Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2016

Curhat Buku #7




*bersih-bersih debu*

Hai, semua. Sudah dua bulan lamanya aku nggak menulis di blog ini. Belakangan ini sedang sibuk sekali sampai-sampai untuk menulis resensi buku rasanya super malas meski membaca tetap jalan. Sedikit terkatung-katung dibanding sebelumnya karena harus pinter-pinter bagi waktu sama pekerjaan dan hobiku yang lain.

Jadi, aku akan berbagi kesan tentang buku-buku yang aku baca selama dua bulan belakangan ini. Ada lumayan banyak juga.

Aku mulai, ya. Urutannya acak.



THE EVERLASTING CIRCLE

Buku ini aku baca dalam bentuk e-book, dikasih ARC sama penulisnya yaitu Juliana Haygert. The Everlasting Circle adalah buku terakhir dari trilogi The Everlast. Aku senang banget waktu tahu akhirnya Juliana selesai juga nulis buku terakhir ini. Nunggunya lama banget sampai rindu setengah mati sama Micah. Wkwkwk... Buku ini bergenre romance fantasi, dewa-dewaan gitu. Menurutku serial ini seru, sih. Mungkin juga karena aku keburu kepincut sama Micah wakakaka....

Review lengkapnya ada di Goodreads. Kalau mau baca bisa klik di sini. Hati-hati dengan spoiler dan bahasa inggris pas-pasan.


Kamis, 05 Mei 2016

Bridget si Ratu Sekolah by Paige Harbison

★★★★★
Judul: Bridget si Ratu Sekolah
Penulis: Paige Harbison
Penerbit: Penerbit Esensi
Genre: Realistic Fiction, Fantasy, Teenlit/ YA
Format: Paperback, 244 halaman

•••

Sinopsis:

Bridget adalah gadis yang cantik dan populer di sekolahnya. Sayangnya, ia sangat sombong, egois, dan bersikap seenaknya sendiri. Suatu hari, gadis bernama Anna Judge pindah ke sekolahnya. Ia langsung disukai semua orang karena sifatnya yang baik. Sejak itu Bridget merasa dunianya jungkir balik karena semua yang dimilikinya direbut oleh Anna, termasuk sahabatnya.

Satu demi satu peristiwa menjengkelkan terjadi pada Bridget. Semakin ia berusaha merebut kembali apa yang menurutnya miliknya, semakin menjauh hal-hal itu darinya. Bridget pun tak tahan lagi. Ia melakukan sesuatu yang ekstrem tanpa memikirkan risiko terburuknya: mencelakai diri sendiri demi mendapatkan perhatian.

Siapa sangka, Bridget malah terdampar di alam antara hidup dan mati. Ia tak mampu berbuat apa-apa selain menunggu keputusan apakah ia akan hidup atau mati. Ia hanya diberi sedikit waktu untuk menyadari semua kesalahannya dan meminta maaf pada orang-orang yang disakitinya.

Tapi, apakah itu cukup? Apakah ia pantas diberi kesempatan kedua? Inikah akhir hidup Bridget?

•••

Review:

Pertama-tama, terima kasih kepada Penerbit Esensi yang telah menghadiahkan buku ini dan juga Always The Bride karya Jessica Fox. Dua-duanya buku yang bagus dan dengan senang hati aku meletakkannya di rak buku favoritku.

Sekarang tanpa mengulur-ulur waktu lagi karena ini sudah hampir pukul empat pagi dan aku sudah mulai ngantuk berat, aku akan mulai mereview buku ini.

Buku ini menyajikan kisah tentang kesempatan kedua. Awalnya aku agak ragu sama buku ini karena sepertinya sangat teenlit sekali. Makanya aku baca Always The Bride duluan. Tapi teman-teman, ternyata aku salah. Buku ini ternyata bukan sekadar teenlit biasa. Ternyata buku ini juga adalah fiksi realistis yang memang adalah salah satu genre kesukaanku, plus ada fantasinya juga pula. Kurang apa lagi?

Selasa, 19 April 2016

Always the Bride by Jessica Fox

Foto diambil dari instagram Penerbit Esensi.
★★
Judul: Always the Bride / Pengantin Baru (Lagi)
Penulis: Jessica Fox
Penerbit: Esensi
Genre: romance, chicklit
Format: Paperback, 240 halaman

•••

Sinopsis:

Tidak semua hal dapat berjalan
sesuai keinginan kita.

