Rabu, 18 Februari 2015

Champion by Marie Lu


Judul: Champion
Penulis: Marie Lu
Penerbit: Penerbit Mizan, Mizan Fantasi
Genre: Distopia, Romance, Young Adult, Fantasi
Edisi: Bahasa Indonesia, Paperback, 457 halaman

Sinopsis:

Perang kembali pecah. Pihak Republik dan Koloni saling mencurigai satu sama lain sebagai dalang di balik penyebaran virus baru yang mematikan. Kali ini, Koloni berada di atas angin karena bersekutu dengan Afrika. Untuk bertahan, Republik harus menemukan vaksin dari virus tersebut, dan jawabannya ada dalam diri Eden, adik Day. Atas perintah Elector, June harus membujuk Day untuk menyerahkan satu-satunya keluarga yang dimiliki pemuda itu.

Setelah semua penderitaan dan kehilangan yang mereka alami karena Republik, sanggupkah Day dan June memberikan pengorbanan yang lebih besar lagi untuk negara ini? Dan masih adakah secercah harapan bagi keduanya untuk menjalani hidup bahagia bersama?

Jangan lewatkan akhir yang mengejutkan dan mengharukan dari trilogi bestseller karya Marie Lu ini!


My Review:


"The Republic is weak and broken.
But it is still your country.
Fight for it.
This is your home, not theirs."


Mereview buku yang bagus itu susaaah. Bikin speechless karena rasanya pengin cerita semua sampai ke spoiler-spoilernya. Tapi berhubung buku pertama dan kedua seri ini udah saya review, rasanya nggak adil kalau buku terakhirnya nggak direview. Apalagi buku terakhir ini juga membuat saya sebagai pembaca merasa puas.

Marie Lu sungguh seorang penulis yang cerdas, juga sangat piawai menyusun kalimat. Saya membaca buku ini selang-seling dengan versi aslinya, karena teman saya bilang kalau tulisan Marie Lu itu indah. Dan memang benar begitu. Dan saya salut juga sama penerjemah buku ini karena terjemahannya pun tidak kalah dengan tulisan penulis aslinya.

Pada kisah terakhir ini, perang antara Republik dengan Koloni benar-benar pecah. Ibukota Republik berhasil dikuasai oleh Koloni, dan rakyat ibukota terpaksa harus dievakuasi ke Los Angeles. Terlihat sekali kesenjangan sosial di mana rakyat yang kaya didahulukan sementara rakyat miskin dibiarkan begitu saja. Kalau bukan karena Day yang memaksa supaya rakyat miskin juga diperlakukan adil, pasti mereka nggak bakalan dapat tempat berlindung. Kelompok Patriot akhirnya bergabung membantu Republik dengan Anden sebagai Elector barunya. Anden yang memiliki misi berbeda dari pendahulunya ini sangat charming dan bikin saya gemes, apalagi saat dia begitu pandai menahan diri saat rapat dengan para senator picik Republik, juga saat dia bernegosiasi dengan pemimpin Antartika untuk meminta bantuan... duh, benar-benar pemimpin idaman....

Lalu, lalu... Eden juga kereeeeen.... Meski umurnya baru sebelas tahun, tapi dia juga memiliki darah Wing yang pemberani. Waktu dia bilang kalau dia mau membantu Republik mendapatkan obat penawar untuk wabah... rasanya saya mau peluk dia erat-erat. Plus, waktu Eden sudah besar... dia berkacamata................. #lemahsamakacamata

Terus endingnyaaaaaaaaaa... endingnyaaaaaaa... so sweeeeet.................!

Terus... kayaknya saya mesti berhenti di sini sebelum saya kelepasan cerita semuanya......

Intinya, kalau belum baca seri ini... bacalah.



XOXO,


2 komentar:

kak nyari buku champion ini di mana? aq udah beli sih yg legend n prodigy. tp yg champin susah carinya. di gramedia gag ad

@suryadi: saya dulu beli lgsg 1 set, sih. coba cari di toko buku online, mungkin msh ada.

Poskan Komentar