Rabu, 31 Agustus 2016

Finding Audrey by Sophie Kinsella

★★★★★
Judul: Finding Audrey/ Aku, Audrey
Penulis: Sophie Kinsella
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: YA, romance, realistic fiction
Format: Paperback, 360 halaman


•••


Sinopsis:

Audrey menderita gangguan kecemasan. Masalah psikologis ini sampai mengganggu kehidupan sehari-hari gadis berusia 14 tahun itu. Kemajuan konsultasinya dengan Dr. Sarah pun berjalan perlahan.

Namun, ketika bertemu Linus, teman abangnya, Audrey jadi bersemangat. Ia merasa nyambung dengan cowok itu, bisa bercerita tentang berbagai ketakutan yang dirasakannya.

Saat persahabatan mereka semakin erat dan kesembuhannya semakin nyata, hubungan romantis yang manis terjalin di antara mereka. Hubungan yang bukan cuma menolong Audrey tapi juga seluruh keluarganya.


•••

Review:

Awalnya sempat bingung mau menyematkan berapa bintang untuk buku ini, yang pasti 4 atau 5. Akhirnya setelah menimbang-nimbang, aku ngasih lima, deh. Kenapa? Soalnya buku ini terasa menyenangkan saat dibaca. Semacam aku ikut mengalami apa yang dialami Audrey sekaligus banyak merenung, dan memikirkan kenapa ini begini, kenapa itu begitu.

Selasa, 12 Juli 2016

3 (Tiga) by Alicia Lidwina

★★★★★
Judul: 3 (Tiga)
Penulis: Alicia Lidwina
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Metropop, Romance, Realistic Fiction
Format: Paperback, 320 halaman

•••

Sinopsis:

“Selama seseorang masih memiliki sesuatu untuk diperjuangkan, dia tidak akan bunuh diri. Kecuali jika memang bunuh diri adalah satu-satunya cara mempertahankan apa yang dia perjuangkan.”

Kalimat Hashimoto Chihiro membekas di kepala Nakamura Chidori, bahkan setelah perempuan itu bunuh diri. Apa sebenarnya yang mengubah pandangan hidup Hashimoto sampai dia mengakhiri hidupnya? Mungkinkah karena Nakamura tidak pernah menepati janjinya? Mungkinkah karena Nakamura menyimpan perasaan kepada Sakamoto, yang seharusnya merupakan sahabat mereka?

Setelah tujuh tahun tidak bertemu, Nakamura harus kembali berhadapan dengan masa lalunya. Di antara memori akan persahabatan, janji yang diingkari, impian, dan cinta yang tak berbalas, tersembunyi alasan kepergian Hashimoto yang sebenarnya.

•••

Review:

(review ini mengandung sedikit spoiler)

Aku selalu menyukai buku-buku yang membuatku merenungkan kehidupan, menilai dan membandingkannya dengan kehidupanku sendiri. Buku ini melakukan hal tersebut selama aku membacanya, dan juga setelah aku merampungkannya. Aku berpikir, aku merenungkan, aku mengolah kembali ceritanya dalam kepalaku, melontarkan tanya pada hal-hal yang menurutku tidak mungkin terjadi begitu saja tanpa ada alasannya. Mungkin bintang lima terlalu banyak untuk disematkan pada buku ini, tapi setidaknya buatku, bintang lima itu sudah tepat.

Jumat, 17 Juni 2016

A Court of Thorns and Roses by Sarah J. Maas

★★
Judul: A Court of Thorns and Roses
Author: Sarah J. Maas
Penerbit: Bloomsbury Children's
Genre: Fantasy, Romance, New Adult
Format: ebook, 365 halaman

•••

Sinopsis:

Sebuah serial baru yang mendebarkan dan menggoda dari penulis bestseller New York Times; Sarah J. Maas. Memadukan Beauty and the Beast dengan dunia peri.

