Kamis, 16 Juli 2020

[Review] Firefly Lane by Kristin Hannah


Judul: Firefly Lane
Penulis: Kristin Hannah
Penerbit: Pan Books
Genre: Romance, Contemporary, Historical Fiction
Format: Paperback, 479 halaman
Terbit: 2013

•••

Sinopsis:

In the turbulent summer of 1974, Kate Mularkey has accepted her place at the bottom of the social food-chain at school. Then, to her amazement, the 'coolest girl in the world' moves in across the street and wants to be her friend. Tully Hart seems to have it all - beauty, brains, ambition. On the surface they are as opposite as two people can be, but they make a pact to be best friends forever; by summer's end they've become TullyandKate. Inseparable.

For thirty years Tully and Kate buoy each other through life, weathering the storms of friendship, jealousy, anger, hurt and resentment. Tully follows her ambition to find fame and success. Kate knows that all she wants is to fall in love and have a family but what she doesn't know is how being a wife and mother will change her. They think they've survived it all until a single act of betrayal tears them apart and puts their courage and lifelong friendship to the ultimate test.

•••

Review:

Halo, semua!

Orin akhirnya kembali lagi untuk menulis review buku yang baru Orin baca! Setelah sekian lama ya akhirnya ada yang bikin Orin mau nulis review karena mau sekalian curhat. Hehe. Ini bener-bener baru banget nutup bukunya dan mata juga masih bengkak banget karena sedih. Rasanya pengen pelukin bukunya terus gitu karena bisa bikin aku ngerasa begini. Kurang lebih mirip waktu aku selesai baca The Nightingale yang juga karyanya Kristin Hannah.

Sinopsis di atas sudah menggambarkan isi dari buku ini, yaitu tentang perjalanan hidup Tully dan Kate sejak mereka masih remaja sampai mereka dewasa. Mereka berdua memiliki sifat yang saling bertolak-belakang namun saling mengisi dengan sempurna. Aku sangat relatable dengan Kate dan kadang berpikir Kate ini aku banget. Cara Kate berpikir dan mengambil keputusan benar-benar mirip denganku dan hal ini bikin pengalaman baca aku jadi lebih nyesss gitu.

Jumat, 08 Februari 2019

01.41 - 1 comment

Most Favorites in 2018

Holaaaa~

Telat banget ya baru mau share beginian di bulan Februari hehe... Daripada nggak sama sekali, kan.

Sebenarnya listnya panjang, nggak cukup cuma lima doang... tapi dipaksain deh biar nggak berasa penuh banget huhu... senang tahun 2018 banyak baca buku bagus. Langsung aja disimak~

Most Favorite Books:
1. Words in Deep Blue - Cath Crowley
2. The Hate You Give - Angie Thomas
3. The Truth About Forever - Sarah Dessen
4. Gemina (& Obsidio too!) - Jay Kristoff &
5. Looking For Alibrandi - Melina Marchetta

Most Favorite Book Boyfriend:
1. Atlas (It Ends With Us)
2. Sugihara (GO)
3. Niklas Malikov (Gemina)
4. Chris (THUG)
5. Wes (TTAF)

Most Favorite Female Lead:
1. Rachel Sweetie (WiDB)
2. Hanna Donnelly (Gemina)
3. Stargirl Caraway (Stargirl)
4. Sakurai (GO)
5. Starr (THUG)

Most Favorite Couple:
1. Henry & Rachel (Words in Deep Blue)
2. Niklas & Hanna (Gemina)
3. Atlas & Lily (It Ends With Us)
4. Starr & Chris (THUG)
5. Wes & Macy (TTAF)

Most Favorite Villain:
1. Sebastian (City of Heavenly Fire)
2. Maury Gilroy (Follow Me Back)
3. Ryle Kincaid (It Ends With Us)
4. Queen Levana (Fairest)

Most Favorite Book Cover:
1. I Saw the Same Dream Again (Indonesia ver.)
2. Always and Forever, Lara Jean
3. Saving Francesca (Indonesia ver.)
4. Looking for Alibrandi (Indonesia ver.)
5. Song for Alice

Most Favorite Side Characters:
1. Justine Kalinsky
2. Thomas Mackee
3. Jimmy Hailer
4. Jeong-il (GO)
5. Alyssa Kincaid (It Ends With Us)


