Selasa, 19 April 2016

Always the Bride by Jessica Fox

Foto diambil dari instagram Penerbit Esensi.
★★
Judul: Always the Bride / Pengantin Baru (Lagi)
Penulis: Jessica Fox
Penerbit: Esensi
Genre: romance, chicklit
Format: Paperback, 240 halaman

•••

Sinopsis:

Tidak semua hal dapat berjalan
sesuai keinginan kita.

Namun, Zoe Forster selalu berusaha untuk memiliki hidup sempurna. Jadi, ketika seorang cenayang pada pesta lajangnya meramalkan bahwa ia akan menikah dua kali, ia tidak ambil pusing. Semua orang tahu bahwa Zoe dan Steve ditakdirkan bersama selamanya.

Tetap saja, pernikahan fantastis macam apa pun harus menghadapi lika-liku di kemudian hari, dan dalam setahun, hal-hal tak terduga terjadi. Hadir pula seorang bintang film superseksi bernama Luke Scottman dalam kehidupan Zoe. Zoe dan Steve pun menemukan masa lalu masing-masing yang tidak seindah dugaan mereka. Tampaknya ramalan sang cenayang akan menjadi kenyataan....

•••

Review:

Always the Bride sungguh merupakan sebuah cerita roman yang ringan dan menyenangkan untuk dibaca di kala senggang sambil menyesap teh beraroma musim semi. Terjemahannya mengalir dan tidak bikin kening berkerut saat membacanya. Covernya juga cantik sekali, lebih cantik daripada cover aslinya menurutku.

Kisah dimulai dengan munculnya seorang cenayang pada pesta lajang Zoe dengan Steve. Bayangkan saja bagaimana perasaan kamu kalau tiba-tiba seminggu sebelum hari pernikahan, seorang cenayang berkata bahwa kamu akan menikah dua kali?! Kalau aku yang jadi Zoe, pastinya bakalan kepikiran meski di mulut akan menyangkal dan berusaha terdengar tidak peduli. Pastinya akan muncul pertanyaan-pertanyaan dalam benakku tentang alasan apa yang membuat pernikahanku minggu depan tidak berhasil, dan jelas akan memikirkan apakah pasanganku adalah jodohku atau bukan?

Zoe adalah seorang wanita yang serba teratur, bahkan dijuluki si tukang ngatur oleh teman-temannya. Wanita perfeksionis yang juga kreatif. Ia dan Steve adalah pasangan paling sempurna di mata orang-orang di sekitar mereka. Pernikahan mereka adalah takdir. Tapi sebenarnya, di balik kesempurnaan tersebut, ada borok tersembunyi yang hanya diketahui oleh Zoe, Steve, dan tentunya beberapa orang yang terlibat dengan keborokan tersebut. Dan yang namanya borok, mau disembunyikan sebaik apa pun, suatu saat akan terbongkar juga. Begitu pun dengan rahasia Zoe dan Steve.

Rahasia-rahasia mereka yang terbongkar itu membuat kehidupan sempurna Zoe dan Steve terguncang dengan hebatnya, bahkan tidak hanya antara Zoe dan Steve saja, tapi juga membuat hubungan persahabatan Zoe dan Fern rusak. Tidak hanya itu, kehadiran Luke Scottman serta keterlibatan sahabat Steve yang ternyata brengsek luar biasa membuat guncangan tersebut makin menjadi-jadi.

Siapa sebenarnya yang Zoe cintai? Steve, atau Luke? Siapa yang sebenarnya dicintai Steve? Zoe atau Trinity? Apakah Fern akan memaafkan Zoe? Apakah Zoe benar-benar akan menikah dua kali?

Dengan siapa Zoe akan berakhir? Bagian ini agak tidak terduga, kupikir bakal sama si anu, ternyata akhirnya sama anu, tapi aku puas dengan endingnya, sih.

Singkat cerita, buku ini menyenangkan. Aku tidak menyesal membacanya. Latar profesi di bidang perfilman juga menarik dan cukup tergambarkan dengan baik di buku ini. Ada beberapa salah ketik, tapi tidak terlalu mengganggu.

Oh, iya. Buku ini merupakan buku terakhir dari serial Hen Night Prophecies, alias buku ke-5. Apakah Penerbit Esensi menerbitkan 4 buku sebelumnya? Ceritanya saling berkaitan sepertinya (meski tidak mengganggu meski aku baca langsung buku ini), dan setelah baca buku ini, aku jadi ingin baca 4 buku lainnya itu!

Terima kasih, Penerbit Esensi karena telah menghadiahkan buku ini untukku!


XOXO,


0 komentar:

Poskan Komentar