Tampilkan postingan dengan label Jenny Han. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jenny Han. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 April 2015

[Blog Tour Spring & Giveaway] Untuk Semua Cowok yang Pernah Kucintai


Halo, pembaca blog Orinthia's Bookshelf!

Postingan ini merupakan bagian dari rangkaian Blog Tour yang diadakan Penerbit Spring untuk novel terbarunya "To All the Boys I've Loved Before" karangan Jenny Han. Rasanya saya mendapatkan kehormatan untuk menjadi pembuka rangkaian seru kali ini. Hahaha... meski itu artinya saya harus ngebut baca bukunya supaya nggak telat waktu buat mereview. Tapi tidak apa-apa, kok soalnya bukunya bagus banget.

Nah, di bawah ini adalah review saya tentang novel manis bersampul cantik ini. Dan di akhir postingan bakalan ada giveaway dan kuis finale yang bakal seru banget kalau kamu ikutin dari awal hingga akhir rangkaian blog tour ini. Jadi pastikan besok hingga tanggal 11 Mei 2015 kamu terus pantau blog-blog yang ikut serta, ya!



♥♥♥♥
Judul: To All the Boys I've Loved Before
Penulis: Jenny Han
Genre: Young Adult, Romance
Penerbit: Penerbit Spring, Simon & Schuster
Format: Paperback, 382 halaman

Sinopsis: 

Lara Jean menyimpan surat-surat cintanya di sebuah kotak topi pemberian ibunya.

Surat-surat itu bukan surat cinta yang ditujukan untuknya, tapi surat yang ia tulis. Ada satu surat untuk setiap cowok yang pernah ia cintai—totalnya ada lima pucuk surat. Setiap kali menulis, ia mencurahkan semua perasaannya. Ia menulis seolah-olah mereka tidak akan pernah membacanya karena surat itu memang hanya untuk dirinya sendiri. 
Sampai suatu hari, semua surat-surat rahasianya itu tanpa sengaja terkirimkan—entah oleh siapa.


Saat itu juga, kehidupan cinta Lara Jean yang awalnya biasa-biasa saja menjadi tak terkendali. Kekacauan itu melibatkan melibatkan semua cowok yang pernah ia tulis di surat cintanya—termasuk cinta pertamanya, pacar kakaknya, dan cowok terkeren di sekolah.

My Review:

Pertama kali melihat buku ini wara-wiri di dunia maya lewat akun-akun IG para bookstagram, saya udah mupeng banget ingin punya. Apalagi melihat penulisnya adalah Jenny Han, salah satu penulis favorit saya untuk urusan cerita remaja dengan nuansa yang santai tapi manis dan sangat relatable. Karakter-karakter ciptaan Jenny Han selalu terasa seperti orang-orang yang ada di sekitar saya, di mana nggak melulu baik tapi punya kekurangan yang bisa bikin saya sebal juga. Dengan melihat nama penulisnya, plus sampulnya yang sangat cantik itu... saya nggak berpikir lebih lama untuk segera membelinya di Periplus. Iya, saya pertama kali membaca buku ini dalam versi Inggrisnya, baru kemudian saya membaca ulang versi terjemahan terbitan Penerbit Spring.

Selasa, 31 Desember 2013

The Summer I Turned Pretty by Jenny Han

Judul: The Summer I Turned Pretty
Penulis: Jenny Han
Genre: Young Adult, Romance, Realistic Fiction
Bintang: ♥♥♥
Sinopsis: 

Seorang Gadis.
Dua orang pemuda.
Dan. musim panas yang mengubah segalanya.

Setiap kali musim panas tiba, lsabel (Belly) dan keluarganya menghabiskan waktu bersama keluarga Conrad dan Jeremiah di rumah musim panas mereka di Cousins Beach-sejak mereka masih belia. Tahun demi tahun berlalu. Namun musim panas kali ini, Conrad dan Jeremiah telah menjadi pemuda-pemuda yang mencuri hati para gadis, sementara si anak bawang Belly telah menjelma menjadi seorang gadis remaja yang rupawan.

Belly telah memuja Conrad semenjak ia dapat mengingat hal itu. Namun, Jeremiah lebih lugas dalam mengutarakan isi hatinya. Di antara keduanya, hadir Cam—seseorang yang muncul dengan perhatian mendalam di masa kecil mereka.

Apakah musim panas kali ini akan menjadi musim panas berbeda yang akan mengubah segalanya?




My Review:

Aku berekspektasi tinggi waktu baca buku ini karena temanku bilang trilogi Summer ini bagus banget. Jadi begitu tahu tema baca bareng BBI bulan Desember ini salah satunya adalah liburan, aku pun mengambil buku ini dari rak bukuku dan mulai membacanya.

Aku kurang begitu suka dengan cover terjemahannya, lebih suka dengan cover buku aslinya yang meski nggak ada bunga mataharinya tapi nuansa musim panas dan liburannya lebih berasa.

Ceritanya sendiri sangat ringan. Mungkin karena lebih realistik, saat baca aku bisa menempatkan diriku di tempat Belly. Gaya penceritaannya bikin aku ingat lagi kenangan masa kecil di mana tiap akhir tahun aku sekeluarga biasa pergi ke Puncak untuk menghabiskan tahun baru bersama keluarga besar di sebuah villa di Puncak Resort. Bedanya, nggak ada dua cowok ganteng yang bikin berdebar-debar kayak Conrad dan Jeremiah aja hahaha... kalau ada mungkin lebih semangat kali, ya liburannya.

Di awal buku, aku agak merasa bosan karena hampir nggak ada konflik apa-apa. Tapi anehnya meski gitu-gitu aja, nggak sampai bikin aku berhenti baca. Malah terus penasaran untuk tahu apa lagi yang dialami Belly selama liburan itu. Aneh. Sepertinya memang kekuatannya si penulis ada di sini, ya. Ngalir banget. Mulai ke belakang baru deh ada konflik, tapi lagi-lagi nggak terlalu 'wah' banget.

Singkat kata, buku ini nggak jelek, kok. Aku masih mau baca buku kedua dan ketiganya. Entah kenapa masih merasa kepo mau tahu di buku-buku berikutnya si Belly bakal ngapain lagi sama Conrad dan Jeremiah.

Hmm... kalau disuruh milih antara Conrad dan Jeremiah, kayaknya aku lebih memilih Jeremiah. #anti-mainstream


XOXO,