Dadaaah~

Sabtu, 12 Januari 2019

[Review] Inikah Rasanya oleh Sylvee Astri


Judul: Inikah Rasanya?
Penulis: Sylvee Astri
Penerbit: Falcon Publishing
Genre: Teenlit, Romance
Format: Paperback, 328 halaman
Terbit: 30 Agustus 2018

•••

Sinopsis:

Raze sering kesulitan menebak rasa setiap roti yang diberikan Peri Roti.
Oh, kamu bertanya siapa Peri Roti? Raze jelaskan, nih.

Peri Roti berwujud cewek aneh berpenampilan mencolok: rambut dikepang empat pakai karet merah, sepatu merah, dan sepeda merah. Si peri bohongan ini suka bikin roti (sesuai julukannya) dan “memaksa” Raze memakan semuanya. Rasa rotinya aneh-aneh. Masa roti pakai ikan teri? Roti isi buah naga? Rasa rotinya kadang tidak jelas sama sekali.

Raze kesal semenjak cewek itu makin sering muncul di hari-harinya. Padahal Raze hanya ingin liburan yang tenang di rumah. Tenang artinya tanpa siapa pun. Tapi cewek aneh itu datang dan TEEET... TEEEET... TEEEEET... membunyikan bel rumah seakan sedang bermain alat musik.

Raze bertanya-tanya...
Siapa sebenarnya cewek itu?
Kenapa dia selalu hadir tanpa diundang?
Kenapa Peri Roti tahu kalau Raze sendirian saja di rumah?
Kenapa saat cewek itu tiba-tiba menghilang, Raze jadi mencari-cari dia?
Lalu satu pertanyaan baru muncul dari hatinya....
Inikah rasanya? 

•••

Review alias Curcol Penguin

Hoolaaaa~ apa kabar semua?

Udah kangen belum sama Penguin Orin? Udah dong pastinya~ #PEDE

Kali ini, Orin mau cerita tentang pengalaman membaca novel INIKAH RASANYA? karya Kak Sylvee Astri. Pasti belum banyak yang tahu nama Sylvee Astri, deh. Makanya Orin mau memperkenalkannya sama teman-teman. INIKAH RASANYA? ini adalah novel kedua yang ditulisnya. Novel pertamanya berjudul Circo de Patrimonio. Dengar-dengar, Kak Sylvee ini sejenis sama Orin. Kalau Orin kan penguin, ya. Nah, Kak Sylvee itu gosipnya adalah bebek! Penasaran, kan! Rencananya nanti Orin mau ngundang Kak Sylvee buat wawancara di sini. Ngobrol-ngobrol santai sambil minum teh panas dan makan kue-kue....

Kue....

Sabtu, 10 November 2018

15.16 - No comments

Pengumuman Pemenang Giveaway Song For Alice

Hahai...

Pasti udah pada nungguin postingan ini, deh. Ngaku~



Sebelumnya, Orin mau bilang terima kasih dulu buat kalian semua yang sudah turut meramaikan giveaway di blog penguin ini. Semoga walaupun lagi nggak ada giveaway, kalian tetap sudi mampir-mampir biar penguin nggak kesepian. Nih, Orin kasih sogokan dulu biar kalian semua senang.


Orin baca lho semua jawaban kalian satu per satu. Semua jawabannya bagus! Orin acungin empat jempol buat semuanya. Kalau Orin sendiri, ya... memberi kesempatan kedua itu sah-sah saja selama orang yang mau kesempatan itu benar-benar sudah menyesal dan mau berubah. Kalau nggak ya... Orin cukup kasih maaf saja tapi tidak dengan kesempatan kedua. Intinya, tergantung siapa orangnya.

Hm... yuk, langsung saja ke intinya!
Kira-kira siapa nih yang bakal beruntung mendapatkan satu buku Song For Alice? 

INI LHO HADIAHNYA!
CAKEP, KAN!!


Tunggu, ya. Orin kocok undiannya dulu!

Sebadan-badan goyang


Pemenang diundi melalui random.org

Senin, 22 Oktober 2018

[BLOG TOUR] GIVEAWAY~ GIVEAWAY~

HALOOOOO!!


