Kamis, 29 Agustus 2013

All You Can Eat by Christian Simamora

4 stars
Judul: All You Can Eat
Penulis: Christian Simamora
Genre: Romance
Penerbit: GagasMedia
Sinopsis:

‘CINTA KOK BIKIN SEDIH?’


Dear pembaca,

Berbeda dengan penulis lain di luar sana, aku akan berterus terang mengenai akhir novel ini: bahagia. Tapi, kumohon, jangan desak aku untuk menceritakan awal ceritanya. Juga tentang siapa Sarah, siapa Jandro, dan apa yang menghubungkan mereka berdua.

Aku juga tak akan melebih-lebihkan penjelasanku mengenai novel kesepuluhku ini. ‘All You Can Eat’ memang bukan cerita yang orisinal. Jadi, jangan terkejut saat mendapati ceritanya mengingatkanmu pada curhatan seorang teman atau malah pengalaman hidupmu sendiri. Ini tentang seseorang yang istimewa di hati. Yang tak bisa kamu lupakan, juga tak bisa kamu miliki.

Jadi, apa keputusanmu?
Kalau setelah penjelasan tadi kamu masih ingin membaca novel ini, tak ada yang lagi bisa aku katakan kecuali: selamat menikmati.

Dan selamat jatuh cinta.



CHRISTIAN SIMAMORA


My Review:

Apa, sih yang kita dapatkan waktu menikmati santapan di restoran dengan menu All You Can Eat? Kalau kita mendatangi restoran yang tepat, sudah jelas kita akan mendapatkan kepuasan--plus kekenyangan juga, sih. Nah, membaca buku ini rasanya mirip dengan itu. Puas. Kenyang. Pas.

Sekalipun cerita di buku ini bukan cerita yang orisinal seperti tertulis di sinopsisnya, dan bocoran tentang happy ending sudah membuat aku bisa menerka seperti apa kisah cinta Sarah dan Jandro pada akhirnya... tetap saja proses yang dilewati oleh kedua orang ini menyenangkan untuk disimak. Gaya penceritaan Bang Ino yang dinamis dan ekspresif ini bikin buku setebal AYCE terasa tipis. Soalnya ngalir banget dan nggak bikin jidat berkerut karena pusing dengan perbendaharaan katanya. Karakter yang ada di buku ini pun semuanya relatable dan lovable (menurutku loh, ya). Tiap kali Jandro muncul, rasanya aku bisa merasakan apa yang dirasakan Sarah. Gyah... berondong... udah ganteng, seksi, nggak doyan gombal yang bikin huek-huek juga.... #heh

Cuma buatku pribadi... ketakutan Sarah untuk mencintai Jandro terang-terangan di depan sahabatnya yang juga kakak kandung Jandro itu agak ngeselin. Jujur aja kenapa, sih, Sar. Kenapa mesti takut segitunya... kalau memang sahabat pasti bisa ngertiin.... Yah, kira-kira gitu yang suka muncul di kepalaku tiap Sarah denial sampai nyakitin hati Jandro. Kalau ada temanku yang kayak gini, udah aku unyel-unyel kali kepalanya saking geregetan....

Mudah-mudahan, suatu saat nanti aku bertemu dengan Jandroku sendiri... #ngarep.com

8 komentar:

Pengen deh sekali2 baca novel begini biar ada rasa dan suasana baru. Ohya semoga cepet dipertemukan dgn J nya ya :)

Eh ada Mas Dion mampir :))
Coba baca aja, bikin seger kok :D

Makasih doanyaaaa *aminin cepet2*

"Cuma buatku pribadi... ketakutan Sarah untuk mencintai Jandro terang-terangan di depan sahabatnya yang juga kakak kandung Jandro itu agak ngeselin."

Setuju, itu juga yang jadi poin minus buat Sarah, kayak yg aku tulis di reviuku: http://wp.me/p330Rx-cX. Kapan2 blogwalk yak. :D

Tapi emang, poin plus AYCE ini adalah: witty banters antara Jandro-Sarah. Kl dengan Barbie Sh*t eh Sipit itu ada juga ga ya? Kayaknya ga banyak ya? If any.

Moga2 cepet ketemu Jandronya. Amin. Aku juga ya didoain. Eheh.

Iya kan... ngeselin =)) labil banget si Sarah....
Barbie sipit... dia mah cuma bikin kesel... cuma aku suka akhirnya dia :D

ya ampuuun, aku pernah di posisi sarah nih, waktu awal pacaran sama suamiku yang adalah kakaknya sahabat/ex roommate ku, ngumpet2 gitu akhirnya huahahaha #curcol ;p jadi penasaran juga baca buku ini. blom pernah baca buku chrismor sebelomnya :D

Wah seru tuh... kenapa sampai ngumpet2? Sahabatmu gak setuju ya? Coba baca aja, siapa tahu jadi suka xD

wuah belum baca karya Chrismor. karya ini sempet heboh kan? jadi pingin baca yang ini

Aku baru baca 2 bukunya, yang satu lagi 'Macarin Anjing'. :3 Iya, heboh karena bahasanya yang anu... #anuapa

Poskan Komentar