Tampilkan postingan dengan label Comedy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Comedy. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Mei 2013

Benabook by Benazio Putra

5 stars
Judul: Benabook
Penulis: Benazio Putra
Genre: non-fiksi, komedi
Sinopsis:


Di balik pohon, biasanya ada orang sedang pipis, tapi di balik "si pohon kribo" yang ini ada banyak ide. Ya, masa kecil Bena yang kuper, cupu, dan penakut, membuatnya asyik dengan dunia tersendiri: internet, gadget, menulis, dan bermain dengan kucing. Tapi, dari situlah, menjamur ide di dalam kepalanya yang berambut kribo.

Sekarang, setelah dikenal sebagai blogger, pembuat video, dan... "pohon berjalan", Bena berbagi kisah: mulai cerita celana superpendek masa SD yang membuat ia jadi incaran om-om, masa pedekate dengan cewek cakep lewat internet, sampai pengalamannya tampil di depan umum untuk kali pertama.

BenaBook disampaikan dengan gaya khas Bena: santai, penuh permainan, dan ilustrasi yang unik.

Selasa, 12 Maret 2013

Abdel & Mongol: It's Real, Man! by Abdel Achrian & Mongol

2,5 stars
Judul: Abdel & Mongol: It's Real, Man!
Penulis: Abdel Achrian & Mongol
Genre: non fiksi, biografi
Sinopsis:


"Dulu, Abdel bercita-cita menjadi pilot. Tapi, cita-citanya kandas karena dia enggak kuat lari. Padahal, untuk jadi pilot ada tes larinya.

Sementara Mongol, dengan berbekal uang logam seratus rupiah, berangkat studi teologia ke Jakarta. Impiannya kandas karena sponsor studinya pergi begitu saja.

Abdel yang taat beragama, ternyata tidak cukup kuat menahan goda narkoba. Sementara Mongol, asli Manado yang enggak punya tampang orang Manado, selalu dihantui penilaian orang lain tentang muka copetnya yang mirip bodat.

Lalu, bagaimana lika-liku perjalanan hidup Abdel Achrian dan Mongol hingga mencapai kesuksesan di panggung Stand Up Comedy?


***

""Saya selalu percaya bahwa tragedi ada di kehidupan siapa pun, termasuk komedian, dan di buku ini, Abdel & Mongol secara apik menceritakan tragedi mereka dengan gaya komedinya masing-masing. It's a must read!"
Acho, Comic Stand Up Comedy

"Mau tahu rasanya bagaimana jadi orang lucu seperti Abdel dan Mongol yang bisa memanfaatkan bakat melucunya hingga menghasilkan uang? Baca buku ini!"
Soleh Solihun, Comic Stand Up Comedy

My Review:

Buku ini menceritakan kisah hidupnya Abdel & Mongol, bagaimana mereka meniti karir jadi pelawak gitu. Ada tipsnya juga kalau ingin jadi pelawak. Ternyata emang jadi pelawak itu nggak semudah kelihatannya, nggak bisa sekedar ngelucu tapi harus hati-hati memilih kata-kata supaya nggak ada pihak lain yang tersinggung. Bahasa yang digunakan juga nggak berat, kayak bahasa obrolan sehari-hari. Buku ini ringan, bisa dibaca sekali duduk. Sayangnya saya hanya bisa memberi 2,5 bintang. Bukan karena jelek, semua pengalaman hidup itu berharga apalagi sampai bisa sukses begini. It just because this book is not my cup of tea.

Jumat, 01 Februari 2013

Weird Things Customers Say in Bookshops by Jen Campbell

5 Stars
Title: Weird Things Customers Say in Bookshops
Author: Jen Campbell
Genre: comedy, non fiction
Synopsis:

From the hugely popular blog, a miscellany of hilarious and peculiar bookshop moments:
'Can books conduct electricity?'
'My children are just climbing your bookshelves: that's ok... isn't it?'

