Kamis, 14 April 2016

Blogtour & Giveaway Honeymoon for Sophie


Halo, halo! 

Bagi para pencinta novel-novel chicklit yang cerdas dan menghibur, pastinya nggak akan mau ketinggalan untuk ikutan giveaway novel Honeymoon for Sophie ini! Bakal rugi banget, deh. Soalnya novel buah karya Retha ini adalah novel yang memiliki tokoh-tokoh utama sangat relatable dengan kita-kita. Mudah sekali merasakan keterikatan dengan mereka, setidaknya itu yang aku rasakan waktu membaca novel ini. Kalimat yang disusun sangat enak dan mengalir sehingga tanpa terasa sudah selesai saja dibaca. Untuk tahu lebih banyak, bisa baca resensi saya di sini.

Cara ikutan giveawaynya mudah saja. Simak daftarnya di bawah ini:
  1. Kamu harus mengikuti blog ini via GFC dan follow akun Twitter @orinthialee karena pengumuman seputar giveaway ini bakal saya sampaikan di sana selain lewat email.
  2. Share giveaway yang akan berlangsung sampai tanggal 20 April 2016 ini di akun socmedmu, boleh twitter atau Facebook dan cantumkan linknya di kolom komentar bersama biodata dan opinimu.
  3. Tuliskan opinimu tentang: "Buat Cewek, Menikah Itu Harus Nggak, Sih?" di kolom komentar bersama biodata: Nama, Domisili, Alamat e-mail yang aktif, akun Twitter, Link share Twitter. Paling lambat tanggal 20 April jam 11.30 malam.
  4. Pengumuman pemenang (1 orang) akan diumumkan antara tanggal 21 - 23 April 2016. Jadi harap bersabar, ya.
Semoga beruntung!

XOXO,


11 komentar:

Nama: Lina Riyanty
Domisili: Jakarta
Email: lina.riyanty@gmail.com
Twitter: @arynity
Link Share: https://twitter.com/arynity/status/720620045164916736

Jawaban: Wah Orin, pertanyaanmu sangat kekinian. Jawaban saya bisa panjang. Kalau untuk saya pribadi apakah cewek harus menikah atau nggak? jawabnya nggak harus.

Pertama mungkin harus ditanya dulu sama masing-masing pribadi, tujuan nikah itu untuk apa? Kalau untuk bahagia, saya tidak setuju, karena seolah kita tergantung sama orang lain untuk bahagia. Nikah bagi saya adalah sebuah tanggung jawab besar, sebuah komitmen besar. Bukan hanya sebuah status untuk pengakuan keluarga dan teman. Kita memang tinggal dalam kultur dan society yang kurang menguntungkan untuk cewek. Karena cewek baru dianggap dewasa kalau sudah menikah alih-alih mandiri (bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri).

Ada teman yang mengatakan, saat pacaran, orang mau nikah, saat sudah nikah, orang mau punya anak, saat sudah ada anak, orang mau balik keadaan seperti pacaran lagi. Dengan kata lain menikah (dan kalau memiliki keluarga) seperti sebuah penjara (I know this word too sharp), tapi bukan berarti aku anti menikah, anak atau keluarga. Karena kalau pernikahan kita sehat, justru menikah itu membahagiakan. Ada pasangan untuk bersandar dan berdiskusi. Ada anak untuk diajarkan mengenai pandangan kita terhadap dunia (jangan jadikan anak sebagai investasi untuk merawat kita di hari tua yah). Tapi siapapun yang ingin menikah, kuharap tujuannya tidak semata karena igin bahagia, ingin punya anak, ataupun sekedar validasi cinta.

Istilahnya aku lebih mengutamakan kualitas dalam pernikahan itu. Kadang saat nikah dan sudah punya anak, biasanya energi pasangan lebih terfokus dan tercurah untuk anak sampai lupa waktu untuk berdua.

Eniwei, menurut saya lebih penting memikirkan bagaimana cara bisa hidup mandiri sampai tua tanpa menyusahkan siapa-siapa. Punya usaha dan rumah sendiri, punya banyak teman jadi tidak perlu khawatir kesepian saat tua, karena nanti anak dan keluarga pun punya kehidupan masing-masing. Selain itu kalau mandiri secara keuangan tanpa tergantung orang lain, kita malah bisa bantu orang lain seperti keluarga yang membutuhkan.

Kalau baca sinopsisnya, karakter dan sikon Mona mirip aku, jadi makin penasaran. Thx untuk GA-nya.

