Sabtu, 06 Juni 2015

A Letter from Ria Destriana & Giveaway

Yuhuuu, teman-teman pembaca blog Orinthia's Bookshelf! Hari ini kita kedapatan surat dari seorang penulis muda berbakat, nih. Ada yang pernah dengar nama Ria Destriana? Kalau belum, ini saatnya kalian berkenalan dengannya. Ria ini salah satu pengguna website Gramedia Writing Project yang karyanya dilirik editor dan diterbitkan, loh! Jadi buat kalian yang belum lolos acara utama GWP kemarin, jangan berkecil hati. Tulis saja karya terbaikmu di sana, editor pasti bakal melirik dan menilai karya kalian.

Nih, suratnya ada di bawah... silakan dibaca, dan akan ada giveaway juga dari Ria buat kalian.





Dear para pembaca Orinthia's Bookshelf, 


Akhir Mei kemarin, novel keduaku yang berjudul Across The Ocean diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama sebagai bagian dari lini Gramedia Writing Project. Yeay... :D Nah, aku mau cerita sedikit ya tentang proses penulisan Across The Ocean sampai akhirnya bisa diterbitkan melalui Gramedia Writing Project.

Jadi, beberapa tahun yang lalu aku mendengar lagu dari Azure Ray yang judulnya aku pakai sebagai judul novel keduaku ini, yaitu Across The Ocean. Lagu itu bercerita tentang seorang perempuan yang kembali ke tempat yang pernah dia kunjungi dulu dan mengenang kisahnya di sana. Dari situ, aku mendapat ide awal untuk Across The Ocean.

Tahun lalu, tepatnya Mei 2014, ada sebuah acara menulis yang membuat aku teringat lagi dengan ide cerita itu. Aku berpikir, ini dia kesempatan untuk mewujudkan ide itu menjadi sebuah novel. Akhirnya, selama satu bulan itu aku menciptakan karakter, memilih setting, menyusun plot dan menulis ceritanya sampai selesai. Sayang, aku kurang beruntung dalam acara itu. Hehe... Beberapa bulan kemudian, aku mendapat info kalau Gramedia Pustaka Utama membuat situs Gramedia Writing Project, sebuah situs komunitas bagi para penulis, juga tempat untuk berbagi cerita. Aku sudah pernah tahu tentang Gramedia Writing Project sebelumnya, jadi aku penasaran dengan situs GWP ini. Dan katanya, cerita yang ada di sana bisa diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Menarik, kan?

Mendengar itu, aku jadi teringat dengan naskah Across The Ocean. Aku pikir, daripada naskahnya terbengkalai di laptop, lebih baik aku pajang di situs GWP. Aku ingin tahu pendapat orang tentang ceritaku. Makanya pas situs GWP diluncurkan, aku memasukkan beberapa ceritaku di sana, termasuk Across The Ocean. Syukur, walau nggak terlalu banyak yang baca (kurang promosi mungkin, hehe... :p), responnya cukup positif. Dan yang aku nggak sangka, salah satu editor GPU menghubungi aku via e-mail dan tertarik untuk menerbitkan ceritaku itu.  Yeay... :D

Dari situ, Across The Ocean yang awalnya hanya sebuah ide dari lagu bisa terwujud menjadi sebuah novel. Makanya aku bersyukur banget dengan adanya GWP karena bisa mewujudkan mimpiku menjadi kenyataan. Menerbitkan Across The Ocean.

Oke, sekarang aku mau cerita sedikit tentang Across The Ocean.

Waktu mendengar lagu Across The Ocean, aku membayangkan sebuah pantai. Kebetulan, aku pengin banget liburan ke Karimunjawa. Berhubung sampai hari ini keinginan itu belum tercapai, aku memutuskan untuk berlibur ke sana melalui ceritaku. Bayu Pramudito dan Anindita Putri yang mewakili aku berlibur di sana. Bayu itu pemuda yang melankolis. Setelah patah hati karena berpisah dari kekasihnya, Bayu memutuskan untuk pindah ke Karimunjawa. Di sana, dia punya rumah, dan untuk memulai hidup yang baru, dia menyewakan rumah itu sebagai tempat homestay untuk para turis yang berkunjung ke Karimunjawa. Perlahan tapi pasti, keadaan Bayu mulai membaik. Dikelilingi banyak orang, dia bisa melupakan sakit di hatinya. Sampai suatu hari Bayu bertemu dengan Anindita, turis dari Jakarta.