A John Cleese Twitter question ['What is your pet peeve?'], first sparked the 'Weird Things Customers Say in Bookshops' blog, which grew over three years into one bookseller's collection of ridiculous conversations on the shop floor. 

From 'Did Beatrix Potter ever write a book about dinosaurs?' to the hunt for a paperback which could forecast the next year's weather; and from 'I've forgotten my glasses, please read me the first chapter' to'Excuse me... is this book edible?'

This full-length collection illustrated by the Brothers McLeod also includes top 'Weird Things' from bookshops around the world.

My Review:

This book is recommended to everyone who needs something to laugh at... LOL.

Thanks to this book so I can spend some time in my busy schedule to giggle... everytime I feel bad or mad, I read one or two stories... and voila, I feel better... That's why I take quite long time to finish this book hehehe...

Some stories are really funny, some are quite confusing but as a total, this book is great. I really laugh when reading about a customer that refused to read the first book of Harry Potter but then complaining because he didn't know who Voldemort is. LOL... And also the one that only want to read a book if Robert Pattinson is in it. Crazy...

Selasa, 25 Desember 2012

The (Un)Reality Show by Clara Ng

2,5 bintang

Judul: The (Un)Reality Show
Author: Clara Ng
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis:


Imagine having these people as roomates...

Ini adalah cerita tentang delapan orang biasa-biasa saja (seperti yang disangka oleh tim kreatif televisi)

...dipilih secara acak...
(seperti yang disangka oleh produser televisi juga)

...tanpa audisi...

... untuk tinggal bersama di sebuah rumah untuk direkam,
kemudian ditonton oleh jutaan penduduk Indonesia
sebagai acara hiburan, meraup rating,
meningkatkan citra stasiun televisi
serta

keingintahuan untuk melihat apa yang terjadi
ketika orang-orang tersebut tidak bertingkah sesuai dengan skrip cerita
dan mulai bersikap berdasarkan realitas.

...as the reality did not out exactly as it had been expected.

Karena pada akhirnya ini adalah...

THE (UN) REALITY SHOW



My Review:

Sebenarnya, saya sudah lama sekali tertarik sama buku ini. Sinopsis di bagian belakang bukunya itu menarik banget, tentang reality show yang mengingatkan saya sama 'penghuni terakhir' dan bedanya tanpa skrip yang harus diikuti. Dan beberapa kali saya juga mendengar kalau karya ini adalah karya terbaik Clara Ng, maka itu saya akhirnya memutuskan untuk membeli dan membacanya.

Tapi sayangnya, ternyata saya tidak merasakan apa yang dirasakan teman-teman saya saat membaca buku ini. Buku ini menghibur, kok. Banget. Saya beberapa kali tertawa karena lelucon dan kejadian-kejadian lucu yang ada di buku ini. Tapi saya mulai mengernyit ketika tantangan pertama disebutkan, di mana lelaki harus sekamar dengan perempuan, di kamar yang bahkan nggak dipasangi kamera tersembunyi. Tapi ya, sudahlah. Namanya juga tantangan reality show. Tapi ketika tantangan kedua disebutkan dan lagi-lagi mereka harus memutuskan teman sekamar... hm, nggak ada tantangan lain yang lain ya? Nggak tahu kenapa, buat saya, ceritanya kurang membuat saya bisa merasa tenggelam di dalam ceritanya.

Endingnya pun ternyata nggak disangka-sangka. Rupanya semua orang-orang yang terlibat dalam acara tersebut termasuk ke produsernya adalah 'kepribadian' lain dari seorang cewek bernama Hannah. Bagian ini menurut saya kurang dijabarin sehingga saya masih berasa 'lost', nggak ngerti plus kecewa.

Tapi saya suka sekali sama karakter Feivel dan Richard. ^^

Ah, Feivel udah nggak cinta lagi sama Enrico... dia lagi tertarik sama siapa yaaa di rumah itu?