Kamis, 04 Juni 2015

Vampir Broken Heart by Michele Bardsley

Judul: Vampir Broken Heart
Judul asli: I'm the Vampire, That's Why
Penulis: Michele Bardsley
Penerbit: Fantasious
Genre: Romance, Chicklit, Fantasi, Paranormal Romance
Format: Paperback, 440 halaman


Sinopsis:

“Aku tahu apa yang kutahu, kalau kau membuka hatimu untukku kau akan mengetahui hal yang sama.”

Jessica Matthews tak lagi percaya pada cinta, setelah Rich selingkuh darinya. Ketika serpihan-serpihan hatinya belum tersatukan, mimpi buruk terburuk yang pernah ada menimpa dirinya. Suatu malam, ketika sedang membuang sampah, sesosok makhluk berbulu menyerang dan menggigit dirinya, membuatnya nyaris mati. Seandainya tak ditolong oleh Patrick, si vampir Irlandia nan tampan penuh kharisma, sudah pasti Jessica akan tewas. Namun, semua itu ada bayarannya. Jessica tak diberi pilihan, dan terpaksa menjadi vampir.


Siapa yang tak ingin hidup abadi? Apalagi jika ada laki-laki gagah dan tampan yang bersedia menemani, menyebutnya sebagai belahan jiwa yang selama ini telah ditunggu-tunggu? Tapi sayangnya, menjadi makhluk abadi pun tak selamanya menguntungkan, terutama mengenai berpasangan. Ada peraturan yang mengharuskan vampir untuk terikat selama satu abad seandainya mereka ingin berpasangan, sementara benih-benih cinta yang Patrick berikan untuknya kian mekar. 


My Review:

Pertama-tama, terima kasih buat Mery dan Penerbit Fantasious yang sudah memberikan saya buku ini untuk direview. Kya, bukunya manis banget, apalagi layout bagian dalamnya! Ngepink dan cewek banget, sesuai dengan genrenya. Bikin betah bacanya, serius.


Bintang 4 kusematkan buat buku ini begitu selesai membacanya. Memang aku sangat murah hati dalam memberikan bintang, tapi buku ini memang menghibur dan aku sangat menyukainya.

Kalau boleh jujur, aku sedang tidak mood membaca cerita-cerita tentang vampir saking banyaknya. Twilight yang heboh itu saja aku belum berminat untuk baca, mungkin juga karena aku sudah keburu nonton filmnya, sih, jadi agak malas untuk baca. Tapi cerita vampir yang ini sedikit berbeda dan memberi kesegaran tersendiri karena tokoh utamanya adalah seorang single mother, dan sesuai dengan judulnya, dia patah hati sehingga dia takut menjalani hubungan yang baru.

Awalnya, aku kira Broken Heart yang tertera di judul mengacu pada perasaan Jessica, tapi ternyata Broken Heart adalah nama kota tempat tinggal Jessica. Pada malam Jessica diserang oleh monster, ada sembilan orang lainnya yang juga menjadi korban dan akhirnya menjadi vampir. Seakan untuk menegaskan bahwa kota itu kota patah hati, semua korban adalah single parents. Aku penasaran sebenarnya, apa ada alasan tertentu kenapa yang diserang semuanya orangtua tunggal begitu, siapa tahu ada misteri tertentu gitu loh, kan di cerita dibilang selama ini vampir semuanya masih lajang... tapi ternyata sampai akhir nggak ada penjelasannya. Oke, lanjut... setelah diserang itu, Jessica terbangun dalam keadaan sedang mengisap darah dari PAHA Patrick O'Halloran yang sedang bertelanjang ria (nah, ini adalah kode bahwa buku ini untuk dewasa, kalau kamu belum cukup umur, jangan baca, yah). Patrick ini adalah vampir tua, anak dari Ruadan si vampir pertama, dan yang menyerang Jessica serta sembilan orang lainnya adalah Lorcan, saudara kembar Patrick yang terkena wabah Cemar yang sedang menghantui bangsa vampir. Iya, udah jadi vampir juga masih ada wabahnya.

Menjadi vampir, seperti yang bisa kalian lihat juga di Twilight, memberi kelebihan-kelebihan secara fisik, minus bling-blingnya. Vampir di buku ini tidak bisa terkena matahari seperti vampir seharusnya, langsung kebakar tanpa pakai acara berkilauan dulu. Intinya, setelah jadi vampir, lemak-lemak bergelambir hilang! Jessica jadi seksi, rambutnya jadi semakin indah, dan singkatnya dia jadi lebih cantik gitu walaupun lebih pucat karena sudah mati. Saat membaca bagian ini, tanpa sadar aku memandangi lemakku sendiri... *pedih hati karena pengin juga lemak-lemak hilang tapi ogah jadi vampir*

Menjadi vampir, tidak membuatmu jadi mati rasa. Jessica malah mendapatkan seorang pasangan jiwa yang telah ditakdirkan setelah menjadi vampir. Patrick jelas jauh lebih seksi daripada mantan suaminya yang berselingkuh dengan Charlene yang juga jadi vampir pada malam yang sama. Lebih nyebelin lagi, Charlene pun berbagi master dengan Jessica (iya, si Patrick itu masternya karena Jessica dan Charlene berubah dengan minum darahnya), meski kata Patrick si Charlene minumnya dari leher, bukan spesial dari paha deket-deket anunya kayak si Jessica. Tidak hanya itu, Jessica juga punya saingan cinta, yaitu Nara, yang ngebet banget mau terikat dengan Patrick lagi seratus tahun ke depan. Jadi vampir itu kalau nganuan dengan sesama vampir, itu artinya mereka akan terikat menjadi pasangan selama seratus tahun ke depan. Tapi curangnya lagi, mendapatkan kepuasan bagi vampir tidak perlu hanya dengan melakukan nganuan. Kalau kata Patrick, ada banyak cara, bahkan dengan ngisep-ngisep darah bisa klimaks. Eh, ada yang lebih curang, dalam mimpi juga bisa! Rasanya kayak beneran, tapi nggak beneran. Gitu, deh. Pokoknya curang. Bisa telepati-telepatian juga lagi kayak teleponan. Lumayan banget menghemat pulsa.... #penting

Setelah jadi vampir, masalah lain pun datang bertubi-tubi pada Jessica. Dari mulai harus menjelaskan pada kedua anaknya bahwa dirinya sudah jadi vampir, sampai menghindari Wraith yang mau membunuhnya. Udah gitu, ada monster lain yang membunuhi orang-orang di Broken Heart, dan Lorcan yang dituduh  jadi pelakunya.

Cerita ini seru, lucu, dan romantis. Cowok-cowoknya ganteng-ganteng semua, mungkin buat jadi vampir buat cowok itu butuh audisi dulu kali, ya (kayak kata Jessica, syaratnya musti punya tampang model majalah). Aku entah kenapa lebih suka Lorcan daripada Patrick, terus geregetan juga sama triplet lycan Damian, Drake dan Darrius. Sayangnya, aku kurang sreg dengan endingnya... kayak nanggung gitu... kurang nendang. Tapi ini cuma masalah selera, secara keseluruhan aku sangat suka buku ini.


XOXO,


2 komentar:

Layoutnya pink-pink juga >_<

that's my favorite novels

Poskan Komentar