Dita atau yang Bayu panggil Anin ini adalah perempuan pemurung yang datang ke Karimunjawa hanya untuk mengakhiri hidupnya di laut yang sedang mengamuk. Bayu menolong Anin, tapi bukannya mendapat ucapan terima kasih, Anin malah menampar pipi Bayu. Keesokan harinya, Anin muncul di depan rumah Bayu. Walau segan, Bayu akhirnya menerima Anin menginap di rumahnya. Dari situ, Bayu mencoba memahami sosok Anin. Ada sesuatu pada diri Anin yang mengingatkan Bayu dengan dirinya beberapa waktu yang lalu. Bayu tahu, Anin punya luka yang sama seperti dirinya. Sedikit demi sedikit, hubungan mereka semakin dekat. Walau tidak terlalu terbuka dengan Bayu, paling tidak, Anin tidak lagi berdiam diri di kamar. Bayu lalu mengajarkan Anin cara untuk mengobati hati yang luka.

“Dengan tidak melaluinya sendirian.”

Perlahan, Bayu sadar kalau di hatinya datang sebuah perasaan yang tidak asing. Bayu tahu, Anin belum siap, makanya Bayu bersedia menunggu. Tapi, bagaimana kalau Anin kembali ke sana, Bayu tidak menunggunya? Apa Anin akan terluka lagi? Lalu, bagaimana kalau Anin tidak kembali? Apa Bayu akan terluka lagi? Dan, apa mereka bisa mendapat kebahagiaan yang seharusnya menjadi hak setiap orang?

Temukan jawabannya di Across The Ocean ;)

Jujur, setelah beberapa kali menulis novel, aku sangat menikmati proses penulisan Across The Ocean ini. Sambil diiringi lagu-lagu dari Payung Teduh, aku menyelesaikan cerita itu. Rasanya seperti ikutan liburan dengan Anin dan Bayu di Karimunjawa. Hehe...

Tapi, aku harus mengakui kalau Across The Ocean bukan karya terbaik yang bisa aku tulis. Aku masih belajar menulis dan masih punya banyak sekali kekurangan di sana-sini. Walau begitu, aku tetap sangat senang bisa menyelesaikan Across The Ocean dan bisa melihat cerita itu dalam bentuk sebuah buku. Makanya aku mau mengucapkan terima kasih super banyak untuk keluarga besar Gramedia Pustaka Utama dan Gramedia Writing Project, karena tanpa mereka, Across The Ocean mungkin hanya akan jadi karya yang mati suri di laptopku. Dan aku janji, aku akan belajar terus supaya bisa menulis lebih baik lagi.

Oke deh. Mungkin segitu aja cerita tentang Across The Ocean. Semoga para pembaca bisa menyukai ceritanya dan bisa berbahagia setelahnya. Karena aku percaya, setiap orang berhak bahagia. Termasuk kalian.

Oh iya, aku ada pertanyaan untuk kalian. Apakah kalian percaya setiap orang berhak bahagia? Lalu, apa sih hal yang paling membahagiakan yang pernah terjadi dalam hidup kalian?



Salam,
Ria Destriana



Lihat pertanyaan dari Ria? Jawab pertanyaan itu di kolom komentar, ya! Dua orang yang beruntung akan mendapatkan masing-masing satu buah novel Across The Ocean!

Giveaway ini akan berlangsung hingga tanggal 14 Juni 2015 dan pemenang akan diumumkan paling lambat tanggal 20 Juni 2015.