Ketika Feyre—seorang gadis pemburu berusia sembilan belas tahun—membunuh seekor serigala di hutan, sesosok monster datang untuk menuntut balas. Diseret ke negeri ajaib yang berbahaya yang hanya diketahuinya dari legenda-legenda, Feyre mendapati bahwa penawannya bukan binatang, melainkan Tamlin—salah satu dari peri yang abadi sekaligus mematikan yang pernah memerintah dunia mereka.

Selama Feyre tinggal di negeri peri, perasaannya pada Tamlin berubah dari permusuhan yang dingin menjadi gairah berapi-api yang membakar melalui setiap kebohongan dan peringatan yang diberitahukan kepadanya mengenai dunia peri yang indah dan berbahaya. Namun, sebuah bayang kegelapan yang jahat dan kuno tumbuh di negeri peri, dan Feyre harus menemukan cara untuk menghentikannya… atau kiamat akan mendatangi Tamlin—dan dunianya—selamanya.
Sempurna untuk penggemar Kristin Cashore dan George R. R. Martin, buku pertama serial yang seksi dan penuh aksi ini sangat mustahil untuk ditutup!

•••

Review:

Review ini penuh spoiler, jadi tanggung sendiri kalau mau baca, yah....

Senin, 30 Mei 2016

Curhat Buku #6


Senin, 30 Mei 2016

Sudah tiga bulan sejak Curhat Buku #5 di bulan Februari lalu. Sudah banyak juga buku-buku yang aku baca selama periode tersebut. Tapi kali ini aku ingin bahas sedikit tentang beberapa buku yang meninggalkan kesan khusus untukku dan belum sempat direview di blog ini.

Pertama-tama adalah Saga Darren Shan. Sebenarnya, aku sudah lama banget tahu tentang keberadaan buku ini, namun sama sekali tidak berniat untuk membacanya karena sepertinya aku sedang bosan dengan tema vampir. Jadi waktu buku ini boxsetnya diobral di Gramedia, aku melewatkannya begitu saja, dan jujur sekarang jadi agak menyesali keputusan itu. Bagaimana ceritanya sampai aku akhirnya mulai membaca serial ini adalah karena seorang teman bernama Ulil yang merekomendasikan buku ini dengan begitu menggebu-gebu sehingga akhirnya aku pun jadi benar-benar penasaran sebagus apa buku ini. Dan waktu mampir ke Elex Media Center, ternyata serial ini disewakan di sana, lengkap dari nomor pertama sampai yang terakhir. Jadilah aku langsung menyewa dua buku pertama saga ini, dan berlanjut sampai aku menamatkannya.

foto nyomot dari mbah gugel

Kamis, 05 Mei 2016

Bridget si Ratu Sekolah by Paige Harbison

★★★★★
Judul: Bridget si Ratu Sekolah
Penulis: Paige Harbison
Penerbit: Penerbit Esensi
Genre: Realistic Fiction, Fantasy, Teenlit/ YA
Format: Paperback, 244 halaman

•••

Sinopsis:

Bridget adalah gadis yang cantik dan populer di sekolahnya. Sayangnya, ia sangat sombong, egois, dan bersikap seenaknya sendiri. Suatu hari, gadis bernama Anna Judge pindah ke sekolahnya. Ia langsung disukai semua orang karena sifatnya yang baik. Sejak itu Bridget merasa dunianya jungkir balik karena semua yang dimilikinya direbut oleh Anna, termasuk sahabatnya.

Satu demi satu peristiwa menjengkelkan terjadi pada Bridget. Semakin ia berusaha merebut kembali apa yang menurutnya miliknya, semakin menjauh hal-hal itu darinya. Bridget pun tak tahan lagi. Ia melakukan sesuatu yang ekstrem tanpa memikirkan risiko terburuknya: mencelakai diri sendiri demi mendapatkan perhatian.

Siapa sangka, Bridget malah terdampar di alam antara hidup dan mati. Ia tak mampu berbuat apa-apa selain menunggu keputusan apakah ia akan hidup atau mati. Ia hanya diberi sedikit waktu untuk menyadari semua kesalahannya dan meminta maaf pada orang-orang yang disakitinya.