Namun, Zoe Forster selalu berusaha untuk memiliki hidup sempurna. Jadi, ketika seorang cenayang pada pesta lajangnya meramalkan bahwa ia akan menikah dua kali, ia tidak ambil pusing. Semua orang tahu bahwa Zoe dan Steve ditakdirkan bersama selamanya.

Tetap saja, pernikahan fantastis macam apa pun harus menghadapi lika-liku di kemudian hari, dan dalam setahun, hal-hal tak terduga terjadi. Hadir pula seorang bintang film superseksi bernama Luke Scottman dalam kehidupan Zoe. Zoe dan Steve pun menemukan masa lalu masing-masing yang tidak seindah dugaan mereka. Tampaknya ramalan sang cenayang akan menjadi kenyataan....

•••

Review:

Always the Bride sungguh merupakan sebuah cerita roman yang ringan dan menyenangkan untuk dibaca di kala senggang sambil menyesap teh beraroma musim semi. Terjemahannya mengalir dan tidak bikin kening berkerut saat membacanya. Covernya juga cantik sekali, lebih cantik daripada cover aslinya menurutku.

Kisah dimulai dengan munculnya seorang cenayang pada pesta lajang Zoe dengan Steve. Bayangkan saja bagaimana perasaan kamu kalau tiba-tiba seminggu sebelum hari pernikahan, seorang cenayang berkata bahwa kamu akan menikah dua kali?! Kalau aku yang jadi Zoe, pastinya bakalan kepikiran meski di mulut akan menyangkal dan berusaha terdengar tidak peduli. Pastinya akan muncul pertanyaan-pertanyaan dalam benakku tentang alasan apa yang membuat pernikahanku minggu depan tidak berhasil, dan jelas akan memikirkan apakah pasanganku adalah jodohku atau bukan?

Kamis, 19 November 2015

[BLOG TOUR] Review dan Giveaway: So I Married The Anti-fan by Kim Eun Jeong




Judul: So, I Married The Anti-fan
Penulis: Kim Eun Jeong
Genre: Romance, Chicklit
Format: Paperback, 525 halaman (new cover)


Sinopsis:

Aku tinggal dengan idola paling terkenal se-Korea.Tapi Aku adalah antifan-nya.

H, salah satu bintang pemicu hallyu wave akan tinggal dengan antifan-nya dalam sebuah variety show.

Mr. H: Tentu saja aku bisa menangani antifan-ku. Aku ini pria yang penuh dengan kejutan

Ms. L: Sebagai antifan-nya, aku akan membuka semua rahasia busuknya. Lihat saja nanti

Begitu berita itu keluar, para fans Mr. H segera membentuk pertahanan untuk melindungi idolanya.

Dan jika Ms. L melukai Mr. H barang sedikit pun maka mereka tidak segan2 untuk bertindak.


Review:

"...bagaimana mungkin Anda memecat saya begitu saja tanpa mendengar penjelasan saya terlebih dahulu? Tidak masuk akal."

Rabu, 11 November 2015

Cinder by Marissa Meyer


Judul: Cinder (The Lunar Chronicles #1)
Penulis: Marissa Meyer
Penerbit: Square Fish, Penerbit Spring
Genre: fairy-tale spin-off, fantasy, dystopia, romance
Format: Paperback, 387 pages


Sinopsis:

Humans and androids crowd the raucous streets of New Beijing. A deadly plague ravages the population. From space, a ruthless lunar people watch, waiting to make their move. No one knows that Earth’s fate hinges on one girl. 

Cinder, a gifted mechanic, is a cyborg. She’s a second-class citizen with a mysterious past, reviled by her stepmother and blamed for her stepsister’s illness. But when her life becomes intertwined with the handsome Prince Kai’s, she suddenly finds herself at the center of an intergalactic struggle, and a forbidden attraction. Caught between duty and freedom, loyalty and betrayal, she must uncover secrets about her past in order to protect her world’s future.


Review:



Kabar baik buat kalian yang sudah menunggu-nunggu edisi terjemahan Bahasa Indonesia untuk novel Cinder ini! Bulan Januari 2016 nanti rencananya Penerbit Spring akan menerbitkannya. Dan dengar-dengar, buku-buku berikutnya akan diterbitkan sebulan sekali.

Senang sekali Orinthia's Bookshelf mendapatkan kesempatan pertama untuk membaca terjemahannya. Dan dengan senang hati saya mengatakan bahwa terjemahannya sangat bagus. Kebetulan saya punya buku ini dalam Bahasa Inggris juga, jadi saya membacanya sengaja bergantian untuk membandingkan, dan saya sangat puas dengan terjemahannya. Empat jempol untuk penerjemahnya.