XOXO,


27 komentar:

Saya percaya setiap orang berhak bahagia. Karena pastinya semua orang juga pernah merasa bahagia dan bersedih dalam hidupnya.
Sejauh ini hal yang paling membahagiakan buat saya terjadi di tahun 2014 lalu, draft novel pertama yang saya tulis tahun 2011 akhirnya diterbitkan juga di penerbit mayor. Saya nggak percaya banget, kayak mimpi novel saya ada di toko buku seluruh Indonesia. Akhirnya salah satu cita-cita saya tercapai juga.
Yang kedua pas saya belajar langsung nulis skenario film sama penulis skenario favorit saya Jujur Prananto dan Salman Aristo.
Kalau sama Jujur Prananto saya cuma punya kesempatan belajar selama dua jam, sama Salman Aristo dua bulan. Saya senang banget dapat ilmu baru dari mereka. Mereka itu dua penulis skenario legendaris Indonesia. Rata-rata film yang mereka tulis jadi box office.

Aku pecaya. Karena ya bahagia itu rasa paling kompleks dan sempurna. Bahagia juga bisa menyeimbangkan hidup, kalau sedih terus bisa stres dan kondisi tubuh juga jadi ngga bagus. Bahagia itu penting makanya setiap orang berhak bahagia. Sebenernya hal kecil seperti dapat beli kuota atau pun menang giveaway sudah bikin bahagia, cuma yang paling bikin bahagia adalah kasih sayang orang tua yang sampe sekarang belum pernah berkurang, masih manjain :3

Apakah kalian percaya setiap orang berhak bahagia ?
=> Ya, sangat percaya !

Lalu, apa sih hal yang paling membahagiakan yang pernah terjadi dalam hidup kalian ?
=> Bisa hidup di dunia ini dengan bertempat tinggal di negara yang penuh akan kecantikan alam dan kedamaiannya, dengan kondisi fisik yang sempurna dan dilahirkan di keluarga yang lengkap dan berkucukupan. Bagiku, itu yang paling dasar hal yang membahagiakan dalam hidup aku.
Karena gak kebayang aja, jika aku hidup di negara yang penuh dengan perang, mungkin sekarang aku sedang ikut gerilya dalam perang tersebut. Atau jika hidup di negara yang miskin, mungkin saja sekarang aku sudah seperti tengkorak hidup, bukannya berbadan yang cukup berisi.
Belum lagi segi fisik. Sungguh hal yang membahagiakan dan patut disyukuri.Soalnya aku gak jarang mewek sendiri kalo liat orang lain yang gak sengaja liat, ketemu dan berpapasan dengan mereka yang mengalami ketidaksempurnaan dalam hal fisik. Pengen bantuin mereka, tapi mereka keliatannya malah lebih tangguh dan mandiri dari aku. Kalo sudah begitu, jatuhnya aku malah iri sama mereka.
Lalu, membahagiakan karena aku bisa hidup dikeluarga yang lengkap. Karena gak jarang juga aku mendengar curhatan teman-temanku yang broken home. Bagaimana keluarga mereka yang selalu bertengkar, bagaimana rumah mereka yang tidak hangat, dan bagaimana mereka yang selalu berusaha berkegiatan lama diluar rumah bahkan tidak mau pulang.
Mengingat hal mendasar seperti itu, membuatku sadar bahwa yang membahagiakan adalah hal-hal diatas :)

Nama : Irmawati
Akun Twitter : @irmaa_waati

Tentu saja, aku percaya semua orang berhak untuk bahagia. Semua orang punya hak untuk menemukan kebahagiannya masing-masing.
Kalau hal yang paling membahagiakan dalam hidupku yaitu aku memiliki sahabat-sahabat yang sangat luar biasa. Sahabat yang sangat menyayangiku, menganggapku. Mereka sudah seperti keluarga. Mereka yang aku kenal semenjak awal masuk SMA. Awalnya kami semua sekelas waktu kelas 10, namun waktu kenaikan kelas sekaligus penjurusan waktu kelas 11, kami terpisah. Namun disaat itulah aku benar-benar yakin mereka bukan hanya sekedar kawan, mereka sahabat. Walau kami tidak sekelas, kami tetap dekat, sering bareng, bahkan aku terkesan lebih dekat dan sering kumpul dengan mereka ketimbang teman sekelasku. Namun sekarang aku agak sedih, kami baru lulus tahun ini, kami punya rencana masing-masing untuk menggapai cita-cita kami, sudah pasti kami tidak bareng lagi. Beda kampus, beda semuanya. Tapi, aku yakin persahabatan ini pasti akan tetap terjalin, sejauh apapun jarak kami nanti, asal kami tetap berkomunikasi dan tetap sehati, aku yakin kami akan selalu bersahabat. *maaf ya jadi kebanyakan cerita* :D

