; percaya atau tidak, mampu mendengarkan berbagai bentuk rock, yang paling keras sekalipun. Dia menulis fiksi sejak 2007. Buku-bukunya banyak bercerita tentang cinta, kehidupan, impian, dan harapan. Song for Alice adalah bukunya yang kesebelas.

Windry suka membaca surat dan menjawab pertanyaan. Dia bisa dihubungi lewat e-mail windry.ramadhina@gmail.com, Instagram @beingfaye, atau blog www.windryramadhina.com.


Nah, sekarang mari kita mulai saja yah wawancaranya!




Halo, Kak Windry. Apa kabar? Senang sekali bisa mendapat kesempatan buat tanya-jawab dengan kakak. Pertanyaan pertama, SONG FOR ALICE kan buku kesebelas yang kakak tulis, boleh tahu nggak apa sih yang membedakan buku ini dibandingkan buku-buku kakak yang lain? Dari mana kakak dapat idenya?


•••

Selasa, 07 Agustus 2018

Mamimoma by Rosemary Kesauly


Judul: Mamimoma
Penulis: Rosemary Kesauly
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Teenlit, YA, Friendship
Format: Paperback, 240 halaman

•••

Sinopsis:

Empat cewek yang sama-sama sekolah di SMA Benedict I ini sekilas kelihatan bahagia, padahal mereka masing-masing menyimpan masalah.

Maggie anak orang kaya. Meski punya segalanya, dia benciiii banget punya rambut keriting kaku yang nggak pernah bisa "jinak". Dia jadi terobsesi menjadi cantik seperti cewek-cewek di majalah, sampai-sampai rela nyobain segala bentuk produk kecantikan.

Milly paling cantik di antara semuanya, tapi dia pincang. Hampir semua orang menatapnya dengan sorot mengejek. Tambahan lagi, dia hanya tinggal berdua sama kakeknya yang protektif banget. Jangan harap dia bisa jalan-jalan ke mal atau nongkrong bareng teman-temannya.

Molly cuek dan omongannya sering ketus. Lewat sifat kerasnya, Molly selalu berhasil menyembunyikan kesedihan karena punya mama yang hobi mabuk dan sering pulang pagi. Belakangan dia mulai ragu, apa benar mamaya pelacur seperti gosip miring para tetangga?

May gampang bosan dan seleranya suka berubah-ubah kalau naksir cowok. Hal itu bikin teman-temannya sering geregetan. Sekarang dia malah naksir Oscar, padahal kan Oscar playboy dan hobi nge-drugs. Setelah saling mengenal lebih dalam, bisa nggak ya persahabatan mereka bertahan?

•••

Review:

Sekali lagi terima kasih kepada Gramedia Pustaka Utama yang sudah memberikan buku ini untuk saya review.


Kalau kamu mencari buku yang kental akan nuansa persahabatan remaja 
yang bikin kangen balik ke bangku SMA, 
buku ini bisa jadi pilihan!

Rabu, 18 Juli 2018

Saving Francesca by Melina Marchetta


Judul: Saving Francesca (Tolong Aku Dong!)
Penulis: Melina Marchetta
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Young Adult, Realistic Fiction
Format: Paperback, 296 halaman

•••

Sinopsis:

Francesca Spinelli pusing berat karena ibunya tiba-tiba depresi, kehilangan semangat hidup, dan hampir tidak mau turun dari tempat tidur. Keluarganya terancam berantakan, apalagi ayahnya tampak pasif dan menganggap sepele masalah itu. Satu-satunya hiburan bagi Francesca adalah Will Trombal, cowok keren yang dia taksir.

Namun, dia malah makin sedih saat tahu ternyata Will sudah punya pacar. Francesca jadi merasa galau dan kesepian. Apalagi dia merasa tidak cocok dengan teman-teman di sekolah barunya. Teman-teman lamanya yang keren dan selalu dapat dia andalkan, sekarang semakin menjauh. Dia sulit bergaul dan merasa terkucil. Semuanya membuat Francesca tidak tahan lagi. Siapa yang bisa menolongnya? Atau, dia hanya perlu membuka mata dan melihat bahwa justru orang-orang yang dia anggap remehlah yang justru menyayanginya? Eksplorasi yang sangat dalam tentang kedewasaan, jati diri, keluarga, dan persahabatan.

