Tampilkan postingan dengan label IRRC 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IRRC 2014. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Agustus 2014

Howls (dot) com by Ghyna Amanda Putri


Judul: Howls (dot) com
Penulis: Ghyna Amanda Putri
Genre: Romance
Penerbit: de TEENS
Halaman: 322 halaman

Sinopsis:

#1515 November Today, 11:12 AM | Reply to How's life today? in General Talk :

Terima kasih sudah membangunkanku Terima kasih juga telah berbagi perhatian denganku. Tempat ini benar-benar sepi, sudah berapa lama aku tak kemari? Tapi, sudah kubaca seluruh history percakapan kalian. Kalian membuatku tertawa, menangis, merasa senang, juga sedih. Kupikir, sampai kapan pun kalian adalah orang-orang kurang kerjaan yang selalu berlebihan.

Dulu, aku sering berpikir, apa yang akan terjadi padaku kalau aku mati? Siapa yang akan menangis untukku? Apa masih ada orang yang mau datang menabur bunga di atas makamku? Sekarang, aku tahu..., mereka mungkin adalah kalian.


Cerita tujuh orang, dengan tujuh kehidupan yang berbeda, yang terangkum dalam sebuah portal forum bernama Howls[dot]com.




My Review:

Setelah absen ngereview posbar selama 5 bulan... saya kembali lagi (nggak penting bener). Dikarenakan buku yang akan saya review ini memberikan saya semacam kepuasan dan rasa ingin ngasih tau orang-orang supaya melirik buku ini, membeli, dan membacanya. Bukan karena penulis buku ini adalah salah satu sahabat saya, tapi karena buku ini memang sangat bagus hingga saya tidak segan memberikan 5 bintang. Hehehe....

Minggu, 27 Juli 2014

Aku, Juliet by Leyla Hanna

♥♥
Judul: Aku, Juliet
Penulis: Leyla Hanna
Genre: teenlit
Penerbit: Moka Media
Halaman: 180 halaman

Sinopsis:

Mereka bilang aku Juliet, lambang cinta yang agung, cinta yang mengatasi segala kepedihan-bahkan kematian. Ya, aku memang Juliet. Keluargaku bukan Capulet, melainkan Juventia. Dan Romeoku juga bukan dari keluarga Montague, melainkan sekolah yang mereka sebut Eleazar. Tapi, satu hal yang harus kau tahu, jika bisa memilih, aku tak ingin jadi Juliet!

*


Saat pertama kali melihatnya, aku tahu aku menyukainya. Tawanya yang renyah, matanya yang indah dan segalanya. Tak ada yang lebih kuinginkan dibandingkan bersamanya. Tetapi jalan kami tak semudah itu. Begitu tinggi dinding sekolah memisahkan kami atas nama kebencian yang sudah ada, entah sejak kapan. Terlalu banyak air mata yang mengalir, terlalu banyak darah yang menetes. Aku tak ingin jadi Romeo. Aku hanya ingin mencintai dia, Julietku. Tetapi cinta tidak berpihak pada kami. Haruskah kisah cinta kami berakhir tragis seperti Romeo dan Juliet?

My Review:

Sebelumnya saya mau bilang terima kasih lagi sama penerbit Moka Media yang mempercayakan buku ini untuk direview oleh saya. Saya akan mereview buku ini dengan sejujurnya.

Kamis, 17 Juli 2014

Bunga di Atas Batu by Aesna


Judul: Bunga di atas Batu
Penulis: Aesna
Genre: teenlit
Penerbit: Moka Media
Halaman: 132 halaman

Sinopsis:

Iris yang baik,

Setelah kupertimbangkan masak-masak, beginilah akhirnya cara yang kupilih. Bukan supaya diriku terelak dari duka perpisahan. Ketahuilah, pada huruf-huruf terakhir setiap kata yang kutulis, kesedihan menderaku tanpa ampun bagaikan pesuruh Zeus mendera Prometeus yang malang (bukankah kamu menyukai dongeng-dongeng Yunani?). Kutahankan rasa sakit itu demi hal-hal yang mungkin bisa kujelaskan lebih baik secara tertulis ketimbang dibicarakan langsung. Jika terasa tidak adil, maafkanlah.