Yap, kebahagiaan adalah hak setiap bangsa, setiap orang, setiap diri pribadi, kita memerlukan kebahagiaan untuk terus hidup, salah satu sumber semangat kita menjalani hdup.

Kebahagiaan bisa berupa apa saja, bisa sesimple dan sangat sedehana. Contohnya mendapatkan buku gratis, itu sudah merupakan kebahagiaan yang tak terkira :p

@peri_hutan

Nama: Eni Lestari
Twitter: @dust_pain

Apakah kalian percaya setiap orang berhak bahagia?
ya, percaya :)

Lalu, apa sih hal yang paling membahagiakan yang pernah terjadi dalam hidup kalian?
karena saya menulis cerpen ke media, yang membahagiakan tentu saja waktu karya saya dimuat di majalah. saking bahagianya bisa sampai jungkir balik di tempat *halah lebay* :p selain dapet honor *ehem* ada kebanggaan tersendiri lihat perjuangan saya menulis mendapat tempat. saya jadi tembah semangat menulis :D

Apakah kalian percaya setiap orang berhak bahagia? Lalu, apa sih hal yang paling membahagiakan yang pernah terjadi dalam hidup kalian?

Pastinya percaya! :) setiap orang itu berhak bahagia karena kebahagian itu pasti yang diinginkan dari setiap manusia.

Bagiku pengalaman yang paling membahagiakan dalam hidupku adalah ketika aku bisa menjadi diri sendiri dan tidak mengkhawatirkan apa yang mereka lakukan kepadaku walaupun mereka menjelek-jelekkan/menghina-hinaku dibelakangku. :)


@mentariizzati_

- Apakah kalian percaya setiap orang berhak bahagia?
ya, karena bahagia itu sederhana

- Lalu, apa sih hal yang paling membahagiakan yang pernah terjadi dalam hidup kalian?
Saat aku bisa mengandung dengan lancar hingga melahirkan seorang bayi laki-laki pada 18 Maret 2014. Momen membahagiakan dalam hidupku, karena kebahagiaanku lengkap sudah punya keluarga kecil dan bisa sempurna sebagai seorang ibu dan istri =)

ya. Semua orang berhak bahagia. Makanya Allah udah membuat rencana yang indah buat kita. Walaupun rencana kita udah indah banget dan tiba-tiba hancur, gak usah sedih karena ada kebahagian yang sedang menanti kita di ujung jalan sana. Sayangnya, ketika kita menghadapi masalah, kita lupa bahwa kita pernah bahagia, sampai-sampai terucap " Apa aku tidak pantas/berhak untuk bahagia?" .....

Yang paling membahagiakn itu banyak. Tapi aku memilih satu yaitu ketika aku berhasil memberikan asi ekslusif untuk anak laki-lakiku. Mengingat banyak ibu2 muda sekarang yang berkarir padahal baru saja punya anak Kecil. Jadi mikir, apa gak sedih melewatkan momen ketika si kecil lagi aktif2 nya, lagi bawel2nya dll. Aku sch allhamdulillah menikmati itu semua. Jadi apa lagi yang bisa membahagiakan seorang ibu hehe .... bonusnya, aku bahagia pas suami dapat THR hehehe #EmakMatre

@ntarienovrizal

Saya percaya semua orang berhak bahagia, meski terkadang kebahagiaan sesorang masih di sembunyikanNya, jadi harus sedikit bersabar, jangan buru-buru kalau tidak ingin merusak takdirNya.

Sejauh ini kebahagiaan terbesar saya adalah saya masih sehat, masih bisa membaca buku sebanyak-banyaknya tanpa gangguan sakit mata. Selain itu saja juga bahagia karena memiliki keluarga yang luar biasa sempurna, mensuport saya saat saya jatuh, membagi kebahagiaan bersama.

