Kamis, 08 Januari 2015

Satria November by Mia Arsjad


Judul: Satria November
Penulis: Mia Arsjad
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: teenlit, romance
Edisi: Paperback cover lama, 248 halaman

Sinopsis:
Cuma mo pengakuan aja.

Sebenernya tiket itu gue beli buat gue nonton berdua sama lo.
Tapi dipikir-pikir, kayaknya lo bakalan lebih seneng kalo nontonnya sama Gian.
Sebagai cowok yang berjiwa besar, bertanggung jawab, dan heroik
kayak gue, ya gue ikhlasin deh.
Kalo habis ini Gian masih maju-mundur gak nembak-nembak, bilang sama gue.

Biar gue aja yang nembak lo. Soalnya... sebenernya gue juga nggak keberatan kok punya cewek bawel, judes, galak, suka demo, dan hobi jerit-jerit kayak lo. :
Sekali lagi, maafin gue ya, Mi, selama ini udah bikin lo susah. :

PS: Awaaasss... jangan macem-macem sama Gian di dalem bioskop yaaa....

---INOV---

Idih! Mima mendelik kesel. Ihhh! Siapa juga yang mo punya pacar robot korslet?! Mima mendekap surat dari Inov sambil senyam-senyum sendiri.

Inov. Semua kenangan, ketengilan, dan rahasianya yang bikin repot dan nyaris membahayakan mereka itu, nggak mungkin bakal Mima lupain seumur hidup.


Rahasia Inov bikin Mima sadar bahwa nggak semua rahasia seharusnya disembunyiin.

My Review:

4,5 bintang dibulatkan jadi 5 karena buku ini sudah menghibur saya dan lebih dari itu memberi saya muse untuk melanjutkan naskah saya sendiri. Aneh, sih. Karena naskah saya nggak bocor dan kocak begini gayanya, tapi ya, kok bisa bikin saya jadi mood nulis. Wkwkwk... keajaiban Mima? =))


Gaya tulisan Kak Mia yang lincah dan centil berhasil membuat buku bertema berat seperti ini jadi enak banget dibacanya. Cocok banget buat yang lagi butuh bacaan ringan yang bisa bikin ketawa-ketawa plus nangis juga. Bagus juga buat remaja-remaja untuk mengenal sejahat apa setan yang bernama narkoba itu. Sekali terjerumus, bakal susah banget buat lepas. :( Don't you ever try for whatever reason it is. Penyesalan selalu datang belakangan.

Akhirnya, saya jadi beli lagi buku ini dengan cover baru sekaligus buku keduanya. Mumpung bokap lagi murah hati membiarkan saya ngegesek debit BCAnya. *senyum manis*

*lupasamatantanganbabattimbunan*

*inikananggapannyakadoya*

Dan, saya suka sekali sama Mima yang jalan pikiran dan mulutnya sama-sama hiperbolis serta bocor. Kocak parah, tapi nggak terkesan dipaksa lucu. *angkat jempol buat Kak Mia*

Kekurangan buku ini tidak banyak, kok. Kadang perpindahan adegannya terlalu patah, dan jarak antara paragraf sebelumnya juga terlalu dekat tanpa ada penanda bahwa adegan sudah pindah. Terus, menurutku keputusan Mima buat jujur sama orangtuanya soal rahasia Inov agak kelamaan, gimana kalau Inov keburu mati gara-gara Mima ngulur terus? Yah, tapi sah-sah aja, sih kalau memang Mima agak kurang tegas soal ini. *puk-puk Mima*

Nggak semua rahasia seharusnya disembunyiin, kan?


XOXO,




0 komentar:

Poskan Komentar