Rabu, 11 November 2015

Cinder by Marissa Meyer


Judul: Cinder (The Lunar Chronicles #1)
Penulis: Marissa Meyer
Penerbit: Square Fish, Penerbit Spring
Genre: fairy-tale spin-off, fantasy, dystopia, romance
Format: Paperback, 387 pages


Sinopsis:

Humans and androids crowd the raucous streets of New Beijing. A deadly plague ravages the population. From space, a ruthless lunar people watch, waiting to make their move. No one knows that Earth’s fate hinges on one girl. 

Cinder, a gifted mechanic, is a cyborg. She’s a second-class citizen with a mysterious past, reviled by her stepmother and blamed for her stepsister’s illness. But when her life becomes intertwined with the handsome Prince Kai’s, she suddenly finds herself at the center of an intergalactic struggle, and a forbidden attraction. Caught between duty and freedom, loyalty and betrayal, she must uncover secrets about her past in order to protect her world’s future.


Review:



Kabar baik buat kalian yang sudah menunggu-nunggu edisi terjemahan Bahasa Indonesia untuk novel Cinder ini! Bulan Januari 2016 nanti rencananya Penerbit Spring akan menerbitkannya. Dan dengar-dengar, buku-buku berikutnya akan diterbitkan sebulan sekali.

Senang sekali Orinthia's Bookshelf mendapatkan kesempatan pertama untuk membaca terjemahannya. Dan dengan senang hati saya mengatakan bahwa terjemahannya sangat bagus. Kebetulan saya punya buku ini dalam Bahasa Inggris juga, jadi saya membacanya sengaja bergantian untuk membandingkan, dan saya sangat puas dengan terjemahannya. Empat jempol untuk penerjemahnya.

Dari segi cerita, seharusnya kalian bisa menerka dari 5 buah hati warna merah yang bertengger di bagian paling atas pos review ini. Saya selalu suka mengikuti cerita spin-off dari fairy tale, dan kebetulan memang banyak sekali cerita spin-off dari kisah Cinderella, salah satunya Cinder ini. yang disajikan dengan ide segar dan orisinal! Setelah menutup buku, saya bahkan merasa kehilangan, merasa ingin cepat-cepat membaca lanjutannya dan mengetahui apa yang terjadi dengan Cinder dan Pangeran Kai.

Jadi, cerita ini ditulis dengan setting New Beijing di waktu setelah perang dunia keempat. New Beijing adalah salah satu kota di Persemakmuran Timur. Setelah perang dunia keempat, banyak negara-negara yang hancur sehingga hanya tersisa enam negara saja. East-meets-West, katakanlah begitu jadinya dunia Cinder ini. Bahkan ada manusia yang sudah pindah ke bulan dan membentuk koloni di sana serta berevolusi!

Di jaman Cinder ini, sudah tidak aneh jika melihat banyak android di mana-mana membantu pekerjaan manusia. Begitu juga dengan keberadaan cyborg yang sayangnya dianggap kasta rendah oleh manusia normal. Dan di dunia Cinder ini ada wabah mematikan yang sedang menghantui para penduduknya, bahkan orangtua Pangeran Kai pun menjadi korbannya.

Cinderella kita di sini adalah seorang cyborg, ahli mekanik yang paling hebat di New Beijing. Saya suka sekali dengan sense of humor sarkasnya Cinder. Suka dengan kemandiriannya dan sikapnya yang tidak pasrahan saja sama ibu tirinya. Lalu saya juga senang sekali karena salah satu saudara tiri Cinder tidak dibuat jahat seperti cerita asli Cinderella. Saya bahkan jatuh sayang dengan karakter Peony yang masih berusia empat belas tahun dan sangat manis ini. Lalu ada juga Iko, android di keluarga angkat Cinder. Katanya Iko itu android sampah karena ada yang error, dijual partnya pun nggak laku-laku. Tapi Iko adalah android error yang paling menyenangkan, kekurangan dia justru merupakan kelebihannya menurutku. Daripada android kaku lain, aku akan lebih memilih Iko yang bisa dijadikan teman yang menyenangkan.

Karakter lain yang sangat berkesan buat saya adalah sang antagonis, Ratu Levana. Ratu Levana ini adalah ratunya orang bulan. Jahatnya bukan kepalang. Tapi kasihan, punya masalah kepercayaan diri sampai pakai kemampuan mengontrol pikiran orang untuk membuat dirinya selalu terlihat sangat cantik.

Begini, nih kalau mereview buku bagus, saya jadi bingung mana yang harus saya ceritakan dan mana yang tidak karena takut malah menimbulkan spoiler... intinya, saya suka sekali ceritanya, cara penceritaannya yang nggak bikin bosen, world buildingnya, karakter-karakternya... semuanya? Saya baca buku ini sampai susah sekali mau berhenti. Jadi, daripada baca ocehan saya yang nggak ada ujungnya, nantikan terbitnya, ya!

O iya, selama baca buku ini tiap ada Pangeran Kai saya nggak bisa nggak membayangkannya sebagai Kai EXO...


Dan Cindernya... Chloe Bennet? xD



Saya tidak tahu dengan reviewer lain, tapi saya sangat, sangat, sangat menyukai buku ini. Begitu selesai, saya langsung baca semua novellanya mulai dari Glitches, The Little Android, sampai The Queen's Army. Terus jadi nggak sabar buat segera melanjutkan ke buku keduanya, Scarlet!

XOXO,


2 komentar:

Haloo kak aku mau tanya, semoga kakak berkenan untuk menjawab pertanyaan aku. Bagaimana kak caranya mendapatkan buku dari penerbit-penerbit secara gratis. Apakah ada pengajuan untuk itu, haruskah mempunyai blog?

@maulfi: maaf aku baru lihat komentarmu... hm biasanya penerbit akan membuka penawaran reviewer di twitter/fanpage di FB. Biasanya sih memang harus punya blog dan akun Goodreads untuk memuat reviewnya.

Poskan Komentar