Sebenaarnya kebahagiaan teradang terlahir dari hal sepele yang dianggap orang tidak penting

@Jm_nim

Setiap orang itu berhak untuk bahagia, cuma cara dan prosesnya aja yang beda :"D

Sebenernya sih banyak hal yg bikin aku bahagia. Tapi, ada 1 hal yg sampe skrg ga bisa aku lupain dan selalu bikin aku senyam-senyum saat inget moment itu. Yakni; saat Bundaku muji aku, padahal yg kulakuin itu bukanlah hal yang besar (cuma sekedar ngambil pakaian kering dari jemuran). Waktu itu aku masih SD (entah kls 3/4 ... aku lupa) dan aku masih ingat sampe skrg.

@heart0fhuman

Ya, aku percaya kalau setiap orang berhak bahagia. Bukan hanya percaya, melainkan setiap manusia itu sudah sewajibnya selalu berbahagia. Dan aku percaya kalau Tuhan telah menyiapkan sejuta hal dan jalan yang bisa membuat kita berbunga-bunga setiap harinya.

Hal yang paling membahagiakan dalam hidupku? Sebenarnya aku nggak pernah mau hitung-hitungan soal ini karena aku selalu berusaha untuk mensyukuri tiap nikmat yang sudah Tuhan beri. Macam kata orang kebanyakan lah, "bahagia itu sederhana" jadi susah menakar mana yang paling membahagiakan hohoho. Batuk dan pilek akhirnya sembuh pun aku sudah senang. Tapi... aku akan pilih satu deh. Berhubung aku nggak merasa pintar semasa sekolah dan kuliah dulu, aku akan merasa sangat happy waktu hasil ulanganku nggak dinyatakan remedial. Apalagi dulu pernah ulangan Fisika dapat 100. Rasanya pengin aku finil deh kertas ulangan yang diponten itu sebagai kenang-kenangan kalau aku bisa juga dapat nilai 100. Lebih senang lagi waktu nunjukkin itu ke orangtua kemudian mereka senyum, punggungku diusap-usap, lalu papa mencium puncak kepalaku. :)

@murniaya

Apakah kalian percaya setiap orang berhak bahagia? Lalu, apa sih hal yang paling membahagiakan yang pernah terjadi dalam hidup kalian?

Iya aku sangat percaya sekali setiap orang berhak untuk bahagia.
Salah satunya yang bikin bahagia adalah menyenangkan orang lain, saat itu aku ikut dalam acara nonton dan makan siang bersama dengan anak-anak panti asuhan, aku perhatikan wajah-wajah mereka yang bahagia, aku dekati mereka, aku ajak ngobrol, ada juga yang semangat bercerita, rasanya satu-satu ingin aku peluk semuanya... Hingga pada akhirnya ada game, panitia menyebutkan nama dan anak-anak diminta menunjuk orang yang tepat... hasilnya semua anak-anak itu tahu namaku... Astagaaaa... Bahagianyaaaa :D :D :D

@goodenoughoks

Saya sih yakin setiap orang berhak bahagia. Meskipun kadang saya terluka karena kebahagiaan orang lain, tapi kadang saya pun melukai orang lain karena kebahagiaan saya.
Jadi menurut saya setiap orang berhak bahagia meski tidak bisa terjadi dalam waktu yang bersamaan.

Hal yang paling bikin saya bahagia?
Tentu saja kelahiran putra pertama. Rasa lelah, sakit, tangis langsung tersembuhkan oleh jerit tangis pertamanya di dunia. Merasakan tubuh mungilnya menggeliat di dada saya saat IMD, itu kebahagiaan yang nggak bisa terulang. Saya kira itu kebahagiaan yang tidak melukai siapa pun :)

@KendengPanali

Nama : Ayuni Adesty
Akun Twitter : @ayuniadesty

Tentu saja, aku percaya semua orang berhak untuk bahagia. Sesusah-susahnya hidup seseorang, pasti ada moment-moment di mana mereka merasakan bahagia. Kalau mereka merasa nggak bahagia, mungkin karena kurangnya rasa syukur.

