Jumat, 11 Maret 2016

Love Theft #2 by Prisca Primasari

★★★★★
Judul: Love Theft #2 (Frea Rinata Series)
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Indie
Genre: romance, criminal
Format: Paperback, 242 halaman

•••

Sinopsis:

Permasalahan yang dihadapi Frea, Liquor, dan Night semakin rumit saja. Ketiganya harus membenahi kekeliruan yang mereka lakukan, sekaligus bertarung dengan perasaan masing-masing.

Di lain sisi, Frea semakin mengenal Liquor, sedikit demi sedikit. Dia memahami luka pemuda itu, mengetahui masa lalunya, juga terus berusaha mengobati hatinya.

Namun, tepat saat Frea menyadari betapa dia mencintai Liquor, sesuatu terjadi. Masalah baru yang luput dari perhitungannya.


•••

My Review:

Our sins are stubborn,
our repentance faint,
Thinking base tears can cleanse 
our every taint.

Daily we take one further step toward Hell,
And, when we breathe,
the unseen stream of death.

It is because our torpid souls are scared.
There is one viler and more wicked spawn,
which never makes great gestures
or loud cries

[Flowers of Evil - Charles Baudelaire]

Aduh, sepertinya kalau aku ngomong ini lagi kalian akan bosan... tapi yah, emang sekarang keadaannya begini. Menulis review untuk buku yang aku suka banget itu susah. SUSAH SEKALI. Kenapa? Karena aku takut bakal nulis terlalu banyak lalu tanpa sadar menebarkan spoiler di mana-mana.

Sejak baca buku pertama seri Frea Rinata, aku sudah suka banget sama cerita dan plot yang dibangun sama Kak Prisca. Belum lagi karakter-karakternya yang semuanya kuat dan bisa kebayang sosoknya di dalam kepalaku. Tema yang diusung Kak Prisca jarang banget diterapkan penulis lain di Indonesia, dan eksekusinya pun sangat manis meski temanya gelap.

Di buku kedua ini, semua pertanyaan yang muncul saat baca buku pertama terjawab. Ceritanya lebih kompleks, lebih berisi, dan lebih tegang. Plus... banyak skinship yang bikin kya-kya-kya #heh. Di buku ini, ceritanya semakin berkembang. Ternyata sindikat besar saja bisa melakukan kesalahan memilih target. Jadinya runyam dan bikin deg-degan. Siapa sangka ternyata Coco Kartikaningtias itu begitu!? Ya, begitu... untuk amannya lebih baik aku nggak ngomong lebih dari ini. Nanti kalian baca aja sendiri. Hehehe.

"Saya terluka. Saya mengobati hati saya dengan menjalani hidup seperti ini. Saya semakin terluka." 
"Kalau begitu, berhenti. Bahagiakan dirimu sendiri, bahagiakan orang lain. Maafkan dirimu sendiri.... Itulah caranya hidup."

Teruuuus, Liquor di sini benar-benar minta disayang-sayang (well, Night juga, siiiih). Masa lalu dia diungkap semua, juga alasan kenapa dia sampai memutuskan jadi kriminal. Dan aku senang sekali dengan ending yang dibuat Kak Prisca buat Night! The best ending for him, deh.

Aku masih ingin baca lagi cerita ini, tolong dilanjutkan sampai seri ke-10, Kak. #woi

Oh, ya. Aku suka banget karakter Tarantula dan Grasshopper. Mau banget tahu lebih banyak tentang mereka. Kayaknya mereka cocok kalau dijodohin! Semoga Kak Prisca mau mempertimbangkan untuk menulis tentang mereka juga.

Singkat kata, seri ini layak banget dibaca, dan juga dikoleksi. Kak Prisca, terima kasih banyak sudah menulis kisah mereka!


XOXO,


0 komentar:

Poskan Komentar