Kamis, 28 November 2013

Coraline (Graphic Novel) by Neil Gaiman & P. Craig Russell

Judul: Coraline, the graphic novel adaptation
Penulis: Neil Gaiman
Ilustrasi: P. Craig Russell
Genre: Children, horror, fantasy
Sinopsis:

When Coraline steps through a door in her family's new house, she finds another house, strangely similar to her own (only better). At first, things seem marvelous. The food is better than at home, and the toy box is filled with fluttering wind-up angels and dinosaur skulls that crawl and rattle their teeth.

But there's another mother there and another father, and they want her to stay and be their little girl. They want to change her and never let her go. Coraline will have to fight with all her wit and all the tools she can find if she is to save herself and return to her ordinary life.

This beloved tale has now become a visual feast. Acclaimed artist P. Craig Russell brings Neil Gaiman's enchanting nationally bestselling children's book Coraline to new life in this gorgeously illustrated graphic novel adaptation.
 Bintang:

My Review:

Sebenernya udah lama banget penasaran baca buku ini. Tapi entah kenapa kepending terus, sampai-sampai movienya aja belum sempet nonton. Dan waktu beli buku ini, kukira novel... eh taunya graphic novel *ceroboh banget* Tapi untunglah bulan November tema baca barengnya komik/ graphic novel, jadi deh buku ini kubaca nggak pake lama.

Kesan pertama baca dan ngeliat ilustrasinya... CREEPY. Coraline digambarkan seperti anak remaja yang udah menjelang dewasa, jadi rasanya agak aneh ngeliat cara interaksi dia yang masih bocah banget. Tapi ya udahlah, ilustrasi barat memang rata-rata kayak gini sih ya. Tapi serius itu ilustrasi ortunya Coraline di dunia lain serem banget. Kalau aku jadi Coraline sih ogah ke sana lagi. Mending langsung kabur pulang dan bersyukur punya orangtua yang matanya bukan kancing. Hahaha.

Di luar dari seramnya cerita dan ilustrasi, nilai moral yang terkandung di dalam buku ini bagus banget. Berkesan banget begitu menutup buku ini. Memang ya di mana-mana ada aja anak yang nggak puas dengan orangtua mereka. Entah itu karena orangtuanya terlalu cuek, atau malah terlalu ngatur harus gini dan gitu. Aku sendiri juga pernah melewati masa-masa seperti itu. Siapa sih yang nggak pernah? Berencana kabur dari rumah saking malesnya diomelin melulu, misalnya. Atau sengaja nginep di rumah temen dengan alasan ada tugas kelompok padahal nggak ada. Kalau aku sendiri pernah pergi ke Jogja sendirian demi ikut ke suatu tempat sama keluarganya temenku. Karena ortu dulu ngelarang aku pergi ke sana, aku pun diem-diem. Kabur di tengah darmawisata sekolah. Haha... terus dari situ aku malah tau gimana ortu sayang sama aku. Iya, waktu aku nggak pulang bareng bus sekolah, ortuku langsung panik. Nyariin aku ke mana-mana. Dan waktu itu aku nggak punya hape.

Coraline juga gitu. Kehidupannya dia membosankan banget sampai-sampai dia menjelajahi rumah barunya. Dan dia ketemu dengan pintu itu. Pintu yang kemudian membawa dia ke dunia lain yang mirip banget sama dunianya yang asli. Bedanya, mata kedua orangtuanya kancing, bukan mata beneran. Dan rumput tetangga lebih hijau! Makanan di sana lebih enak, orangtuanya lebih perhatian sama Coraline. Tapi di balik kebaikan itu tersembunyi kebusukan. Oke, cut. Ntar jadi spoiler sebuku. :p

Buku ini bagus banget. Yang suka cerita anak-anak dan yang tegang-tegang, boleh deh baca buku ini.
 

1 komentar:

saya yang udah pernah nonton filmnya aja. ilustrasinya cantik di film. trus lumayan mencekam, menegangkan hehe... bukunya sendiri baru dapat, tapi belom dikirim :D semoga bisa baca ini secepatnya

Poskan Komentar