Kamis, 04 Juni 2015

Vampir Broken Heart by Michele Bardsley

Judul: Vampir Broken Heart
Judul asli: I'm the Vampire, That's Why
Penulis: Michele Bardsley
Penerbit: Fantasious
Genre: Romance, Chicklit, Fantasi, Paranormal Romance
Format: Paperback, 440 halaman


Sinopsis:

“Aku tahu apa yang kutahu, kalau kau membuka hatimu untukku kau akan mengetahui hal yang sama.”

Jessica Matthews tak lagi percaya pada cinta, setelah Rich selingkuh darinya. Ketika serpihan-serpihan hatinya belum tersatukan, mimpi buruk terburuk yang pernah ada menimpa dirinya. Suatu malam, ketika sedang membuang sampah, sesosok makhluk berbulu menyerang dan menggigit dirinya, membuatnya nyaris mati. Seandainya tak ditolong oleh Patrick, si vampir Irlandia nan tampan penuh kharisma, sudah pasti Jessica akan tewas. Namun, semua itu ada bayarannya. Jessica tak diberi pilihan, dan terpaksa menjadi vampir.


Siapa yang tak ingin hidup abadi? Apalagi jika ada laki-laki gagah dan tampan yang bersedia menemani, menyebutnya sebagai belahan jiwa yang selama ini telah ditunggu-tunggu? Tapi sayangnya, menjadi makhluk abadi pun tak selamanya menguntungkan, terutama mengenai berpasangan. Ada peraturan yang mengharuskan vampir untuk terikat selama satu abad seandainya mereka ingin berpasangan, sementara benih-benih cinta yang Patrick berikan untuknya kian mekar. 


My Review:

Pertama-tama, terima kasih buat Mery dan Penerbit Fantasious yang sudah memberikan saya buku ini untuk direview. Kya, bukunya manis banget, apalagi layout bagian dalamnya! Ngepink dan cewek banget, sesuai dengan genrenya. Bikin betah bacanya, serius.


Bintang 4 kusematkan buat buku ini begitu selesai membacanya. Memang aku sangat murah hati dalam memberikan bintang, tapi buku ini memang menghibur dan aku sangat menyukainya.

Kalau boleh jujur, aku sedang tidak mood membaca cerita-cerita tentang vampir saking banyaknya. Twilight yang heboh itu saja aku belum berminat untuk baca, mungkin juga karena aku sudah keburu nonton filmnya, sih, jadi agak malas untuk baca. Tapi cerita vampir yang ini sedikit berbeda dan memberi kesegaran tersendiri karena tokoh utamanya adalah seorang single mother, dan sesuai dengan judulnya, dia patah hati sehingga dia takut menjalani hubungan yang baru.

Kamis, 30 April 2015

Mimpi Buruk di Pertengahan Musim Panas


Judul: A Midsummer's Nightmare
Penulis: Kody Keplinger
Genre: Young Adult, Romance, Family
Penerbit: Poppy
Format: Paperback, 291 halaman

•••

Sinopsis:

Whitley Johnson's dream summer with her divorcé dad has turned into a nightmare. She's just met his new fiancée and her kids. The fiancée's son? Whitley's one-night stand from graduation night. Just freakin' great.

Worse, she totally doesn't fit in with her dad's perfect new country-club family. So Whitley acts out. She parties. Hard. So hard she doesn't even notice the good things right under her nose: a sweet little future stepsister who is just about the only person she's ever liked, a best friend (even though Whitley swears she doesn't "do" friends), and a smoking-hot guy who isn't her stepbrother...at least, not yet. It will take all three of them to help Whitley get through her anger and begin to put the pieces of her family together.

Filled with authenticity and raw emotion, Whitley is Kody Keplinger's most compelling character to date: a cynical Holden Caulfield-esque girl you will wholly care about.

•••

Review:

Aku mau berterimakasih sama semua teman-teman yang sudah merekomendasikan buku ini setelah saya menamatkan The DUFF yang juga saya suka. Buku ini sesuai kata mereka, memang jauh lebih bagus daripada The DUFF menurut saya. 

Kamis, 08 Januari 2015

Satria November by Mia Arsjad


Judul: Satria November
Penulis: Mia Arsjad
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: teenlit, romance
Edisi: Paperback cover lama, 248 halaman

Sinopsis:
Cuma mo pengakuan aja.

