Tampilkan postingan dengan label Penerbit Inari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penerbit Inari. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2016

Purple Eyes by Prisca Primasari

★★★★★
Judul: Purple Eyes
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Penerbit Inari
Genre: romance, fantasi
Format: Paperback, 144 halaman

•••

Sinopsis:

"Karena terkadang, tidak merasakan itu lebih baik daripada menanggung rasa sakit yang bertubi-tubi."

Ivarr Amundsen kehilangan kemampuannya untuk merasa. Orang yang sangat dia sayangi meninggal dengan cara yang keji, dan dia memilih untuk tidak merasakan apa-apa lagi, menjadi seperti sebongkah patung lilin.

Namun, saat Ivarr bertemu Solveig, perlahan dia bisa merasakan lagi percikan-percikan emosi dalam dirinya. Solveig, gadis yang tiba-tiba masuk dalam kehidupannya. Solveig, gadis yang misterius dan aneh.

Berlatar di Trondheim, Norwegia, kisah ini akan membawamu ke suatu masa yang muram dan bersalju. Namun, cinta akan selalu ada, bahkan di saat-saat tergelap sekalipun.

•••

Review:

Buku ini seperti sebongkah kehangatan yang tersembunyi dalam gumpalan es. Setidaknya aku merasa seperti itu. Ini salah satu kelebihan yang dimiliki Kak Prisca dalam menulis kisah-kisahnya. Waktu membaca Kastil Es dan Air Mancur yang berdansa, aku merasa begitu dingin... sementara waktu membaca Evergreen, aku merasa begitu hangat. Buku ini adalah perpaduan dari dingin dan hangat. Memikat dalam kesederhanaannya. Ceritanya singkat, hanya 144 halaman, tapi begitu padat. Sekalipun begitu mencapai ending aku merasa kehilangan, ingin cerita dipanjangkan lagi, tapi memang ending itu yang paling pas untuk buku ini.

Rabu, 28 Oktober 2015

Sayap-Sayap Kecil by Andry Setiawan


Judul: Sayap-Sayap Kecil
Penulis: Andry Setiawan
Penerbit: Penerbit Inari
Genre: Young Adult, Teenlit, Light Fantasy, Realistic Fiction
Format: Paperback, 122 halaman


Sinopsis: 

1. Namaku Lana Wijaya
2. Ibuku suka memukul dan menyiksaku bahkan dengan kesalahan sekecil apa pun. Seperti ketika aku lupa membeli obat nyamuk.
3. Aku punya tetangga baru, cowok cakep yang tinggal di sebelah rumah.
4. Kehadiran cowok cakep tidak mengubah kenyataan bahwa aku sering pergi ke sekolah dengan bekas memar di sekujur tubuhku.
5. Doakan aku supaya bisa lulus SMA secepat mungkin dan pergi dari rumah sialan ini.

Buku ini adalah buku harianku. Aku tidak akan merahasiakannya dan membiarkan kalian untuk membaca kisah hidupku yang tidak terlalu sederhana ini. Mungkin sedikit aneh, tapi aku harap kalian bisa belajar dari aku.


Review:

Sayap-Sayap Kecil adalah sebuah cerita tentang seorang gadis remaja bernama Lana Wijaya yang hidup berdua dengan ibunya. Sewaktu ia masih kelas 6 SD, ibunya membawa ia kabur dari ayahnya, dan selama lima tahun Lana hidup di bawah pukulan dan siksaan batin dari ibunya. Masalah sepele seperti lupa menyiapkan makan siang saja bisa membuat ibunya naik pitam, memukuli Lana, dan mengata-ngatai putrinya itu dengan makian yang tidak pantas diucapkan oleh seorang ibu.