•••

Review:

Pertama-tama saya mau mengucapkan terima kasih kepada GPU karena sudah memberi kesempatan untuk saya meresensi buku ini. Wah, sudah satu tahun blog buku saya ini nggak diisi karena kesibukan IRL dan pekerjaan paruh-waktu saya sebagai penerjemah. Meski begitu, bukan berarti saya berhenti membaca lho. Saya masih rajin membaca dan masih mencintai buku hehe. Jadi begitu menerima beberapa buku YA baru GPU untuk diresensi rasanya senang sekali, apalagi dalam beberapa waktu belakangan saya benar-benar nggak mampu menyisihkan uang buat beli buku. Jadi, terima kasih banyak sudah memberi kebahagiaan kecil buat saya.

Malah jadi curhat colongan deh.

Mengenai Saving Francesca, sebenarnya buku ini sudah ada di TBR saya sejak lama sekali. Iya, saya punya buku dengan cover lamanya tersimpan entah di bagian rak buku saya yang sebelah mana sampai-sampai niat mau baca buku ini jadi tertunda terus karena malas menggali timbunan. Rupanya cover baru ini yang beruntung dibaca sama saya. Cantik banget covernya, sangat menggambarkan keadaan Francesca di cerita ini.

Selasa, 07 Februari 2017

Cinta Pangeran Es by Dinni Adhiawaty

Judul: Cinta Pangeran Es
Penulis: Dinni Adhiawaty
Penerbit: Kata Depan
Genre: Romance
Format: Paperback, 262 halaman

•••

Sinopsis:

Kaku, dingin, dan saat bicara selalu menyakitkan hati. Itu Andra, si Pangeran Es versi Cinta. Bertahun-tahun Cinta mencoba melupakan kenangan buruk gara-gara si Pangeran Es. Bertahun-tahun Cinta mencoba membunuh perasaannya.

Tentu saja, itu tidak pernah berhasil. Dalam satu pertemuan tidak sengaja, Cinta langsung masuk lagi ke dalam harapan-harapan yang dia bangun sendiri. Dia bertanya-tanya, apakah harapannya mampu menciptakan bahagia? Atau, justru akan lebih menyakitkan dari sebelumnya?

Pernahkah kamu melakukan semua hal untuk mendapatkan sebuah cinta yang sempurna? Pernahkah kamu merasa semakin hari, semakin sulit menggenapkan harapanmu?

Cinta pun merasa begitu. Untuk cintanya, untuk Pangeran Es, dia sudah melakukan semuanya. Namun, benarkah cinta yang sempurna itu benar-benar nyata?

•••

Review:

Pertama-tama mau bilang terima kasih dulu sama Dinni yang udah ngasih bukunya gratis buat aku. Seneng banget emang kalau dapat buku gratis hehe... Maaf karena baru sempat ngelarin baca dan nulis reviewnya. Semoga review dariku ini bisa memberikan motivasi untuk Dinni, yah.

Membaca Cinta Pangeran Es secara keseluruhan jujur saja agak membuatku ngos-ngosan. Kenapa? Karena alurnya begitu cepat dan begitu banyaknya masalah yang dilemparkan penulis pada tokoh-tokohnya. Baru selesai ini, sudah datang itu, dan menurutku beberapa masalah yang muncul itu sebenarnya nggak perlu ada, terutama yang terakhir itu. Tahu nggak sih... aku tuh sampai bengong trus mikir, "Lha, masih belum selesai masalahnya? Ya ampun, kenapa mesti gini banget...?" 

Dinni, kamu tega banget sama tokoh-tokohmu, deh...

Tapi di luar plot a la sinetron ini, menurutku gaya tulisan Dinni enak banget dibaca. Ngalir gitu. Jadi meski bacanya kadang sambil ngomel-ngomel, tetep aja bisa terus baca sampai habis. Buat tulisannya yang bikin aku bisa menikmati jalan cerita novel ini, aku kasih tiga bintang. Menurutku Dinni sangat berpotensi buat bisa lebih baik lagi, kok. Bisa banget. Semangat terus ya, Dinni! Aku menantikan buku barumu.


XOXO,