Sebenernya tiket itu gue beli buat gue nonton berdua sama lo.
Tapi dipikir-pikir, kayaknya lo bakalan lebih seneng kalo nontonnya sama Gian.
Sebagai cowok yang berjiwa besar, bertanggung jawab, dan heroik
kayak gue, ya gue ikhlasin deh.
Kalo habis ini Gian masih maju-mundur gak nembak-nembak, bilang sama gue.

Biar gue aja yang nembak lo. Soalnya... sebenernya gue juga nggak keberatan kok punya cewek bawel, judes, galak, suka demo, dan hobi jerit-jerit kayak lo. :
Sekali lagi, maafin gue ya, Mi, selama ini udah bikin lo susah. :

PS: Awaaasss... jangan macem-macem sama Gian di dalem bioskop yaaa....

---INOV---

Idih! Mima mendelik kesel. Ihhh! Siapa juga yang mo punya pacar robot korslet?! Mima mendekap surat dari Inov sambil senyam-senyum sendiri.

Inov. Semua kenangan, ketengilan, dan rahasianya yang bikin repot dan nyaris membahayakan mereka itu, nggak mungkin bakal Mima lupain seumur hidup.


Rahasia Inov bikin Mima sadar bahwa nggak semua rahasia seharusnya disembunyiin.

My Review:

4,5 bintang dibulatkan jadi 5 karena buku ini sudah menghibur saya dan lebih dari itu memberi saya muse untuk melanjutkan naskah saya sendiri. Aneh, sih. Karena naskah saya nggak bocor dan kocak begini gayanya, tapi ya, kok bisa bikin saya jadi mood nulis. Wkwkwk... keajaiban Mima? =))

Selasa, 06 Januari 2015

Let the Sky Fall by Shannon Messenger


Judul: Let the Sky Fall
Penulis: Shannon Messenger
Genre: Fantasi, Romance, YA
Penerbit: MIC Publishing
Edisi: Bahasa Indonesia, Paperback, 378 halaman

Sinopsis:
Dihancurkan oleh masa lalu. Dipisahkan oleh masa depan. Disatukan oleh cinta.

Vane Weston tak tahu bagaimana ia selamat dari tornado kategori lima yang menewaskan orangtuanya. Dan ia tak menyangka, gadis cantik berambut gelap yang merasuki mimpi-mimpinya setiap malam semenjak badai, ternyata benar-benar ada.

Audra seorang sylph yang menguasai elemen udara. Ia meniti angin, mengubahnya menjadi lagu-lagu yang membuai, bahkan menganyamnya menjadi senjata dengan seuntai perintah. Ia adalah pelindung Vane dan telah bersumpah menjaga keselamatan Vane, meski nyawa menjadi taruhannya.

Ketika sebuah kesalahan gegabah mengungkap lokasi mereka pada musuh yang membunuh keluarga mereka berdua, Audra terpaksa menolong Vane mengingat kembali jati dirinya. Ada kekuatan yang harus diklaimnya – bahasa rahasia Angin Barat yang hanya bisa dimengerti oleh pemuda itu. Namun, dengan terkuaknya pusaka itu, kenangan kelam yang Audra sembunyikan selama ini, juga akan terkuak. Dan bahaya terbesar yang mereka hadapi bukanlah musuh yang hendak membinasakan mereka, melainkan cinta terlarang yang mulai tumbuh di antara mereka berdua.

Review:
Sebenarnya, aku sudah lama tahu tentang buku ini sebelum MIC Publishing menerbitkan versi terjemahannya. Ebooknya bahkan sudah lama sekali nongkrong di folder laptopku, menunggu entah kapan dibaca. Waktu buku ini terbit, dengan sampul cantik yang sama dengan aslinya, jelas aku sangat tergoda untuk membeli buku ini saat melihatnya di toko buku. Tapi aneh, tiap kali aku ke toko buku, berkali-kali buku ini aku pegang, berkali-kali pula aku taruh kembali di tempatnya. Mungkin karena merasa aku sudah punya ebook, jadi lebih baik baca yang itu aja.

Sabtu, 12 Januari 2013

Our Story by Orizuka

5 stars
Judul: Our Story
Penulis: Orizuka
Genre: Young Adult
Sinopsis:


Masa SMA.
Masa yang selalu disebut sebagai masa paling indah,
tapi tidak bagi anak-anak SMA Budi Bangsa.

SMA Budi Bangsa adalah sebuah SMA di pinggiran ibukota yang terkenal dengan sebutan SMA pembuangan sampah, karena segala jenis sampah masyarakat ada di sana.

Preman. Pengacau. Pembangkang. Pembuli. Pelacur.

Masuk dan pulang sekolah sesuka hati.
Guru-guru honorer jarang masuk dan memilih mengajar di tempat lain.
Angka drop out jauh lebih besar daripada yang lulus.

