Rabu, 28 Oktober 2015

Sayap-Sayap Kecil by Andry Setiawan


Judul: Sayap-Sayap Kecil
Penulis: Andry Setiawan
Penerbit: Penerbit Inari
Genre: Young Adult, Teenlit, Light Fantasy, Realistic Fiction
Format: Paperback, 122 halaman


Sinopsis: 

1. Namaku Lana Wijaya
2. Ibuku suka memukul dan menyiksaku bahkan dengan kesalahan sekecil apa pun. Seperti ketika aku lupa membeli obat nyamuk.
3. Aku punya tetangga baru, cowok cakep yang tinggal di sebelah rumah.
4. Kehadiran cowok cakep tidak mengubah kenyataan bahwa aku sering pergi ke sekolah dengan bekas memar di sekujur tubuhku.
5. Doakan aku supaya bisa lulus SMA secepat mungkin dan pergi dari rumah sialan ini.

Buku ini adalah buku harianku. Aku tidak akan merahasiakannya dan membiarkan kalian untuk membaca kisah hidupku yang tidak terlalu sederhana ini. Mungkin sedikit aneh, tapi aku harap kalian bisa belajar dari aku.


Review:

Sayap-Sayap Kecil adalah sebuah cerita tentang seorang gadis remaja bernama Lana Wijaya yang hidup berdua dengan ibunya. Sewaktu ia masih kelas 6 SD, ibunya membawa ia kabur dari ayahnya, dan selama lima tahun Lana hidup di bawah pukulan dan siksaan batin dari ibunya. Masalah sepele seperti lupa menyiapkan makan siang saja bisa membuat ibunya naik pitam, memukuli Lana, dan mengata-ngatai putrinya itu dengan makian yang tidak pantas diucapkan oleh seorang ibu.

Karena begitu sering ia pergi ke sekolah dengan memar di tubuhnya, Lana memutuskan untuk tidak berteman dengan siapa pun, ia bahkan sengaja menyendiri saat jam istirahat dengan membawa bekal dari rumah sehingga ia tidak perlu ke kantin. Semua itu semata-mata agar tidak ada temannya yang tanpa sengaja melihat memar di tubuhnya lalu bertanya-tanya dan melaporkan tindak kekerasan ibunya pada guru karena hal itu malah membuat amarah ibunya semakin parah.

Cerita ini ditulis dalam bentuk buku harian, di mana Lana sehari-hari mencurahkan isi hatinya di sana.

Suatu hari, saat Lana sedang menyendiri di tempat rahasianya sambil bernyanyi dan bermain gitar, Surya tiba-tiba muncul dan sejak hari itu selalu bersama-sama dengan Lana. Surya membuat hari-hari Lana terasa lebih menyenangkan, dan bahkan membuat Lana menyukai Surya. Sayangnya, hal tersebut tidak mengubah ibunya. Semakin hari kemarahan ibunya semakin menjadi-jadi, pukulan yang diberikan semakin menyakitkan.

Cerita di buku ini buat saya sangat realistis. Banyak di luar sana anak-anak korban penganiayaan yang tidak mau membongkar kasusnya karena pemikiran yang sama dengan Lana, yaitu takut kehilangan orangtua. Hal ini membuat saya bisa mengerti mengapa Lana begitu keras kepala menyembunyikan perlakuan ibunya dari orang-orang. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan. Semoga saja lewat buku ini akan ada banyak mata yang terbuka. Semoga anak-anak yang senasib dengan Lana mendapatkan perlindungan yang layak.

Ending cerita ini merupakan twist tersendiri yang membuat cerita ini jadi berbau fantasi ringan. Tidak buruk, kok. Menurut saya ending ini menyenangkan. Senang sekali membaca sebuah buku tipis yang ringan namun meninggalkan kesan yang cukup mendalam. Saya sangat merekomendasikan buku buat kalian yang sedang membaca review ini.

Last but not least, buku ini adalah buku pertama yang diterbitkan oleh Penerbit Inari, imprint dari Penerbit Haru yang akan menerbitkan karya-karya penulis Indonesia. Semoga buku-buku berikutnya lebih baik lagi dari ini! Terima kasih untuk kepercayaannya pada Orinthia's Bookshelf untuk membaca dan mereview Sayap-Sayap Kecil.


XOXO,


1 komentar:

Covernya manis, tapi entah kenapa aku jadi inget cover novel-novelnya Agatha Christie yg baru xD
Jadi-jadi, Kak Andry nerbitin novel dlm waktu yg berdekatan, ya? Lalu, menurutku yg diangkat lumayan berat ya, ttg kekerasan pada anak. But, novelnya tipis, mungkin bisa disebut novelet?
Jadi, kepo sama endingnya ><

Poskan Komentar