Manakala surat ini sampai padamu, telah jauh aku meninggalkan rumah dan “tempat rahasia kita.” Tapi yakinlah, jarak di antara dua manusia bukan melulu perkara terlihat atau tidaknya sosok, terdengar atau tidaknya suara, terasa atau tidaknya sentuhan, terhirup atau tidaknya aroma masing-masing. Selama ini, misalnya, dengan bertemu setiap hari, seberapa dekat sebenarnya hati kita? Seberapa banyak kau mengerti perasaanku atas dirimu dan sebaliknya?

My Review:

Bunga di atas Batu merupakan sebuah kisah tentang hubungan antara dua orang sahabat; Iris dan Bara. Ide yang dimiliki penulis untuk kisah ini sesungguhnya sangat manis dan bisa saja membuat galau pembacanya jika saja penulis bisa mengekspresikannya dengan baik lewat jalinan kata-kata serta adegan demi adegan dalam buku ini. 

Kamis, 01 Mei 2014

Cinta Emang Bego... Bener, Gak Boong....


Judul: Cinta Emang Bego
Penulis: Nikma. TS
Genre: teenlit, komedi
Penerbit: Moka Media
Halaman: 180 halaman

Sinopsis:

Kuberi tahu kamu soal Febri, cowok yang gantengnya bisa bikin artis Korea langsung ingin operasi plastik lagi. Aku tergila-gila padanya. Peduli setan sohibku naksir dia. Aku nggak peduli status gebetanku di sekolah, nggak peduli mamaku mencak-mencak, nggak peduli brownies buatanku hangus demi cinta. Bahkan ketika gebetanku diam-diam punya rahasia, aku juga nggak peduli.

Kamu pikir cintaku bego? Emang!

Kamu baru tahu?




My Review:

Tiga bintang, bulet. Iya, aku sendiri nggak menyangka bakal menyukai buku ini. Biasanya aku agak malas baca buku komedi, dan jujur aja di awal-awal aku merasa Lintang lebay banget dan ababil. Terus aku lantas berpikir... Lintang masih ABG, lagi jatuh cinta, dan memang labil. Jadi wajar kalau gaya penceritaannya pun labil seperti itu. Haha... aku pun segera memposisikan diriku sebagai seorang Orin yang masih SMA, pakai serangam putih abu-abu, dan mengingat masa-masa ketika aku suka sama cowok ganteng serta bersedia melakukan hal-hal bodoh hanya untuk mendapat secuil perhatian dari gebetan.

Sampai sekarang masih suka cowok ganteng, kok....

Senin, 21 April 2014

Song of Will by Jason Abdul

♥ (2,5 stars)
Judul: Song of Will
Penulis: Jason Abdul
Genre: romance, drama, YA
Penerbit: Moka Media
Halaman: 258 halaman
Sinopsis:


"Akan kuberitahu siapa yang kusukai."

William, harus melawan kesedihan setelah kepergian sahabatnya ke Swiss.
Laura, berpikir kecantikannya bisa memberi segala yang tak bisa diberikan keluarganya yang hidup sederhana.
Evan, berjuang melupakan masa lalu yang kelam saat hidup di jalanan.
Nana, belajar mengambil keputusan sulit untuk menyatukan kembali keluarganya yang berantakan.

Empat remaja yang berusaha memahami diri sendiri serta arti mencintai keluarga. 
Keempat-empatnya punya topeng yang ingin mereka lepaskan. 
Keempat-empatnya punya rahasia yang ingin mereka bagi. 

Sebab semua orang punya masa lalu. Dan mimpi.

My Review:

Pertama-tama, saya mau bilang terima kasih banyak pada Mbak Dyah Rinni yang telah memberi kepercayaan pada saya untuk membaca dan mereview buku ini. Jujur aja, udah lama juga saya penasaran pengen baca meski masih ada ragu buat membelinya di toko buku. Tapi akhirnya, berkat Mbak Dyah rasa penasaran itu terbayar! Hehe....

Senin, 17 Maret 2014

Mahogany Hills by Tia Widiana

Judul: Mahogany Hills
Penulis: Tia Widiana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Amore
Genre: Romance
Halaman: 344
Rating: 
Sinopsis:


Jagad Arya dan Paras Ayunda mendapatkan kehidupan yang mungkin diharapkan oleh semua pasangan pengantin baru. Segera setelah menikah, mereka tinggal di rumah bernama Mahogany Hills, di pelosok pegunungan Sukabumi yang sejuk dan indah.