Sekilas, tidak ada masa depan bagi anak-anak SMA Budi Bangsa,
bahkan jika mereka menginginkannya.

Masa SMA bagi mereka hanyalah sebuah masa suram yang harus segera dilewati.

Supaya mereka dapat keluar dari status 'remaja' dan menjadi 'dewasa'.
Supaya tak ada lagi orang dewasa yang bisa mengatur mereka.
Supaya mereka akhirnya bisa didengarkan.

Ini, adalah cerita mereka.


My Review:
Duh, saya suka banget sama cerita sekolahan yang kayak begini. Makasih karena Orizuka udah menulis cerita ini dengan sangat baik, kata-katanya mengalir banget dan bikin saya bisa membayangkan setiap adegannya di dalam kepala seperti sebuah film. Tokoh-tokohnya kuat dan konflik-konflik yang ada di dalam cerita juga sangat remaja banget. Isu-isu seperti narkoba, seks bebas, tawuran, sampai anoreksia ada di buku ini.

Di buku ini, pembaca diperlihatkan sisi lain dari kehidupan anak-anak remaja yang biasanya hanya dipandang sebelah mata sama orang-orang. Bener banget, masyarakat seringkali cuma melihat apa yang ada di luar tapi nggak pernah mau tahu apa yang ada di dalam... bahwa setiap hal terjadi atau seseorang bisa menjadi 'sesuatu' itu karena ada penyebabnya, bukan semata-mata karena mereka memang sukarela mau jadi seperti itu. Dianggap sampah tanpa ada yang mau memahami mereka.

Intinya, saya suka banget sama buku ini... makasih ya A.S. Dewi udah minjemin saya buku ini.

Jadi pengen punya... #eh

Hmm... kalau ditanya tokoh mana yang saya paling suka... saya nggak bisa memutuskan. Semuanya saya suka!! #serakah

Kamis, 10 Januari 2013

The Giving Tree by Shel Silverstein

5 stars
Title: The Giving Tree
Author: Shel Silverstein
Genre: Children literature, classic, inspirational, fantasy
Synopsis:

'Once there was a tree...and she loved a little boy.'
So begins a story of unforgettable perception, beautifully written and illustrated by the gifted and versatile Shel Silverstein.
Every day the boy would come to the tree to eat her apples, swing from her branches, or slide down her trunk...and the tree was happy. But as the boy grew older he began to want more from the tree, and the tree gave and gave and gave.
This is a tender story, touched with sadness, aglow with consolation. Shel Silverstein has created a moving parable for readers of all ages that offers an affecting interpretation of the gift of giving and a serene acceptance of another's capacity to love in return.

My Review:
The story is really simple, short one but yet touching my heart so deep. I couldn't help my self not to cry a bit. The love of the giving tree reminded me to the unconditional love of God, of my parents. How the tree always giving everything she could to the boy who was really selfish and self-centered... even when she already got nothing to give. And somehow this story also made me thinking about my self... how I also did the same thing like the boy to God... to my parents up until now. I really have to do something to payback... :")

Really... this story is so inspirational.

Sabtu, 05 Januari 2013

Seoulmate is You by Lia Indra Andriana

3.5 bintang
Judul: Seoulmate is You
Penulis: Lia Indra Andriana
Genre: Fantasi, Romance, YA
Sinopsis:

Jika kebenaran itu beresiko, mampukah kau mengatakannya?

Sebagai seseorang yang diberi kemampuan bisa melihat hantu, diikuti oleh seorang hantu adalah hal yang lumrah bagi Kim Sun. Namun saat kekasihnya dibuntuti oleh seorang Hantu Rambut Mie mengerikan siang dan malam, Sun tahu ia harus melindungi kekasihnya itu.

Belum sempat mengusir Hantu Rambut Mie yang suka berteriak itu itu, Siwon—ketua organisasi ‘penyalur hantu’ bernama SeoulMate tempat Sun bekerja—mengatakan bahwa ada sebuah organisasi bernama Memory Maker yang berusaha mengacaukan kehidupan hantu dan manusia. Dan sepertinya, kehadiran Hantu Rambut Mie ini berhubungan dengan Memory Maker. Apakah itu artinya kekasih Sun juga ada dalam bahaya?

Sekarang, saatnyalah untuk memberitahu kekasihnya bahwa ia memiliki kemampuan bisa melihat hantu. Tapi, apakah itu langkah yang tepat?