Hal yang paling membahagiakan yang pernah terjadi dalam hidup saya adalah ketika menerima gaji pertama saya. Karena saya tidak lagi menjadi beban orang tua. Tidak lagi bergantung kepada orang tua untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Nama : Renzy Ardyanti
Twitter : @ardyantiR

Iya,aku percaya.karena bahagia itu adalah pilihan.dimana kita bisa memilih untuk bahagia dengan cara kita sendiri tanpa harus takdir yang menentukan

Hal yang paling membahagiakan dalam hidup saya adalah ketika saya memenangkan lomba madig saat masa smk.karena kemenangan ini bukan hanya saya sendiri yang merasakan kebahagiannya ,tapi juga orangtua saya yang bangga,teman sejurusan saya,dengan mengangkat nama jurusan,dan tentunya sekolah.
karena bahagia yang sempurna itu adalah membuat orang lain ikut bahagia :)

Aku percaya kalo setiap orang berhak bahagia. Mungkin waktu sedih, kebahagiaan itu nggak serta-merta datang, tapi kata temenku, cukup dengan tersenyum aja, kebahagiaan pasti bakal mengikuti. x)

Akhir-akhir ini, ada orang yang ngasih semangat dan dukungan buat aku. Nggak sedikit orang yang ragu sama kemampuanku, tapi dia nggak mempertanyakan kemampuan/kesiapanku apalagi men-judge aku, dan sabar plus tulus banget waktu aku minta saran juga tips buat ngerjain SBMPTN. Tanpa semangat dan dukungannya, aku nggak bakal ngerasa kalo ujian SBMPTN kemarin lancar. Iya, egois, emang. Tapi bisa dapet semangat dan dukungan yang tulus itulah, semangatku bangkit. Kepercayaan diriku meningkat. Tentu, aku juga berterima kasih banget sama semua orang yang udah ngedukung aku untuk ngikutin SBMPTN 2015. I wouldn't live the test without their supports. >w<

Apakah kalian percaya setiap orang berhak bahagia?

Saya percaya bahagia merupakan hak setiap orang. Jika kita ingin bahagia, maka buatlah diri sendiri bahagia. Nggak ada seorangpun yang bisa menghilangkan kebahagiaan yang kita punya. ^^

Apa hal yang paling membahagiakan yang pernah terjadi dalam hidup kalian?

Yang paling membahagiakan? Itu ketika aku bisa membuat bapak ibu tersenyum bangga melihat keberhasilanku--entah itu keberhasilan di sekolah, lomba, maupun hal lain. Senyum orang tua nggak bisa digantikan dengan apapun di dunia ini. :)

@Ayuaara

saya percaya setiap orang berhak bahagia dan lebih saya percayai adalah setiap orang berkewajiban bahagia. Kenapa? karna bahagia itu diciptakan bukan sekedar ditunggu, diciptakan dengan rasa syukur, percayalah ketika kita bersyukur rasa bahagia itu timbul dengan sendirinya.

Hal yang paling membahagiakan yang pernah terjadi adalah ketika saya ditadirkan sebagai saya, untuk berada dikeluarga saya, untuk berada dilingkungan saya, untuk bertemu dengan egitu banyak orang yang sudah saya temui. Saya bahagia karna saya mensyukuri semuanya.

@hasyawijaya

Ya, aku percaya setiap orang berhak untuk bahagia. Karena menurutku, bahagia adalah hak semua manusia seperti layaknya sebuah Hak Asasi Manusia yang sudah diberi & ditetapkan oleh Tuhan dan tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun.