Nama: Puji P. Rahayu
Twitter: @Purahayu
Email: prahayu.pr@gmail.com
Domisili: Depok
Link: https://twitter.com/Purahayu/status/720639558375739392

"Buat Cewek, Menikah Itu Harus Nggak, Sih?"

Hemm. Pertanyaan yang cukup sulit, Kak. Heuhue. Duh, duh. Berhubung saya ini masih unyu munyu dan tak tahu apa-apa. Jujur saya bingung. I means, aku belom berniat cari pasangan hidup dan mikirin nikah gitu looh. Aku masih mikirin gimana caranya bisa ngerjain lebih dari 20 tugas kuliah dengan baik dan selamat di semester empat ini. Huehu.

Hemm. Oke. Sebagai seseorang yang idealis, aku akan jawab, a woman should marry. For her sake, I know that she should do. Why? Mau kayak gimana pun, seseorang nggak bisa hidup sendiri tanpa pasangan.

Tapi, aku juga percaya kalau ada orang-orang yang nggak mau 'terdominasi' oleh kaum laki-laki. *Wuss. Such a feminist thought, tho? Hahah. Ya mungkin mereka nggak akan milih untuk nikah.

Kalau untuk diriku sendiri sebagai seorang perempuan, aku memilih untuk bilang kalau menikah itu perlu. Karena aku nggak mau nanti hidup sendirian :)

Nama: Aulia
Domisili: Serang
E-mail: auliyati.online@gmail.com
Twitter: @nunaalia
Link share: https://twitter.com/nunaalia/status/721168662397194241

"Buat Cewek, Menikah Itu Harus Nggak, Sih?"

Menikah itu ibadah, menyempurnakan setengah Dien (agama), mengikuti sunnah Rasulullah, menghindarkan diri dari zina, dan memperbanyak keturunan. Setiap hal yang dilakukan di dalamnya mengandung pahala dari melayani suami, menjaga harta dan kehormatannya, sampai mengandung dan melahirkan, juga mendidik anak-anak. Menikah juga memberikan ketentraman hidup, bisa dibilang surga di dunia.

Sebagai manusia kita juga adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Dan pasangan adalah orang terdekat yang kita butuhkan untuk mendampingi kita dan berbagi segala hal bersama.

Walaupun dalam pernikahan kerap kali muncul masalah, namun itu adalah dinamika kehidupan. Selama manusia masih bernafas, masalah akan selalu ada karena itulah kehidupan. Dan bersama pasangan kita akan bisa menghadapi dan mengatasi masalah tersebut bersama-sama.

Jadi menurutku buat cewek menikah itu harus karena lebih banyak kebaikannya.

BTW, Orin aku mau ringkasin jawabannya soal "Buat Cewek, Menikah Itu Harus Nggak, Sih?" Jadi penekanan ada pada kata "harus"

Kalau setiap orang (gak cuma cewek doang) harus menikah, ada kesan, pencapaian hidup atau tujuan hidup itu adalah menikah.

Gimana dengan mereka yg memilih single untuk suatu hal yang mungkin lebih prinsipil? misal pekerjaan mereka sebagai biarawan atau suster? atau hal-hal lain yang butuh pengabdian

Menurutku menikah seperti suatu bagian cerita kehidupan tapi menikah sebaiknya tidak dijadikan pencapaian hidup. Jadi ada orang-orang yang memang mempunyai kisah menikah dalam kehidupan mereka dan ada yang tidak.

Kalau mau pencapaian hidup lebih baik pilih hal seperti, misal jadi CEO perusahaan multi nasional, menjadi orang Indonesia pertama yang dapat nominasi Oscar, atau penulis yang bisa menembus pasar Internasional.

Mungkin aku jawab begini karena udah cukup banyak lihat kehidupan mereka yang menikah dan single sama-sama bisa bahagia dan sama-masa bisa tidak, tergantung dari diri mereka sendiri. (Umur memberikan bayak pengalaman)

Sayangnya mungkin budaya kita masing menganggap menikah adalah pencapaian hidup dan tingkat kedewasaan. Karena itu kalau ketemuan pasti tanyanya, "Kapan nikah?"

Jadi harus atau tidak harus? jawabku tidak harus :)

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Nama: Ari
Domisili: Lampung
Email: muthia_batari@yahoo.com
Twitter: @tiarizee
link share: https://twitter.com/tiarizee/status/721681750565388288

Menurutku menikah itu harus karena penting :) Tapi dengan catatan menikah dengan alasan yang tepat. Karena memang pada dasarnya manusia dilahirkan dengan keinginan untuk mencintai dan dicintai. Lalu bukankah lebih baik kalau cinta itu dijaga bersamaan dalam mahligai rumah tangga? Ya, walaupun memang dalam menikah cinta bukan satu-satunya alasan untuk menikah, dimana pondasi kuat sebuah perkawinan menurutku adalah 3K; kecocokan, kepercayaan, dan komunikasi.