Yang membedakan Jagad dan Paras dengan pasangan pengantin lainnya adalah mereka menikah bukan karena cinta. Baik Jagad maupun Paras punya rahasia yang mereka pendam. Kesepian, amarah, dan penyesalan bercampur aduk dengan rasa rindu dan kata cinta yang tak pernah terucapkan—semua itu senantiasa menggelayuti Mahogany Hills.

Dengan caranya masing-masing, Jagad dan Paras berjuang untuk menghadapi satu pertanyaan yang pada suatu titik harus mereka jawab: Sanggupkah mereka bertahan dalam pernikahan yang tak sempurna itu?

My Review:

Jumat, 28 Februari 2014

Evergreen by Prisca Primasari

Judul: Evergreen
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Grasindo
Genre: Romance, YA
Halaman: 203
Rating: 
Sinopsis:


Konichiwa! Selamat datang di Evergreen, kafe es krim penuh pelayan baik hati, lagu The Beatles akan melengkapi hari-harimu. Tempat yang menghangatkan, bahkan bagi seorang gadis pengeluh dan egois sepertimu, Rachel!

Di kafe itu, kau menemukan sebuah dunia baru, juga pelarian setelah dipecat dari pekerjaanmu. Menurutku itu bagus! Apa enaknya sih kerja jadi editor?

Namun, sebenarnya butuh berapa banyak kenangan dan sorbet stroberi untuk mengubah sifat egoismu? Atau yang kau butuhkan sebenarnya hanya kasih sayang? Mungkin dariku, si pemilik kafe? Hmmm?

Review:

Selain karena Kak Prisca sudah mencuri hati saya sejak membaca Eclair, buku ini pun menyuguhkan tema cerita yang memang saya suka. Dengan kisah seperti komik-komik Jepang berlatarkan cafe, Evergreen membawa saya dalam petualangan emosional yang baru dan memikat.

Cerita ini berkisah tentang Rachel, seorang gadis yang suka mengeluh dan sangat egois. Baginya, semua orang harus peduli padanya... segala hal harus berpusat padanya... tapi dia sendiri nggak peduli pada semua itu. Kalau dalam bahasa saya, orang seperti Rachel ini adalah vacuum cleaner, di mana dia menyedot perhatian semua orang sampai orang-orang di sekitarnya kelelahan tanpa henti. Nggak aneh kalau akhirnya teman-temannya pun memutuskan untuk kabur darinya. Iya, siapa juga yang nggak capek dengerin orang mengeluh, dan dikasih solusi tapi nggak didengerin?

Lalu, keadaan ini membawa Rachel ke Evergreen. Tempat yang begitu hangat dan penuh dengan senyum seakan-akan orang-orang yang bekerja di Evergreen nggak pernah merasakan yang namanya masalah. Tapi, tentu saja nggak ada orang yang benar-benar bebas dari masalah. Di Evergreen, Rachel mengalami banyak hal, melihat banyak hal, juga belajar banyak hal dari orang-orang yang ada di sana. Mulai dari belajar untuk move on, sampai belajar untuk peduli pada orang lain.

Novel ini memberikan pesan moral yang banyak. Setiap konflik yang ada pada akhirnya bertautan menjadi satu kisah yang memuaskan. Bikin saya pengen makan es krim yang enak... astaga.

Kutipan yang paling saya suka dari novel ini adalah:

"Memaafkan. Kata yang lucu sekali, bukan?... Sesuatu yang sulit sekali diberikan. Padahal dengan melakukan itu berarti kita menyelamatkan hati kita sendiri. Pernahkah kau mendengar, bahwa ketika kau memaafkan seseorang, kau membuka lagi pintu rumah yang sebelumnya kau tutup rapat-rapat, yang telah membuat dirimu terperangkap dan kehabisan napas. Ketika kau memaafkan, kau pun bisa bernapas lagi. Dan hidup."

Saya percaya sekali dengan teori memaafkan ini sejak masih sekolah. Meski kadang ada kasus-kasus di mana memaafkan menjadi sesuatu yang sangat sulit dilakukan, tetap saja setelah melakukannya saya merasakan kelegaan yang tidak ada gantinya. Memaafkan, dan melupakan, begitulah cara manusia bisa hidup dengan nyaman.