My Review:
Cover bukunya manis banget, ya! Saya tanpa ragu membeli buku ini setelah membaca Seoulmate—buku pertamanya. Di buku ini, kisah cinta Sun dengan Jang/ Ji Woo berlanjut. Ingatan Ji Woo selama jadi hantu lenyap dan hal itu membuat Sun merasa dia seperti tidak berpacaran dengan Ji Woo yang ia kenal sebagai Jang. Berkali-kali Sun mencoba buat jujur tapi Arang selalu mencegahnya karena takut Sun terluka kalau Ji Woo tak percaya padanya. Belum lagi kehadiran hantu baru yang tau-tau minta-minta dipindahin kuburannya dan agak bar-bar sampai mau membunuh Sun. Makin pelik, deh ceritanya.

Secara plot, buku ini lebih padat daripada buku pertamanya, tapi entah kenapa waktu membacanya ada beberapa kali saya merasa kurang nyaman (mungkin karena saya nggak suka tipe cewek kayak Su Jin sama Hye Rin apa Hye Jin ya?). Tapi lepas dari itu semua, buku ini sama menghiburnya dengan buku pertama, kok. Ide dasarnya unik dan bikin cerita ini segar.

Saya suka Araaang <3

Kamis, 03 Januari 2013

Talisman of El (Talisman of El #1) by Alecia Stone

4 stars

Title: Talisman of El
Author: Alecia Stone
Genre: YA, Fantasy

Synopsis:

WHAT IF YOUR WHOLE LIFE WAS A LIE?

One Planet.


Two Worlds.


Population: Human ... 7 billion.


Others ... unknown.


When 14-year-old Charlie Blake wakes up sweating and gasping for air in the middle of the night, he knows it is happening again. This time he witnesses a brutal murder. He's afraid to tell any one. No one would believe him ... because it was a dream. Just like the one he had four years ago - the day before his dad died.


Charlie doesn't know why this is happening. He would give any thing to have an ordinary life. The problem: he doesn't belong in the world he knows as home. He belongs with the others.




My Review:
First time I saw this cover on netgalley, I fell in love. It made me feel that the story inside is good, so I requested it. And I was so happy when I got the permission to download it and I started read it right away.

The story first began with Derkein and his father, I like Derkein so much! And then the story moved to Charlie, Alex and Richmond. Charlie always got nightmares, and the nightmares are always mean something, not just a simple dream. And then the adventure began when the three met Derkein.

The plot was amazing! I was really excited to know more and more and couldn't stop reading. I don't want to tell the story even a bit because I'm afraid I'll tell spoiler!! I can't wait to read the second and the third books!

Rabu, 02 Januari 2013

Perfect Ten by Delia Angela

3,5 stars

Judul: Perfect Ten
Penulis: Delia Angela
Genre: romance, YA, drama

Sinopsis:

Perfect Ten -sesuai namanya- beranggotakan sepuluh pria tampan yang bertalenta. Boyband idola asal Korea Selatan ini debut tiga tahun silam dan mencapai puncak karier setelah single 'Go Away!' menduduki peringkat pertama selama 32 minggu di tangga musik Korea, Jepang, dan Taiwan.

Park Hyun Ah -gadis asal Mokpo- yang bercita-cita menjadi penyanyi, rela menjadi pengurus asrama Perfect Ten demi sebuah peluang audisi. Dan ketika kesempatan itu datang, sebuah bencana mengacaukan segalanya.

Apakah ia masih mampu bertahan di Seoul ketika kesempatan itu sirna? Belum lagi saat gadis itu harus kehilangan orang yang dicintainya...

My Review:
Pertama baca, kiceeeer sama nama-namanya. Nama Korea itu mirip-mirip... ada Ji Hoon, ada Jin Ho... ada Yong Jin ada juga Yong Joon... terus anggota boybandnya ada 10 orang pula. Wuah, susah banget inget satu-satu. Meski untunglah setelah pertengahan saya mulai 'ngeh' siapa yang Jong Woon, Ji Hoon, Yong Jin, Jun Su, Joon Ki, Ha Won, Dong Hee sama Jin Ki. Dua cowok sisanya kayak Jin Ho sama... Yong Joon itu saya masih nggak terlalu paham. Tapi emang nggak terlalu gimana sih karena tokoh yang paling ditonjolkan di sini tentu aja Hyun Ah, Jong Woon dan Ji Hoon.