Namun bukan berarti menikah itu harus buru-buru dilakukan. Maksudku, biarkan segalanya mengalir sebagaimana mestinya, ikuti saja alur kehidupan membawa kita kearah mana, tapi ingat, takdir bisa berubah bila manusia itu sendiri yang berusaha. Kalau memang sudah ketemu yang pas, untuk apa menolak?
Menikah bukan suatu paksaan yang malah nanti berakhir fatal karena pernikahan tersebut bukan didasarkan pada cinta dan 3K--menurutku--seperti cinta pada pandangan pertama(oh, ayolah, itu hanya perasaan sementara!), mengatasi rasa kesepian, sebagai ajang pemberontakan, apalagi karena harus memuaskan hasrat orang-orang yang terlalu sering menanyakan kita 'kapan menikah?'. Sungguh, itu alasan yang sangat salah.

Aku menghargai semua orang yang belum mau menikah. Karena pada saatnya nanti--aku masih SMA, btw--aku pun akan mendapatkan pertanyaan seperti itu pastinya. Namun sekarang pun aku sudah mendapatkan pertanyaan yang menyerempet ke arah sana kok, seperti; "Kapan punya pacar?"
Ah mendengat pertanyaan jenis begini, tentu membuatku langsung jengah. Apalagi buat yang ditanya kapan menikah, duh.

Menurutku semua orang punya pilihan masing-masing, terlepas dari baik tidaknya pilihan yang diambil. Memaksakan kehendak pada orang lain untuk segera menikah pun bukanlah hal yang etis menurutku. Karena pernikahan adalah hal sakral. Perlu pemikiran matang-matang untuk melangkah ke jenjang ini. Aku sangat menyayangkan bagaimana mudahnya orang mempertanyakan pertanyaan sensitif ini.
Namun aku juga tidak sepenuhnya setuju pada orang yang memilih untuk melajang terus menerus. Aku tahu menikah bukan hanya sekadar untuk kebahagiaan, meneruskan keturunan, dan juga memuaskan hasrat keluarga yang hobi bertanya kapan menikah. Tapi mengingat kembali kita tinggal di negara Indonesia, yang sedikit saja hal tidak biasa ataupun berbeda dari orang lain, tentu saja mengundang bibir-bibir nakal untuk membicarakannya. Lalu, bukankah dalam agama pun menikah memang dianjurkan untuk dilaksanakan?
Intinya menurut pemikiranku, siap tidaknya seseorang untuk menikah bukanlah hal yang salah. Namun ada waktunya masa lajang itu akan berakhir, dan memang sudah seharusnya. Toh pada suatu saat, seseorang yang melajang pasti ada saatnya akan merasa jenuh. Aku yakin, senyaman-nyamannya orang dalam kesendirian, perasaan jenuh yang dominan karena rasa kesepian itu pun sering menghampiri dan sulit sekali ditepis.

Bukankah memang berdua itu lebih baik?

Nama : Nisa Rahmah
Domisili : Samarinda
Email : rahmah977@gmail.com
Twitter : @niesya_bilqis
Link Share : https://twitter.com/niesya_bilqis/status/722640786190303232

Wah namanya Sophie waaah, pengen baca waaaah, apalagi temanya seputar pernikahan....

Menjawab pertanyaan yg ditanyakan Kak Orin di sini, tentang "Buat Cewek, Menikah Itu Harus Nggak, Sih?" jawabannya boleh sambil curhat dikit nggak? :D

Kalimat "harus atau tidak" itu kembali ke pilihan masing-masing orang yang tentunya memiliki pendapat dan pemikiran yang berbeda-beda. Kalau menurut saya pribadi, setiap perempuan harus menikah. Mengapa? Karena menikah itu menyempurnakan. Memiliki seorang pendamping tentunya (dan idealnya) akan membuat hidup seseorang seimbang. Kalau mengutip lagunya Padi:

"Kau bagaikan angin
Di bawah sayapku.
Sendiri aku tak bisa seimbang
Apa jadinya bila kau tak di sisi."

Sebuah pernikahan tentunya akan menyeimbangkan hidup di mana sisi perempuan akan menjadi penyeimbang bagi kehidupan laki-laki, begitu pula sebaliknya. Saling melengkapi. Lalu, dengan menikah, selain langkah kecil membentuk peradaban juga proses untuk melestarikan keturunan dan melanjutkan ideologi. Maksudnya ideologi di sini, pemirikan yang setiap manusia miliki akan bisa ditransferkan ke dalam lingkup yang terkecilnya yaitu keluarga.

