Selasa, 31 Maret 2015

The DUFF by Kody Keplinger

Maret 2015 - Adaptasi Buku ke Film




Judul: The DUFF
Penulis: Kody Keplinger
Penerbit: Poppy
Genre: YA, Romance, Realistic Fiction
Format: Ebook, 270 halaman

Sinopsis:
(ini terjemahan ngasal ala saya jadi maafkan kalau ada bahasa yang tidak berkenan wkwkwk)

Bianca Piper, 17 tahun, adalah seorang cewek yang sinis namun setia. Dia tidak pernah berpikir bahwa dirinya adalah yang paling cantik di antara teman-temannya. Dia juga terlalu pandai untuk jatuh pada pesona dari idola sekolah mesum seperti Wesley Rush. Faktanya, Bianca membencinya. Dan saat cowok itu menjulukinya "Duffy", Bianca menyiramkan Coke ke wajahnya.

Akan tetapi keadaan tidak benar-benar baik di rumah saat ini. Demi mencari pengalihan, Bianca akhirnya mencium Wesley. Dan ia menyukainya. Dengan keinginan untuk kabur, dia melemparkan dirinya ke dalam hubungan musuh-tapi-nganuan yang aneh dengan Wesley.

Hingga keadaan menjadi sangat serba salah, Bianca menyadari bahwa Wesley adalah seorang pendengar yang baik, dan kehidupannya cukup kacau juga. Tiba-tiba saja Bianca menyadari dengan kengerian yang luar biasa, bahwa dirinya telah jatuh cinta pada cowok yang selama ini dia pikir dia benci melebihi orang lain.

My Review:

Sebenarnya, ebook ini udah nangkring lama sekali di folder laptop saya. Asal download lalu terlupakan begitu saja. Baru kemudian teringat lagi sejak saya sok-sokan aktif ngurus Bookstagram saya (IG bookie_rin) dan kenal dengan banyak pecinta baca lainnya di sana. Nah, banyak sekali yang posting foto buku ini di timeline IG-nya dan mereka semua bilang suka sekali dengan buku ini. Gara-gara itu, saya jadi ikutan penasaran dan masukin ebook ini ke Nook saya. Apalagi film adaptasi dari buku ini udah ada poster coming soon-nya di XXI, jadi makin pengin baca deh.

Saat saya mulai baca buku ini, saya nggak baca sinopsisnya lebih dulu. Main tabrak aja. Dan akhirnya saya jadi kaget karena hubungan musuh-tapi-nganuan yang dijalani oleh Bianca dengan Wesley Rush. Saya sempat pesimis untuk melanjutkan tapi akhirnya saya putuskan untuk tetap membacanya dan saya tidak menyesal sama sekali.

Bianca, dengan masalah-masalah yang sedang terjadi dalam hidupnya, memanfaatkan Wesley Rush sebagai pelarian supaya dirinya tidak kepikiran dengan masalah-masalah yang bikin dirinya stress itu. Mulai dari masalah keluarga, hubungan dengan mantan yang brengsek, sampai dengan cowok yang bertahun-tahun ditaksirnya diam-diam. Awalnya, saya bisa paham kenapa Wesley begitu dibenci oleh Bianca. Apalagi karena cowok itu ngasih julukan Duffy (di mana DUFF adalah singkatan dari Designated Ugly Fat Friend) yang artinya Bianca itu adalah yang paling jelek di antara teman-teman mainnya (Casey dan Jessica). Siapa coba yang nggak marah dijulukin kayak gitu?

Namun, hubungan antara Bianca dengan Wesley ini makin lama makin manis. Dan itu yang bikin saya jadi urung berhenti membacanya. Nggak ada orang yang benar-benar sempurna, dan nggak ada juga yang benar-benar nggak sempurna. Dan Wesley Rush pun seperti itu. Tuduhan-tuduhan yang Bianca berikan pada cowok itu pada akhirnya tidak berarti lagi. Namun ketika Bianca menyadari bahwa dirinya jatuh cinta pada cowok itu, dia kembali berusaha lari lagi karena baginya Wesley terlalu sempurna dan tidak mungkin perasaannya terbalas. Daripada makan hati mendingan menjauh dan mengalihkan perhatiannya pada Toby Tucker yang selama ini disukainya.

Tentu saja masalahnya nggak sesederhana itu. Mau tahu gimana endingnya silakan baca aja buku ini yaaah!


XOXO, 








PS: Selain untuk baca bareng BBI, buku ini juga dibaca untuk NARC 2015 dan Lucky No. 15~

0 komentar:

Poskan Komentar