Satu-satunya hal yang mengganggu saya di dalam novel ini adalah penggunaan kata cosplay untuk menyebutkan kostum dan aksesorisnya. Seharusnya disebut kostum saja, karena cosplay berarti seseorang yang mengenakan kostum dan atribut dari suatu karakter dari manga/anime/game dan berakting seperti karakter tersebut.

Really love the story! Rasanya ini novel terbaik dari Kak Prisca sejauh ini.


XOXO,





-----
Dibaca untuk:
- Posbar BBI tema kuliner
- IRRC 2014
- Lucky No. 14 Reading Challenge

Rabu, 05 Februari 2014

Rainbow of You - Indah Hanaco

Judul: Rainbow of You
Penulis: Indah Hanaco
Penerbit: Grasindo
Halaman: 280 halaman
Genre: Romance
Bintang: 
Sinopsis:

"Bicara hati adalah bicara tentang riuhnya keajaiban. Lupakan segala logika dan akal sehat. Karena hati selalu mengeja dengan bahasanya sendiri."

Ryu punya mimpi paling murni tentang Robin. Mimpi yang terpelihara rapi selama dua belas tahun. Hingga Tuhan memberi kejutan yang tidak siap untuk dihadapi gadis itu. Enzo juga menyimpan mimpi-mimpinya di tempat rahasia. Berbeda dengan Ryu, Enzo tahu bagaimana caranya untuk mewujudkan mimpi itu. Meski tidak mudah.

Pipi semangka. Robin. Juliet. Ian Quintus. Lirik lagu. Satu per satu mendorong Ryu dan Enzo ke arah yang sama. Semuanya dilengkapi oleh ‘mantra’ yang diucapkan Ryu. Abrakadabra!


My Review:


Ini pertama kalinya aku membaca karyanya Kak Indah. Biasanya hanya melihat di toko buku dan terkagum dengan betapa produktifnya penulis satu ini. Apalagi cover bukunya lucu-lucu gitu. Waktu Kak Indah ngeshare cover novel Rainbow of You ini, aku langsung tergiur sama covernya yang imut-imut dan ngepink dan keinginan untuk mencoba mengenal penulis yang belum pernah kubaca bukunya ini pun langsung muncul. Jadi begitu aku ke toko buku, aku langsung mengambil buku ini dan membawanya ke kasir. Sinopsis di belakang buku pun menarik, dengan tema yang mirip-mirip cerita komik. Teman sejak kecil yang terpisah lama lalu ketemu lagi.

Senin, 13 Januari 2014

Love Storm by Clara Canceriana & Fei

Judul: Love Storm
Penulis: Clara Canceriana & Fei
Penerbit: Bentang Belia
Genre: teenlit romance
Bintang: 
Sinopsis:


Kim_chee: Himnaeseyo, Nicholas oppa! Kami percaya padamu, our eternal charisma leader. Dan, FC. Ent, dari awal kami sudang bilang, kan, STORM nggak perlu member baru itu! Keluarkan Shin dari STORM!!

Maegyo: Siapa ang bilang Shin yang salah, sih? Be strong, Shin! We believe and support you! Buat yang ngejelekin Shin, elo aja yang enyah dari sini! Cumulonimbus nggak butuh orang kaya elo.

Akibat perang dunia ketiga itu, Cumulunimbus - grup penggemar boyband Korea Selatan STORM mengadakan gathering darurat. Dan, betapa terkejutnya Kimmy, pemilik ID Kim_chee, begitu tahu siapa orang yangberdiri di balik ID Maegyo. Mavin! Cowok ganteng, cool, idola di sekolah, dan hammpir mustahil menyukai dunia K-Pop.


Mavin terus mengelak bahwa dia bukan K-Popers. Baginya, menjadi seorang K-Poppers bukan aib. Ini peluang bagus untuk Kimmy. Ia menggunakan kesempatan ini mengejar Mavin. Jika tak mau rahasianya terungkap, ia harus mau menjadi pacar Kimmy.

Review:

Seperti yang terlihat dari cover buku dan juga sinopsis singkat di belakangnya, cerita di buku ini sangat ringan tapi juga seru untuk dibaca. Gaya berceritanya sangat remaja sekali, dan mengalir sehingga membaca buku ini nggak perlu waktu lama. Buat mereka yang menyukai K-Pop pasti bisa banget dengan mudah relate dengan cerita ini, tapi bukan berarti yang nggak suka K-Pop nggak bisa mengambil sesuatu dari cerita yang disuguhkan oleh Clara dan Fei ini.