Kamis, 26 Februari 2015

Romansick by Emilya Kusnaidi


Judul: Romansick
Penulis: Emilya Kusnaidi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Metropop, Romance, Chicklit
Edisi: Bahasa Indonesia, Paperback, 280 halaman

Sinopsis:


Her life was almost perfect. Pekerjaan sebagai editor di majalah fashion ternama, rekan kerja yang baik hati meskipun doyan gosip, serta dua sahabat cowok yang selalu ada ketika dibutuhkan. So what a girl could ask for more? Well, please underline the ‘almost’ part.

Audrey ‘Dre’ Kahono jatuh cinta setengah mati dengan Eren, sahabatnya––namun nggak pernah punya keberanian untuk mengungkapkan hal itu. Sebuah pengakuan mendadak dari Eren membuatnya terseret dalam insiden penuh kesialan yang berujung pada serentetan drama baru; pertemuan tanpa sengaja dengan Austin yang moody setengah mati, insiden di pelataran parkir, dan belum lagi soal liburan ke Bintan yang mendadak namun berakhir mengejutkan!

Austin yang persisten mendekati Dre membuat Dre kesal tapi lama-lama suka. Nah, masalahnya, ketika Dre mulai dekat dengan cowok lain, Eren malah kelihatan uring-uringan. Belum lagi drama antara Dre dan Eren berakhir, Austin malah menambah drama baru dalam hidupnya...


My Review:

Pertama-tama, aku mau ngucapin selamat dulu buat Meme karena novel solo pertamanya akhirnya terbit! Novel yang cantik, dengan sampul cantik, serta penulis yang cantik. Haha... ini combo cantik ceritanya.

Dari segi gaya cerita, style Meme mengingatkan aku pada Ika Natassa. Dengan gaya memadukan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris pada dialog bahkan narasi cerita. Bedanya, pemakaian Bahasa Inggris di buku ini tidak sebanyak buku-buku Ika kok. Tapi buat aku yang pada dasarnya kurang nyaman dengan gaya gado-gado gini, rasanya masih berlebihan. Tapi ini hanya masalah selera aja. Secara keseluruhan, tulisan Meme renyah dan enak dibaca. Mengalir hingga membaca buku ini tidak terasa melelahkan sama sekali. Sayangnya, masih ada sedikit kesalahan pada grammar dan juga typo yang agak mengganggu.

Nah, kalau dari ceritanya, aku suka. Aku sematkan 3 bintang untuk ceritanya, dan 1 bintang untuk sampul cantik itu. Sejujurnya, kemunculan Austin agak telat. Kenapa? Karena pas baca, aku keburu menyimpulkan kalau cerita ini adalah tentang cinta segitiga antara Dre dengan kedua sahabatnya--Tara dan Eren. Malah saya sempat nge-ship Tara dan Dre. Hahaha.... dan kemunculan Austin membuatku ingin ngusir tuh cowok aja jauh-jauh. Kidding. Dre jatuh cinta sama Eren sejak masih sekolah, tapi Eren yang tidak sensitif itu sama sekali nggak sadar dengan perasaan Dre. Padahal, kalau ngeliatin Eren, udah jelas banget betapa cintanya cewek itu sama Eren. Tara aja sampai gemas karena Dre nggak juga ngambil langkah agresif buat menyatakan perasaannya sama Eren. Tapi bukan karena Dre nggak mau sih. Tiap kali Dre mau mencoba, Eren selalu membuatnya teringat kalau di hati Eren sudah ada cewek lain--Ayuna. Bahkan dengan polosnya, Eren memberitahu Dre rencananya untuk melamar Ayuna dan mengajak Dre memilihkan cincin untuk Ayuna.

Ew... sakitnya tuh di sini. Gitu kali ya perasaan Dre ngedengernya.

Perasaan kacau Dre setelah pemberitahuannya itu membawanya pada pertemuan lain. Dengan Austin Cheo, cowok yang kayaknya nggak suka banget keinginannya dibantah. Sangat persistent sampai-sampai bikin Dre dan aku jadi eneg. Tapi Austin juga punya pesonanya sendiri dengan sifatnya tersebut. Secara fisik pun Austin adalah cowok yang ganteng bila dibandingkan dengan Eren. Matanya sehitam batu kecubung, saking seringnya dideskripsikan kayak gini, aku sampai Googling batunya kayak apa. Eh ternyata batunya cantik. #loh Yang jelas, dibanding Eren yang membosankan, Austin seperti angin segar yang bikin Dre deg-degan sampai sifat sarkasnya keluar terus. Sepertinya Dre ini tsundere akut. Dramanya tidak sampai di situ saja. Ada drama lain yang mengikuti hidup Dre setelah bertemu dengan Austin. 

Abis dibaca, Romansick kayak abis dijeburin
ke kolam permen.
Kayak apa dramanya? Mending kamu ke toko buku sekarang dan beli Romansick lalu segera dibaca.

Buat yang menyukai fashion, mungkin akan senang membaca buku ini karena banyak sekali merk-merk terkenal bertebaran di sepanjang cerita. Karena Dre si tokoh utama bekerja sebagai executive editor di salah satu majalah fashion ternama bernama Jalouse, dia jadi update banget soal fashion dan itu tercermin dari penampilan dan hobinya hidup hedon. Dari buku ini, aku jadi bertambah ilmu soal fashion yang rasanya bakal berguna suatu saat. Hehehe....


Semoga buku ini cetak ulang dan kesalahan grammar serta typonya bisa diperbaiki.
Sukses terus buat Meme!



XOXO,


2 komentar:

Sono sini bahas cinta segitiga n masalaluuu, menarik tapi

Pada akhirnya buku ini bukan tentang cinta segitiga, kok. :D

Poskan Komentar