Tapi..., ternyata memang tidak semua orang yang memiliki jalan mudah menuju pernikahan. Ada yang sudah pacaran lama tapi tak kunjung maju juga perjalanan mereka, ada juga yang sudah memaksimalkan upaya mencari calon pendamping namun belum ketemu dengan jalannya. Maka dari itu, ke"harus"an di sini bisa menjadi fleksibel, tergantung dari sejauh mana mereka menunggu jalan kemudahan akan terbuka untuk menuju ke gerbang pernikahan. Daripada memaksakan harus menikah namun pada akhirnya merusak proses pernikahan itu sendiri, maka memang lebih baik melakukan hal-hal lain sebelum kemudanan menuju ke kehidupan baru itu pada akhirnya akan terwujud.

PS yang OOT dari pertanyaan: Sophie, namanya seperti karakter yang saya punya, yang juga lagi galau nunggu kapan giliran dia menikah (saya juga sih xD). Siapa tahu Sophie lain di sini nasibnya jauh lebih baik dari Sophie saya :D

Nama : Nova Indah Putri Lubis
Domisili : Medan
Email : n0v4ip[at]gmail[dot]com
Twitter : @n0v4ip
Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/722661610314153987

"Buat Cewek, Menikah Itu Harus Nggak, Sih?"

Bagi saya menikah adalah keharusan. Karena dengan menikah kita tidak hanya mendapatkan pendamping yang bisa melengkapi hidup kita dan juga melindungi kita, tapi yang lebih penting lagi, menikah menghindarkan kita dari perbuatan zina. Dengan menikah kita bisa melakukan banyak hal bersama pasangan halal kita tanpa perlu takut dengan cibiran orang dan tanpa perlu takut akan melakukan dosa besar... :)

Terima kasih GA nya ^^

Nama : Nyi Penengah Dewanti
Domisili : Kendal, Jateng.
Twitt : @nyipenengah
Link Shared: https://twitter.com/NyiPenengah/status/722689175594655744

"Buat Cewek, Menikah Itu Harus Nggak, Sih?"

Jawab: Harus. Bukan hanya dilihat dari segi agama, karena menikah adalah ibadah. Namun untuk membuktikan komitmen dan kesediaan bersama-sama mengatasi cobaan dalam perjalanan hidup dengan pasangan kita. Cinta berarti tanggungjawab dan pernikahan adalah salah satu bentuk perwujudannya.


Salam ^_^

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

nama lengkap: Daisy S
twitter: @daisy_skys
e-mail:Stupidliar367@gmail.com
Domisili : Semarang
link https://twitter.com/Daisy_skys/status/722761269015486464


"Buat Cewek, Menikah Itu Harus Nggak, Sih?"

Menurutku nggak harus .Bukan berarti akunya mau melajang loh ya .Tapi mengingat jumlah pria dan wanita yang nggak seimbang (banyakan pria ) maka pasti para wanita nggak kebagian dan para pria dapet dobel pastinya * jumlah kaum adam terbatas *
siapa sih wanita di dunia ini yang mau dimadu ?

Aku juga pernah bertanya pada guru agamaku .Beliau itu menurutku wanita yang luar biasa .Agamanya kuat dan beliau ini seorang hafidz tapi sampai usia senjanya beliau masih betah melajang .Beliau bilang dia mau menikah dengan seorang pria yang ilmu agamanya bagus dan menguasai kitab kuning .Kalau nggak menemukan pria seperti iru beliau bilang mau melajang dan hanya memfokuskan cintanya untuk Allah SWT *mulia banget* .Beliau pernah membacakan sebuah hadits nabi untukku mengenai apakah perempuan harus menikah ? Dan beliau bilang tidak harus . Menikah bukanlah hal yang wajib bagi kaum wanita dan untuk kaum pemuda hukumnya wajib .

Jadi dalam agamaku (islam) Prinsip itu tidaklah bertentangan dengan syariat.Boleh bukan Berarti Dianjurkan loh ya.Karena secara umum, bagi seluruh kaum muslimin, menikah jauh lebih baik dari pada melajang. Ada sejuta manfaat dan kebaikan yang didapatkan seseorang melalui jalan menikah. Manfaat dunia dan akhirat.

Kalau aku sih ingin menikah dan melepas status melajang suatu hari nanti .

Poskan Komentar