Jumat, 07 November 2014

Legend by Marie Lu


Judul: Legend
Penulis: Marie Lu
Genre: Dystopia, Fantasi, Romance
Penerbit: Penerbit Mizan/ Mizan Fantasi
Halaman: 382 halaman

Sinopsis:

Tahun 2130. Amerika Serikat telah terbagi menjadi dua wilayah: Republik di Barat dan Koloni di Timur. Keduanya menghadapi perang saudara yang tak ada habisnya. Seakan itu belum cukup, rakyat Republik di rumah-rumah kumuh harus menghadapi wabah penyakit dan konflik kesenjangan sosial.

Day, warga miskin Republik, mempunyai puluhan catatan kriminal dan tak punya rekaman sidik jari maupun potret diri. Selama lima tahun, pemuda itu menjadi buronan paling dicari, terlebih setelah dia dituduh membunuh Metias, salah satu tentara militer Republik.


June, adik perempuan Metias dari ranah elite dan calon prajurit militer, bersumpah untuk memburu Day demi membalas dendam atas kematian kakaknya, sekaligus mengabdi pada Republik. Namun, kenyataan berkata lain saat June dan Day saling jatuh cinta. Bagaimana hubungan keduanya berlanjut? Dan apakah yang akan dilakukan June untuk menghadapi intrik dengan Day serta negaranya?

My Review:

Fanmix yang saya buat malam-malam, efek fangirling. LoL.

Buku ini, atau serial ini... sepertinya akan jadi salah satu serial favorit saya sepanjang masa! Keren dan nggak membosankan dari awal sampai akhir.

Cerita ini mengingatkan saya pada Korea Selatan dan Korea Utara yang juga terbagi dua dengan perbedaan gaya hidup yang sangat kentara. Bedanya antara Republik dan Koloni ini selalu terjadi perang saudara yang tidak ada habisnya. Tidak hanya itu, segala konflik internal di dalam Republik pun terkuak satu per satu sepanjang buku. Benar-benar nggak ada waktu untuk merasa bosan! Saya seperti terhisap masuk ke dalam cerita, melihat semuanya secara langsung, merasakan apa yang dirasakan oleh Day, dan juga June. Hal-hal yang terjadi selama June memburu Day, dan konflik batin yang dirasakan June setelah dia berhasil menangkap Day... semuanya terasa nyata. Air mata saya juga nggak segan-segan membanjir beberapa kali. Di pertengahan buku, saya udah merasa hati saya dicabik-cabik... eh, ternyata di akhir buku, hati saya malah jadi berkeping-keping.

Marie Lu sangat pintar menyusun plotnya. Gaya penulisannya pun mengalir dan indah
(saya baca sambil ngintip versi Inggrisnya juga buat perbandingan). Saya sampai mikir, kapan saya bisa menulis seperti Marie Lu? xD

Kekurangan buku ini tidak banyak, dan sepertinya hanya karena selera pribadi aja. Buat saya usia 15 tahun itu terlalu muda untuk seseorang menjadi sehebat Day dan June. Pemikiran mereka sangat dewasa, dan gerak tubuh mereka juga sangat terlatih. Memang bukan tidak mungkin jika sedari kecil sudah dilatih sedemikian rupa, tapi rasanya akan lebih memuaskan kalau usia keduanya sudah sedikit lebih dewasa. 17 atau 18 tahun, misalnya. (Mungkin ini juga pertanda kalau saya udah tua, ya... hiks.)

Well, Prodigy... I'm coming!




XOXO,





PS. Saya nggak suka cover yang dipakai Penerbit Mizan.

6 komentar:

aku juga suka banget sama buku ini, salah satu buku terkece yg aku baca tahun ini :)

Sepanjang baca sibuk mikir ini dan itu haha.... xD

buku ini rada gagal buatku rin. Butuh 200 halaman lebih baru mulai berasa seru. 2 POV-nya mirip-mirip. Konfliknya gak jelas krn apa selain perebutan tanah.

Wah, sayang sekali... :'| emang selera, sih yah.

Aku udah lama punya stok ebook ini. Sayang covernya kok kurang menarik ya. Awalnya aku pikir semacam fantasy gitu. Habis baca reviewnya kok jadi kepengen baca yaa~ rugi banget kemarin nganggurin bukunya

Baca, Oky! Ini serial yang bagus banget!! xD
Temenku dlm seminggu abisin 3 buku sekaligus hahaha...
Aku sih baru sampe Prodigy sekarang, kesalip ama novel-novel Natal.

Poskan Komentar