Tapi saya acungin jempol, deh, segini aja udah cukup buat ngebuktiin kalau Delia bagus membuat karakter masing-masing... semuanya punya ciri khas yang membedakan. Dan terasa juga beberapa karakter sangat mirip sama member SuJu (iya, inspirasinya dari mereka kan ya?). Jun Su itu terasa banget Leeteuknya, Donghee itu Shindong, Ji Hoon itu Siwon... terus kalau nggak salah nebak... Jong Woon itu Yesung. Sisanya sih saya nggak terlalu ngeh.

Karakter favorit saya Jong Woon sama Yong Jin.

Karakter yang paling saya nggak suka itu Chan Seong Ajjushi!

Terus... entah cuma saya doang yang ngerasa apa nggak... perpindahan adegannya agak kurang enak terutama di awal-awal cerita dan endingnya... cuma gitu aja?

Minggu, 30 Desember 2012

Battle Royale by Koushun Takami

5 stars

Judul: Battle Royale
Author: Koushun Takami
Genre: YA, distopia, thriller, fantasi

Sinopsis:
Battle Royale, a high-octane thriller about senseless youth violence, is one of Japan's best-selling and most controversial novels. As part of a ruthless program by the totalitarian government, ninth-grade students are taken to a small isolated island with a map, food, and various weapons. Forced to wear special collars that explode when they break a rule, they must fight each other for three days until only one "winner" remains. The elimination contest becomes the ultimate in must-see reality television. A Japanese pulp classic available in English for the first time, Battle Royale is a potent allegory of what it means to be young and survive in today's dog-eat-dog world. The first novel by small-town journalist Koushun Takami, it went on to become an even more notorious film by 70-year-old gangster director Kinji Fukusaku.

My Review:

Saya sudah ngefans sama cerita Battle Royale sejak masih sekolah. Cuma nonton live actionnya, sih. Tapi itu udah cukup bikin saya 'suka' sampai nonton berkali-kali. Waktu komiknya nyampe di rumah saya dulu, saya juga sempat baca tapi nggak tahan karena saya kurang suka sama gambarnya... terus baru beberapa bulan yang lalu, seorang teman meminjamkan saya novelnya dan langsung saya terima meskipun dalam bahasa Inggris dan tebalnya juga luar biasa. Tapi ternyata, saya nggak perlu kuatir karena bahasa Inggrisnya nggak susah buat dipahami.

Saya suka banget novelnya karena novel ini membuat saya jadi merasa lebih 'dekat' dengan karakter-karakter yang terlibat dalam cerita ini, khususnya Takako Chigusa yang merupakan karakter favorit saya. Plus, saya jadi suka sama tokoh Kiriyama yang di film digambarkan terlalu 'sakit' kayak orang gila... di novel dia cool dan keren bangeet!!! Terus... Yoshitoki juga di novel ternyata sangat manis... nggak kayak di filmnyaaaa... :"| Bahkan saya bisa kasihan sama tokoh Mitsuko....

Jadi pengen punya... ada yang mau ngasih? #hoi

Kamis, 27 Desember 2012

Montase by Windry Ramadhina

5 stars \( ^ ^ )/

Judul: Montase
Penulis: Windry Ramadhina
Sinopsis:

Aku berharap tak pernah bertemu denganmu.
Supaya aku tak perlu menginginkanmu, memikirkanmu dalam lamunku.
Supaya aku tak mencarimu setiap kali aku rindu.

Supaya aku tak punya alasan untuk mencintaimu.
Dan terpuruk ketika akhirnya kau meninggalkanku.

Tapi...,
kalau aku benar-benar tak pernah bertemu denganmu, mungkin aku tak akan pernah tahu seperti apa rasanya berdua saja denganmu. Menikmati waktu bergulir tanpa terasa.
Aku juga tak mungkin bisa tahu seperti apa rasanya sungguh-sungguh mencintai...
dan dicintai sosok seindah sakura seperti dirimu.


My Review:
Ngoleksi dan baca buku-bukunya Windry Ramadhina buat saya udah jadi sebuah kewajiban. Iya, saya ngefans berat sama tulisan-tulisannya sejak saya baca Orange. Saya makin tergila-gila ketika membaca Memori dan sekarang... setelah saya menuntaskan Montase sampai saya mengorbankan jam tidur karena nggak bisa berhenti... apa saya perlu memberitahu bahwa saya sudah jatuh makin dalam... hehehe....

Waktu saya mendengar novel Montase akan segera terbit, saya udah menunggu-nunggu... dan ketika beberapa hari lalu saya ke Gramedia dan menemukan buku ini sudah menumpuk dengan cantiknya... saya berulang kali mengambilnya... saya kepengin beli... tapi hari itu saya berniat beli buku tentang Seoul  buat referensi novel yang lagi saya tulis. Dan saya nggak bawa uang lebih.... Saya jadi galau haahaha.... sempat berniat batal beli buku tentang Seoul demi beli Montase, tapi nanti saya dibakar sama mama yang udah ngasih duit buat beli buku tentang Seoul itu.