Wah, nggak terasa sudah hari terakhir Blog Tour SONG FOR ALICE bersama Penguin Orin. Sedih nggak? Aku sedih, sih. Tapi daripada bersedih lebih baik kita berbagi kebahagiaan saja, ya! Jadi hari ini, aku akan mengadakan GIVEAWAY yang disponsori oleh Penerbit Roro Raya Sejahtera!



Satu orang pemenang di blog ini akan mendapatkan satu eksemplar novel SONG FOR ALICE karya Kak Windry Ramadhina. Hayo, sudah baca wawancara dan reviewnya belum? Kalau belum, baca dulu, yah supaya makin kenal sama Kak Windry dan juga sama Penguin Orin sekaligus #heh. Tidak kenal maka tidak sayang, begitu.

Minggu, 21 Oktober 2018

[BLOG TOUR] Review SONG FOR ALICE + Photo Challenge!

Mencintaimu adalah penantian yang panjang.

•••


Judul: Song For Alice
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: Roro Raya Sejahtera (TWIGORA)
Genre: Romance, New Adult
Format: Paperback, 328 halaman
Harga: Rp 85,000

•••




Sinopsis:

SEPERTI APA CINTA MENINGGALKANMU ADALAH SESUATU YANG TERAMAT SULIT KAU LUPAKAN.

Bagi Arsen, pulang berarti kembali pada Alice—perempuan pertama yang mencuri hatinya dua belas tahun lalu. Sore itu adalah pertemuan pertama mereka setelah lama tak bertemu. Arsen menarik Alice ke dalam pelukannya, berusaha mengingatkan perempuan itu pada sejarah mereka dulu. Namun yang membersit di benak Alice hanya sakit hati... ditinggal pergi Arsen di saat dia benar-benar jatuh cinta.

Memang benar, Alice selalu merindukan Arsen. Ketertarikan di antara mereka masih memercik api seperti dulu. Namun masa lalu adalah pelajaran yang teramat berharga bagi perempuan itu. Arsen adalah orang yang membuat Alice merasa paling bahagia di muka bumi, juga yang bertanggung jawab membuatnya menangis tersedu-sedu. 

Sekuat tenaga Alice mencoba menerima kembali kehadiran Arsen dalam hidupnya. Membiasakan diri dengan senyumnya, tawanya, gerak-gerik saat berada di ruang tengah; bahkan harus meredam gejolak perasaan atas kecupan hangat Arsen di suatu malam. Terlepas dari kenyataan Arsen membuat Alice jatuh cinta sekali lagi, ada pertanyaan besar yang hingga kini belum terjawab: pantaskah laki-laki itu diberi kesempatan kedua?

Sabtu, 20 Oktober 2018

[BLOG TOUR] Wawancara Bersama Kak Windry Ramadhina


Topik utama hari ini:
Orin si Penguin

NGEWAWANCARA

Kak Windry

Halo, halo, teman-teman dan para pengunjung semuanya! Apa kabar, nih? Akhirnya, setelah cukup lama waktu berlalu, Orinthia's Bookshelf muncul kembali sebagai Host untuk Blog Tour novel terbarunya Kak Windry Ramadhina yang berjudul Song for Alice. Di mata aku, kayaknya ini cover novel Kak Windry yang paling cantik, deh. Sederhana desainnya dan warnanya juga warna favorit aku banget. Paket komplit favorit Orinthia. Hehehe.

Seperti di dalam jadwal yang tertera pada banner di atas, Orinthia's Bookshelf mendapatkan kehormatan menjadi pembuka rangkaian blog tour yang akan berlangsung sampai tanggal 9 November 2018 nanti. Jangan lupa untuk terus mengikuti seluruh rangkaiannya, ya. Apalagi kalau kepengin banget punya satu eksemplar buku ini secara gratis. Di blog ini sendiri, giveaway-nya bakal diadakan pada tanggal 22 Oktober 2018.

Tapiiiii... sebelum mikirin soal gratisan, ayo kenalan dulu sedikit sama Kak Windry!



