Rabu, 14 Agustus 2013

London: Angel by Windry Ramadhina

4 stars
Judul: London: Angel
Penulis: Windry Ramadhina
Genre: romance
Sinopsis:

Pembaca Tersayang,

Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye. 

Windry Ramadhina, penulis novel Orange, Memori, dan Montase mengajak kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tidak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemukannya. Apakah perjalanannya ini sia-sia belaka?

Setiap tempat punya cerita. 
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.

Enjoy the journey,

EDITOR


My Review:

Gilang sudah jatuh cinta pada Ning sejak 6 tahun yang lalu, ketika untuk pertama kalinya ia melihat Ning sebagai cewek... bukan sebagai sahabat sejak kecil. Namun, usahanya untuk menyatakan perasaan sebelum gadis itu pergi ke London gagal dan Gilang memilih untuk bungkam, memendam perasaannya sendirian. Suatu hari, atas dorongan dari teman-temannya, Gilang pun pergi ke London. Untuk apa? Tentu saja untuk menemui Ning dan menyatakan cintanya sekali lagi. Gilang sengaja tidak bilang soal kedatangannya pada Ning karena ingin memberikan kejutan, tapi sialnya... kejutan itu pun gagal karena Ning tidak ada di rumahnya alias lagi pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan.

Jadilah Gilang anak hilang di London. Jalan-jalan sendirian ke London Eye. Di sana, dia bertemu dengan seorang cewek bule yang sangat cantik. Cewek yang dia juluki Goldilocks ini hanya muncul saat hujan turun. Tiap hujan berhenti, cewek ini pun langsung menghilang. Kehadiran cewek misterius ini yang menurutku paling seru untuk diikuti. Hehe... aku tipe orang yang percaya dengan adanya malaikat, jadi aku percaya bahwa Goldilocks ini memang malaikat seperti yang dikatakan oleh seorang penjual payung karena dia menghubungkan banyak hal yang pada akhirnya menyempurnakan puzzle hidupnya Gilang selama di London sana.

Tulisan Kak Windry udah nggak perlu lagi dipertanyakan. Sejak Orange, aku selalu baca buku-bukunya. Kecuali Metropolis yang entah kenapa nggak pernah ketemu. Kalau ada yang punya, mau dong pinjam. Hehehe.

Aku selalu suka bagaimana Kak Windry membuat karakter-karakternya, lalu menghubungkan mereka semua menjadi satu cerita utuh yang manis. Trenyuh banget waktu akhirnya John berhasil mendapatkan wanita yang dicintainya sekian lama (siapa mereka? Baca aja sendiri bukunya xD). Dan endingnya, aku suka, suka, suka. Sudah menduga sih sebenarnya kalau akhirnya akan seperti itu.

Buat sekuelnya dong, Kak... cerita si Gilang sama si itu.

0 komentar:

Poskan Komentar