Akhirnya saya letakkan lagi Montase di tempatnya, saya pandangi terus karena ga rela pulang tanpa buku itu. Dan saya sempat ngetwit pengin buku ini jadi kado Natal saya segala. Alhasil... karena saya udah gak tahan... saya telepon papa... dan bilang saya kepengin beli buku itu. Dan papa ternyata mengijinkan tanpa banyak komplain. Singkatnya, Montase pun ada di tangan saya.

Montase bercerita tentang Rayyi, seorang pemuda yang bermimpi menjadi seorang pembuat film dokumenter. Sementara itu, statusnya sebagai putra dari seorang produser kenamaan membuatnya harus mengambil jurusan produksi alih-alih dokumenter. Lalu Rayyi bertemu dengan Haru, seorang mahasiswi dari Jepang yang belajar dokumenter di kampusnya. Kisah Rayyi dan Haru so sweet banget. Rayyi yang terkesan angkuh dan merasa hebat itu perlahan-lahan luluh di depan Haru yang imuuut. Saya jatuh cinta banget sama tokoh Haru... dan analogi tentang Sakura yang dijabarkan di novel ini membuat saya trenyuh....

Yang pasti, ada adegan di novel ini yang membuat saya teringat dengan masa lalu saya :'> membuat kisah ini jadi lebih personal buat saya meski nggak secara langsung.

Suteki da ne. Kono raifu wa.-- Hidup ini indah, ya.


Selasa, 25 Desember 2012

The (Un)Reality Show by Clara Ng

2,5 bintang

Judul: The (Un)Reality Show
Author: Clara Ng
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis:


Imagine having these people as roomates...

Ini adalah cerita tentang delapan orang biasa-biasa saja (seperti yang disangka oleh tim kreatif televisi)

...dipilih secara acak...
(seperti yang disangka oleh produser televisi juga)

...tanpa audisi...

... untuk tinggal bersama di sebuah rumah untuk direkam,
kemudian ditonton oleh jutaan penduduk Indonesia
sebagai acara hiburan, meraup rating,
meningkatkan citra stasiun televisi
serta

keingintahuan untuk melihat apa yang terjadi
ketika orang-orang tersebut tidak bertingkah sesuai dengan skrip cerita
dan mulai bersikap berdasarkan realitas.

...as the reality did not out exactly as it had been expected.

Karena pada akhirnya ini adalah...

THE (UN) REALITY SHOW



My Review:

Sebenarnya, saya sudah lama sekali tertarik sama buku ini. Sinopsis di bagian belakang bukunya itu menarik banget, tentang reality show yang mengingatkan saya sama 'penghuni terakhir' dan bedanya tanpa skrip yang harus diikuti. Dan beberapa kali saya juga mendengar kalau karya ini adalah karya terbaik Clara Ng, maka itu saya akhirnya memutuskan untuk membeli dan membacanya.

Tapi sayangnya, ternyata saya tidak merasakan apa yang dirasakan teman-teman saya saat membaca buku ini. Buku ini menghibur, kok. Banget. Saya beberapa kali tertawa karena lelucon dan kejadian-kejadian lucu yang ada di buku ini. Tapi saya mulai mengernyit ketika tantangan pertama disebutkan, di mana lelaki harus sekamar dengan perempuan, di kamar yang bahkan nggak dipasangi kamera tersembunyi. Tapi ya, sudahlah. Namanya juga tantangan reality show. Tapi ketika tantangan kedua disebutkan dan lagi-lagi mereka harus memutuskan teman sekamar... hm, nggak ada tantangan lain yang lain ya? Nggak tahu kenapa, buat saya, ceritanya kurang membuat saya bisa merasa tenggelam di dalam ceritanya.

Endingnya pun ternyata nggak disangka-sangka. Rupanya semua orang-orang yang terlibat dalam acara tersebut termasuk ke produsernya adalah 'kepribadian' lain dari seorang cewek bernama Hannah. Bagian ini menurut saya kurang dijabarin sehingga saya masih berasa 'lost', nggak ngerti plus kecewa.

Tapi saya suka sekali sama karakter Feivel dan Richard. ^^

Ah, Feivel udah nggak cinta lagi sama Enrico... dia lagi tertarik sama siapa yaaa di rumah itu?