Selasa, 28 April 2015

Curhat Buku #2


Halo... aku pengin curhat lagi. Sebenarnya kalau kata temen-temen yang komen di curhatan perdana, curhatanku udah bisa dibilang review. Haha... ya, sudahlah. Namanya juga curhat suka-suka. Anggap aja review mini~ #seenaknya



.: RECENTLY FINISHED READING :.


Jadi, aku baru-baru ini menyelesaikan dua buah buku bagus.



  1. Pertama, novel Metropop karangan Fanny Hartanti yang berjudul C'est La Vie. Buku ini direkomendasikan dan dipinjamkan oleh Ci Ida aka Idawati Zhang (one of my favorite author!). Katanya novel ini bagus banget. Jadi aku nggak segan-segan, deh minjem waktu main ke apartemennya. Dan ternyata aku suka, suka, suka pakai banget sama ceritanya! Cara penceritaannya juga asik, nyantai, bikin bacanya nggak perlu ngerutin kening malah aku ngakak-ngakak pas bagian Ayu di awal-awal. Tapi ada bagian sedih juga yang bikin nangis bombay.

    Aku suka pokoknya! Banyak nilai moral yang bisa dipetik juga dari buku ini. 4 bintang gede buat buku ini!

  2. Kedua, novella dari R. J. Palacio yang masih merupakan bagian dari novel Wonder. Ah, selalu... R. J. Palacio menghadirkan cerita anak yang manis tapi berisi. Pluto menceritakan tentang Christopher, sahabat Auggie sejak lahir. Christopher juga sangat manusiawi sekali. Meski dia sayang sama si Auggie, tapi ada kalanya berteman dengan Auggie itu susah. 4 bintang.


***

.: CURRENTLY READING :.

  1. A Midsummer's Nightmare ini buku kedua Kody Keplinger yang aku baca. Sebelumnya aku udah membaca The DUFF dan aku sangat menyukainya. Reviewnya bisa dibaca di sini. Ada beberapa yang bilang kalau buku ini lebih bagus daripada The DUFF, buku terbaik dari Kody gitu, deh. Jadilah waktu di Singapore, aku beli buku ini buat teman baca selama di sana. Memang aku udah punya ebooknya, tapi tetep aja baca buku fisik sensasinya lebih menyenangkan. Apalagi aku udah punya ekspektasi tinggi sama buku ini. Covernya juga cantik... Sejauh ini, sih... aku suka premis ceritanya. Suka sama karakter cowoknya yang ganteng tapi anak rumahan yang nurut sama ortu. Sementara itu aku belum bisa suka sama karakter ceweknya yang tipikal anak-anak populer Amerika. Moga-moga aja ekspektasiku ama buku ini nggak ketinggian.
  2. Love in the Present Tense. Nama Catherine Ryan Hyde sebelum ini asing buatku, sampai suatu hari Fhel (nama temanku) memperkenalkan aku padanya. Dia memberitahuku bahwa film Pay It Forward yang sempat booming dulu merupakan adaptasi dari novel Catherine yang berjudul sama.
    Aku sendiri udah lupa bagaimana persisnya film itu, hanya ingat bahwa film itu menceritakan tentang seorang anak yang diminta berbuat baik pada semua orang. Mungkin aku harus menonton ulang karena kesanku pada film itu cukup positif.
    Nah buku ini bisa berada di tanganku ceritanya sama kayak C'est La Vie.Aku direkomendasikan dan dipinjamkan sama temanku itu. Malah temanku ini sampai main ke rumah ngebawain! xD Katanya novel ini merupakan all time favoritnya. Aku baru baca 10 halaman, dan nuansanya udah dark gitu! Kayanya, sih... aku bakal jatuh cinta juga sama buku ini. 
  3. Simple Thinking About Blood Type 3 karya Park Dong Sun. Nggak seperti buku pertama dan kedua, aku agak bosan baca yang ini.... :|
  4. Kaleidoscope Hearts karya Claire Contreras. Iya, aku belum selesai nerjemahin, jadi buku ini masih nangkring di list ini haha.... Ceritanya makin seru.

***

.: NEXT READ :.


See ya~



XOXO,



3 komentar:

Aku aja belum sempet publish curhat bukuku yg pertama, kak orin udah nongol dengan edisi kedua. pfffft. XD

Hehehe... gapapa, kan curhatnya nggak bebas kapan saja~

Eh, maksudnya bisa kapan aja =))

Poskan Komentar