Tampilkan postingan dengan label Windry Ramadhina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Windry Ramadhina. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Oktober 2018

[BLOG TOUR] GIVEAWAY~ GIVEAWAY~

HALOOOOO!!


Wah, nggak terasa sudah hari terakhir Blog Tour SONG FOR ALICE bersama Penguin Orin. Sedih nggak? Aku sedih, sih. Tapi daripada bersedih lebih baik kita berbagi kebahagiaan saja, ya! Jadi hari ini, aku akan mengadakan GIVEAWAY yang disponsori oleh Penerbit Roro Raya Sejahtera!



Satu orang pemenang di blog ini akan mendapatkan satu eksemplar novel SONG FOR ALICE karya Kak Windry Ramadhina. Hayo, sudah baca wawancara dan reviewnya belum? Kalau belum, baca dulu, yah supaya makin kenal sama Kak Windry dan juga sama Penguin Orin sekaligus #heh. Tidak kenal maka tidak sayang, begitu.

Minggu, 21 Oktober 2018

[BLOG TOUR] Review SONG FOR ALICE + Photo Challenge!

Mencintaimu adalah penantian yang panjang.

•••


Judul: Song For Alice
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: Roro Raya Sejahtera (TWIGORA)
Genre: Romance, New Adult
Format: Paperback, 328 halaman
Harga: Rp 85,000

•••




Sinopsis:

SEPERTI APA CINTA MENINGGALKANMU ADALAH SESUATU YANG TERAMAT SULIT KAU LUPAKAN.

Bagi Arsen, pulang berarti kembali pada Alice—perempuan pertama yang mencuri hatinya dua belas tahun lalu. Sore itu adalah pertemuan pertama mereka setelah lama tak bertemu. Arsen menarik Alice ke dalam pelukannya, berusaha mengingatkan perempuan itu pada sejarah mereka dulu. Namun yang membersit di benak Alice hanya sakit hati... ditinggal pergi Arsen di saat dia benar-benar jatuh cinta.

Memang benar, Alice selalu merindukan Arsen. Ketertarikan di antara mereka masih memercik api seperti dulu. Namun masa lalu adalah pelajaran yang teramat berharga bagi perempuan itu. Arsen adalah orang yang membuat Alice merasa paling bahagia di muka bumi, juga yang bertanggung jawab membuatnya menangis tersedu-sedu. 

Sekuat tenaga Alice mencoba menerima kembali kehadiran Arsen dalam hidupnya. Membiasakan diri dengan senyumnya, tawanya, gerak-gerik saat berada di ruang tengah; bahkan harus meredam gejolak perasaan atas kecupan hangat Arsen di suatu malam. Terlepas dari kenyataan Arsen membuat Alice jatuh cinta sekali lagi, ada pertanyaan besar yang hingga kini belum terjawab: pantaskah laki-laki itu diberi kesempatan kedua?

Sabtu, 20 Oktober 2018

[BLOG TOUR] Wawancara Bersama Kak Windry Ramadhina


Topik utama hari ini:
Orin si Penguin

NGEWAWANCARA

Kak Windry

Halo, halo, teman-teman dan para pengunjung semuanya! Apa kabar, nih? Akhirnya, setelah cukup lama waktu berlalu, Orinthia's Bookshelf muncul kembali sebagai Host untuk Blog Tour novel terbarunya Kak Windry Ramadhina yang berjudul Song for Alice. Di mata aku, kayaknya ini cover novel Kak Windry yang paling cantik, deh. Sederhana desainnya dan warnanya juga warna favorit aku banget. Paket komplit favorit Orinthia. Hehehe.

Seperti di dalam jadwal yang tertera pada banner di atas, Orinthia's Bookshelf mendapatkan kehormatan menjadi pembuka rangkaian blog tour yang akan berlangsung sampai tanggal 9 November 2018 nanti. Jangan lupa untuk terus mengikuti seluruh rangkaiannya, ya. Apalagi kalau kepengin banget punya satu eksemplar buku ini secara gratis. Di blog ini sendiri, giveaway-nya bakal diadakan pada tanggal 22 Oktober 2018.

Tapiiiii... sebelum mikirin soal gratisan, ayo kenalan dulu sedikit sama Kak Windry!



WINDRY RAMADHINA lahir dan tinggal di Jakarta; percaya atau tidak, mampu mendengarkan berbagai bentuk rock, yang paling keras sekalipun. Dia menulis fiksi sejak 2007. Buku-bukunya banyak bercerita tentang cinta, kehidupan, impian, dan harapan. Song for Alice adalah bukunya yang kesebelas.

Windry suka membaca surat dan menjawab pertanyaan. Dia bisa dihubungi lewat e-mail windry.ramadhina@gmail.com, Instagram @beingfaye, atau blog www.windryramadhina.com.


Nah, sekarang mari kita mulai saja yah wawancaranya!




Halo, Kak Windry. Apa kabar? Senang sekali bisa mendapat kesempatan buat tanya-jawab dengan kakak. Pertanyaan pertama, SONG FOR ALICE kan buku kesebelas yang kakak tulis, boleh tahu nggak apa sih yang membedakan buku ini dibandingkan buku-buku kakak yang lain? Dari mana kakak dapat idenya?


