Halo, pembaca blog Orinthia's Bookshelf!
Postingan ini merupakan bagian dari rangkaian Blog Tour yang diadakan Penerbit Spring untuk novel terbarunya "To All the Boys I've Loved Before" karangan Jenny Han. Rasanya saya mendapatkan kehormatan untuk menjadi pembuka rangkaian seru kali ini. Hahaha... meski itu artinya saya harus ngebut baca bukunya supaya nggak telat waktu buat mereview. Tapi tidak apa-apa, kok soalnya bukunya bagus banget.
Nah, di bawah ini adalah review saya tentang novel manis bersampul cantik ini. Dan di akhir postingan bakalan ada giveaway dan kuis finale yang bakal seru banget kalau kamu ikutin dari awal hingga akhir rangkaian blog tour ini. Jadi pastikan besok hingga tanggal 11 Mei 2015 kamu terus pantau blog-blog yang ikut serta, ya!
♥♥♥♥
Judul: To All the Boys I've Loved Before
Penulis: Jenny Han
Genre: Young Adult, Romance
Penerbit: Penerbit Spring, Simon & Schuster
Format: Paperback, 382 halaman
Sinopsis:
Lara Jean menyimpan surat-surat cintanya di sebuah kotak topi pemberian ibunya.
Surat-surat itu bukan surat cinta yang ditujukan untuknya, tapi surat yang ia tulis. Ada satu surat untuk setiap cowok yang pernah ia cintai—totalnya ada lima pucuk surat. Setiap kali menulis, ia mencurahkan semua perasaannya. Ia menulis seolah-olah mereka tidak akan pernah membacanya karena surat itu memang hanya untuk dirinya sendiri.
Sampai suatu hari, semua surat-surat rahasianya itu tanpa sengaja terkirimkan—entah oleh siapa.
Saat itu juga, kehidupan cinta Lara Jean yang awalnya biasa-biasa saja menjadi tak terkendali. Kekacauan itu melibatkan melibatkan semua cowok yang pernah ia tulis di surat cintanya—termasuk cinta pertamanya, pacar kakaknya, dan cowok terkeren di sekolah.
My Review:
Pertama kali melihat buku ini wara-wiri di dunia maya lewat akun-akun IG para bookstagram, saya udah mupeng banget ingin punya. Apalagi melihat penulisnya adalah Jenny Han, salah satu penulis favorit saya untuk urusan cerita remaja dengan nuansa yang santai tapi manis dan sangat relatable. Karakter-karakter ciptaan Jenny Han selalu terasa seperti orang-orang yang ada di sekitar saya, di mana nggak melulu baik tapi punya kekurangan yang bisa bikin saya sebal juga. Dengan melihat nama penulisnya, plus sampulnya yang sangat cantik itu... saya nggak berpikir lebih lama untuk segera membelinya di Periplus. Iya, saya pertama kali membaca buku ini dalam versi Inggrisnya, baru kemudian saya membaca ulang versi terjemahan terbitan Penerbit Spring.