Jujur menurutku semua kejadian yang sudah/terjadi dalam hidupku itu adalah hal yang membahagiakan, karena pasti kita tidak akan tahu hal apa yang akan menimpa kita kedepannya. Bahagia itu sederhana, tidak perlu mewah. Mulai dari aku dilahirkan ke dunia ini walau terkadang suka berpikir mengapa aku dilahirkan. Aku juga senang memiliki sahabat yang pengertian, penyabar, walau kami jarang bertemu. Masuk ke sekolah yang ku inginkan & mendapat juara kelas saja itu sudah sangat membahagiakan & membanggakan. Dan intinya, hal yang paling membahagiakan yang pernah terjadi dalam hidupku itu semua yang sudah/sedang terjadi. Aku sudah sangat bersyukur karena Tuhan akan selalu memberiku kebahagiaan :')

Nama : Muhammad Ichsan
Akun Twitter : @ichsan_kaira
Email : ichsan.aliyyah@gmail.com

Saya percaya semua orang berhak bahagia dengan hidupnya, tapi terkadang banyak hal dan rintangan yang harus dilaluinya untuk mendapat kebahagiaan tersebut.

Hal yang paling membahagiakan dalam hidup saya, ketika saya wisuda kuliah tahun 11 Oktober 2014 kemarin karena saya bisa melihat ibu bisa tersenyum dan terharu bahagia melihat anaknya kini sudah menjadi seorang sarjana komputer itu hal yang tak akan kulupakan sepanjang hidupku ini.

Nama: Ani Purditasari
Twitter: @Anny_Tears


-Apakah kalian percaya setiap orang berhak bahagia?

Awalnya aku sempat berpikir kalau bahagia itu cuma milik mereka yang hidup dengan keluarga yang sempurna, berkecukupan materi dan dikelilingi orang yang menyayangi mereka, tapi sekarang aku percaya kalau semua orang berhak bahagia, tanpa terkecuali.

-Lalu, apa sih hal yang paling membahagiakan yang pernah terjadi dalam hidup kalian?

Dari bayi aku sudah diberikan kepada orang lain untuk diasuh (karena musibah beruntun dan mamaku mengidap Pospartum Depression), jadi aku sama sekali tidak merasakan kasih-sayang orangtua kandungku. Sampai hari kelulusan SMA-ku, untuk pertama kalinya mamaku memelukku dan mengucapkan selamat atas kelulusanku. Itu adalah hari pertama aku percaya kalau semua orang berhak bahagia, termasuk aku. Itu adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidupku.

Tapi sekarang aku lebih mensyukuri sekecil apapun kebahagiaan dalam hidupku, masalalu yang buruk bukan berarti masa depanku juga buruk. Selama aku positif thingking, kebahagiaan pasti selalu bersamaku.

Aku percaya setiap orang punya gak untuk bahagia. Kebahagiaan yg seperti apa dsn bagaimana cara bahagia itu tergantung diri masing-masing karena definisi bahagia bagi tiap org tidaklah sama .
Hal yg membuatku bahagia adl keluargaku krn mereka adalah tempat aku ada. Walau masing-masing anggota keluargaku berbeda sifat kami tetap bisa bersama. Aku bersyukur keluargaku ada saat aku membutuhkan karena itulah yg nmanya keluarga

Ikutan ya c..^^

Menurutku, semua orang berhak bahagia, toh rencana Tuhan atas setiap manusia adalah hidup bahagia & memuliakan namaNya..jadi wajar dan sah kalo setiap orang bahagia..
Masalahnya, kebahagiaan yg dimaksud sebagian besar kita dan Tuhan sering beda, kita manusia bahagia kalo apa yg kota pengen tercapai, tapi buat Tuhan, kita akan bahagia ketika kita hidup sesuai blueprint yg Ia ciptakan untuk setiap kita..
Jadi akan lebih baik kita selalu berusaha bahagia dalam setiap waktu, dalam setiap keadaan, karena kalau keinginan kita ga tercapai, berarti ada hal yg lebih membahagiakan di depan sana..

Hal yg membuatku paling bahagia adalah menerima mujizat kesembuhan dari Tuhan saat divonis sakit ginjal..
Tanpa operasi bedah, tanpa neko2, aku masih ddikasih hidup di dunia oleh Tuhan sampai sekarang (jalan 5th sejak kejadian), dimana sudah lumpuh 1,5 bulan, tapi aku sembuh..praise the Lord..^^

Athalia Jessica
@jessicaquamarin

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Poskan Komentar