WINDRY RAMADHINA lahir dan tinggal di Jakarta; percaya atau tidak, mampu mendengarkan berbagai bentuk rock, yang paling keras sekalipun. Dia menulis fiksi sejak 2007. Buku-bukunya banyak bercerita tentang cinta, kehidupan, impian, dan harapan. Song for Alice adalah bukunya yang kesebelas.

Windry suka membaca surat dan menjawab pertanyaan. Dia bisa dihubungi lewat e-mail windry.ramadhina@gmail.com, Instagram @beingfaye, atau blog www.windryramadhina.com.


Nah, sekarang mari kita mulai saja yah wawancaranya!




Halo, Kak Windry. Apa kabar? Senang sekali bisa mendapat kesempatan buat tanya-jawab dengan kakak. Pertanyaan pertama, SONG FOR ALICE kan buku kesebelas yang kakak tulis, boleh tahu nggak apa sih yang membedakan buku ini dibandingkan buku-buku kakak yang lain? Dari mana kakak dapat idenya?


•••

Selasa, 07 Agustus 2018

Mamimoma by Rosemary Kesauly


Judul: Mamimoma
Penulis: Rosemary Kesauly
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Teenlit, YA, Friendship
Format: Paperback, 240 halaman

•••

Sinopsis:

Empat cewek yang sama-sama sekolah di SMA Benedict I ini sekilas kelihatan bahagia, padahal mereka masing-masing menyimpan masalah.

Maggie anak orang kaya. Meski punya segalanya, dia benciiii banget punya rambut keriting kaku yang nggak pernah bisa "jinak". Dia jadi terobsesi menjadi cantik seperti cewek-cewek di majalah, sampai-sampai rela nyobain segala bentuk produk kecantikan.

Milly paling cantik di antara semuanya, tapi dia pincang. Hampir semua orang menatapnya dengan sorot mengejek. Tambahan lagi, dia hanya tinggal berdua sama kakeknya yang protektif banget. Jangan harap dia bisa jalan-jalan ke mal atau nongkrong bareng teman-temannya.

Molly cuek dan omongannya sering ketus. Lewat sifat kerasnya, Molly selalu berhasil menyembunyikan kesedihan karena punya mama yang hobi mabuk dan sering pulang pagi. Belakangan dia mulai ragu, apa benar mamaya pelacur seperti gosip miring para tetangga?

May gampang bosan dan seleranya suka berubah-ubah kalau naksir cowok. Hal itu bikin teman-temannya sering geregetan. Sekarang dia malah naksir Oscar, padahal kan Oscar playboy dan hobi nge-drugs. Setelah saling mengenal lebih dalam, bisa nggak ya persahabatan mereka bertahan?

•••

Review:

Sekali lagi terima kasih kepada Gramedia Pustaka Utama yang sudah memberikan buku ini untuk saya review.


Kalau kamu mencari buku yang kental akan nuansa persahabatan remaja 
yang bikin kangen balik ke bangku SMA, 
buku ini bisa jadi pilihan!

Rabu, 18 Juli 2018

Saving Francesca by Melina Marchetta


Judul: Saving Francesca (Tolong Aku Dong!)
Penulis: Melina Marchetta
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Young Adult, Realistic Fiction
Format: Paperback, 296 halaman

•••

Sinopsis:

Francesca Spinelli pusing berat karena ibunya tiba-tiba depresi, kehilangan semangat hidup, dan hampir tidak mau turun dari tempat tidur. Keluarganya terancam berantakan, apalagi ayahnya tampak pasif dan menganggap sepele masalah itu. Satu-satunya hiburan bagi Francesca adalah Will Trombal, cowok keren yang dia taksir.

Namun, dia malah makin sedih saat tahu ternyata Will sudah punya pacar. Francesca jadi merasa galau dan kesepian. Apalagi dia merasa tidak cocok dengan teman-teman di sekolah barunya. Teman-teman lamanya yang keren dan selalu dapat dia andalkan, sekarang semakin menjauh. Dia sulit bergaul dan merasa terkucil. Semuanya membuat Francesca tidak tahan lagi. Siapa yang bisa menolongnya? Atau, dia hanya perlu membuka mata dan melihat bahwa justru orang-orang yang dia anggap remehlah yang justru menyayanginya? Eksplorasi yang sangat dalam tentang kedewasaan, jati diri, keluarga, dan persahabatan.