Tapi, apakah itu cukup? Apakah ia pantas diberi kesempatan kedua? Inikah akhir hidup Bridget?

•••

Review:

Pertama-tama, terima kasih kepada Penerbit Esensi yang telah menghadiahkan buku ini dan juga Always The Bride karya Jessica Fox. Dua-duanya buku yang bagus dan dengan senang hati aku meletakkannya di rak buku favoritku.

Sekarang tanpa mengulur-ulur waktu lagi karena ini sudah hampir pukul empat pagi dan aku sudah mulai ngantuk berat, aku akan mulai mereview buku ini.

Buku ini menyajikan kisah tentang kesempatan kedua. Awalnya aku agak ragu sama buku ini karena sepertinya sangat teenlit sekali. Makanya aku baca Always The Bride duluan. Tapi teman-teman, ternyata aku salah. Buku ini ternyata bukan sekadar teenlit biasa. Ternyata buku ini juga adalah fiksi realistis yang memang adalah salah satu genre kesukaanku, plus ada fantasinya juga pula. Kurang apa lagi?

Senin, 02 Mei 2016

Pengumuman Pemenang Giveaway Persona

Woah... lumayan banyak juga yang ikutan giveaway novel PERSONA karya Fakhrisina Amalia. Terima kasih banyak udah meramaikan dan berbagi rekomendasi bacaan. Banyak dari rekomendasi itu yang kebetulan sudah aku baca, meski begitu aku tetap senang mengetahui kalian suka apa yang aku suka.

Nah, kali ini pemenang dari giveaway aku tentukan lewat Random Name Picker! Habisnya aku bingung menentukan pemenangnya. Kira-kira siapa, ya? Udah deg-degan?



Nah, ini dia pemenangnya! Agatha Vonilia M.!! Selamat, yah. Kamu berhak mendapatkan satu eksemplar novel PERSONA gratis dari Gramedia Pustaka Utama! Segera konfirmasikan kemenangan kamu dengan mengirim email berisi nama, alamat lengkap, dan nomor telepon yang aktif untuk keperluan pengiriman hadiah.

Untuk yang belum beruntung, jangan kecil hati! Masih akan ada kesempatan lainnya~


XOXO,



Senin, 25 April 2016

Purple Eyes by Prisca Primasari

★★★★★
Judul: Purple Eyes
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Penerbit Inari
Genre: romance, fantasi
Format: Paperback, 144 halaman

•••

Sinopsis:

"Karena terkadang, tidak merasakan itu lebih baik daripada menanggung rasa sakit yang bertubi-tubi."

Ivarr Amundsen kehilangan kemampuannya untuk merasa. Orang yang sangat dia sayangi meninggal dengan cara yang keji, dan dia memilih untuk tidak merasakan apa-apa lagi, menjadi seperti sebongkah patung lilin.

Namun, saat Ivarr bertemu Solveig, perlahan dia bisa merasakan lagi percikan-percikan emosi dalam dirinya. Solveig, gadis yang tiba-tiba masuk dalam kehidupannya. Solveig, gadis yang misterius dan aneh.

Berlatar di Trondheim, Norwegia, kisah ini akan membawamu ke suatu masa yang muram dan bersalju. Namun, cinta akan selalu ada, bahkan di saat-saat tergelap sekalipun.

•••

Review:

Buku ini seperti sebongkah kehangatan yang tersembunyi dalam gumpalan es. Setidaknya aku merasa seperti itu. Ini salah satu kelebihan yang dimiliki Kak Prisca dalam menulis kisah-kisahnya. Waktu membaca Kastil Es dan Air Mancur yang berdansa, aku merasa begitu dingin... sementara waktu membaca Evergreen, aku merasa begitu hangat. Buku ini adalah perpaduan dari dingin dan hangat. Memikat dalam kesederhanaannya. Ceritanya singkat, hanya 144 halaman, tapi begitu padat. Sekalipun begitu mencapai ending aku merasa kehilangan, ingin cerita dipanjangkan lagi, tapi memang ending itu yang paling pas untuk buku ini.