•••

Selasa, 17 Maret 2015

Walking After You by Windry Ramadhina

Judul: Walking After You
Penulis: Windry Ramadhina
Genre: Romance
Penerbit: Gagas Media
Format: Paperback, 328 halaman

Sinopsis:

Masa lalu akan tetap ada. Kau tidak perlu terlalu lama terjebak di dalamnya.

Pada kisah ini, kau akan bertemu An. Perempuan dengan tawa renyah itu sudah lama tak bisa keluar dari masa lalu. Ia menyimpan rindu, yang membuatnya semakin kehilangan tawa setiap waktu. Membuatnya menyalahkan doa-doa yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali kepadanya.

An tahu, seharusnya ia tinggalkan kisah sedih itu berhari-hari lalu. Namun, ia masih saja di tempat yang sama. Bersama impian yang tak bisa ia jalani sendiri, tetapi tak bisa pula ia lepaskan.

Pernahkan kau merasa seperti itu? Tak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali hatimu yang tak lagi bahagia. Pernahkah kau merasa seperti itu? Saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka.

Mungkin, kisah An seperti kisahmu.
Diam-diam, doa yang sama masih kau tunggu.

Rabu, 18 September 2013

Rabu, 14 Agustus 2013

London: Angel by Windry Ramadhina

4 stars
Judul: London: Angel
Penulis: Windry Ramadhina
Genre: romance
Sinopsis:

Pembaca Tersayang,

Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye. 

Windry Ramadhina, penulis novel Orange, Memori, dan Montase mengajak kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tidak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemukannya. Apakah perjalanannya ini sia-sia belaka?

Setiap tempat punya cerita. 
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.

Enjoy the journey,

EDITOR

Kamis, 27 Desember 2012

Montase by Windry Ramadhina

5 stars \( ^ ^ )/

Judul: Montase
Penulis: Windry Ramadhina
Sinopsis:

Aku berharap tak pernah bertemu denganmu.
Supaya aku tak perlu menginginkanmu, memikirkanmu dalam lamunku.
Supaya aku tak mencarimu setiap kali aku rindu.

Supaya aku tak punya alasan untuk mencintaimu.
Dan terpuruk ketika akhirnya kau meninggalkanku.

Tapi...,
kalau aku benar-benar tak pernah bertemu denganmu, mungkin aku tak akan pernah tahu seperti apa rasanya berdua saja denganmu. Menikmati waktu bergulir tanpa terasa.
Aku juga tak mungkin bisa tahu seperti apa rasanya sungguh-sungguh mencintai...
dan dicintai sosok seindah sakura seperti dirimu.


My Review:
Ngoleksi dan baca buku-bukunya Windry Ramadhina buat saya udah jadi sebuah kewajiban. Iya, saya ngefans berat sama tulisan-tulisannya sejak saya baca Orange. Saya makin tergila-gila ketika membaca Memori dan sekarang... setelah saya menuntaskan Montase sampai saya mengorbankan jam tidur karena nggak bisa berhenti... apa saya perlu memberitahu bahwa saya sudah jatuh makin dalam... hehehe....

Waktu saya mendengar novel Montase akan segera terbit, saya udah menunggu-nunggu... dan ketika beberapa hari lalu saya ke Gramedia dan menemukan buku ini sudah menumpuk dengan cantiknya... saya berulang kali mengambilnya... saya kepengin beli... tapi hari itu saya berniat beli buku tentang Seoul  buat referensi novel yang lagi saya tulis. Dan saya nggak bawa uang lebih.... Saya jadi galau haahaha.... sempat berniat batal beli buku tentang Seoul demi beli Montase, tapi nanti saya dibakar sama mama yang udah ngasih duit buat beli buku tentang Seoul itu.

Akhirnya saya letakkan lagi Montase di tempatnya, saya pandangi terus karena ga rela pulang tanpa buku itu. Dan saya sempat ngetwit pengin buku ini jadi kado Natal saya segala. Alhasil... karena saya udah gak tahan... saya telepon papa... dan bilang saya kepengin beli buku itu. Dan papa ternyata mengijinkan tanpa banyak komplain. Singkatnya, Montase pun ada di tangan saya.

Montase bercerita tentang Rayyi, seorang pemuda yang bermimpi menjadi seorang pembuat film dokumenter. Sementara itu, statusnya sebagai putra dari seorang produser kenamaan membuatnya harus mengambil jurusan produksi alih-alih dokumenter. Lalu Rayyi bertemu dengan Haru, seorang mahasiswi dari Jepang yang belajar dokumenter di kampusnya. Kisah Rayyi dan Haru so sweet banget. Rayyi yang terkesan angkuh dan merasa hebat itu perlahan-lahan luluh di depan Haru yang imuuut. Saya jatuh cinta banget sama tokoh Haru... dan analogi tentang Sakura yang dijabarkan di novel ini membuat saya trenyuh....

Yang pasti, ada adegan di novel ini yang membuat saya teringat dengan masa lalu saya :'> membuat kisah ini jadi lebih personal buat saya meski nggak secara langsung.

Suteki da ne. Kono raifu wa.-- Hidup ini indah, ya.