•••

Review:

Pertama-tama saya mau mengucapkan terima kasih kepada GPU karena sudah memberi kesempatan untuk saya meresensi buku ini. Wah, sudah satu tahun blog buku saya ini nggak diisi karena kesibukan IRL dan pekerjaan paruh-waktu saya sebagai penerjemah. Meski begitu, bukan berarti saya berhenti membaca lho. Saya masih rajin membaca dan masih mencintai buku hehe. Jadi begitu menerima beberapa buku YA baru GPU untuk diresensi rasanya senang sekali, apalagi dalam beberapa waktu belakangan saya benar-benar nggak mampu menyisihkan uang buat beli buku. Jadi, terima kasih banyak sudah memberi kebahagiaan kecil buat saya.

Malah jadi curhat colongan deh.

Mengenai Saving Francesca, sebenarnya buku ini sudah ada di TBR saya sejak lama sekali. Iya, saya punya buku dengan cover lamanya tersimpan entah di bagian rak buku saya yang sebelah mana sampai-sampai niat mau baca buku ini jadi tertunda terus karena malas menggali timbunan. Rupanya cover baru ini yang beruntung dibaca sama saya. Cantik banget covernya, sangat menggambarkan keadaan Francesca di cerita ini.

Selasa, 07 Februari 2017

Cinta Pangeran Es by Dinni Adhiawaty

Judul: Cinta Pangeran Es
Penulis: Dinni Adhiawaty
Penerbit: Kata Depan
Genre: Romance
Format: Paperback, 262 halaman

•••

Sinopsis:

Kaku, dingin, dan saat bicara selalu menyakitkan hati. Itu Andra, si Pangeran Es versi Cinta. Bertahun-tahun Cinta mencoba melupakan kenangan buruk gara-gara si Pangeran Es. Bertahun-tahun Cinta mencoba membunuh perasaannya.

Tentu saja, itu tidak pernah berhasil. Dalam satu pertemuan tidak sengaja, Cinta langsung masuk lagi ke dalam harapan-harapan yang dia bangun sendiri. Dia bertanya-tanya, apakah harapannya mampu menciptakan bahagia? Atau, justru akan lebih menyakitkan dari sebelumnya?

Pernahkah kamu melakukan semua hal untuk mendapatkan sebuah cinta yang sempurna? Pernahkah kamu merasa semakin hari, semakin sulit menggenapkan harapanmu?

Cinta pun merasa begitu. Untuk cintanya, untuk Pangeran Es, dia sudah melakukan semuanya. Namun, benarkah cinta yang sempurna itu benar-benar nyata?

•••

Review:

Pertama-tama mau bilang terima kasih dulu sama Dinni yang udah ngasih bukunya gratis buat aku. Seneng banget emang kalau dapat buku gratis hehe... Maaf karena baru sempat ngelarin baca dan nulis reviewnya. Semoga review dariku ini bisa memberikan motivasi untuk Dinni, yah.

Membaca Cinta Pangeran Es secara keseluruhan jujur saja agak membuatku ngos-ngosan. Kenapa? Karena alurnya begitu cepat dan begitu banyaknya masalah yang dilemparkan penulis pada tokoh-tokohnya. Baru selesai ini, sudah datang itu, dan menurutku beberapa masalah yang muncul itu sebenarnya nggak perlu ada, terutama yang terakhir itu. Tahu nggak sih... aku tuh sampai bengong trus mikir, "Lha, masih belum selesai masalahnya? Ya ampun, kenapa mesti gini banget...?" 

Dinni, kamu tega banget sama tokoh-tokohmu, deh...

Tapi di luar plot a la sinetron ini, menurutku gaya tulisan Dinni enak banget dibaca. Ngalir gitu. Jadi meski bacanya kadang sambil ngomel-ngomel, tetep aja bisa terus baca sampai habis. Buat tulisannya yang bikin aku bisa menikmati jalan cerita novel ini, aku kasih tiga bintang. Menurutku Dinni sangat berpotensi buat bisa lebih baik lagi, kok. Bisa banget. Semangat terus ya, Dinni! Aku menantikan buku barumu.


XOXO,


Jumat, 20 Januari 2017

13.30 - No comments

Most Favorites in 2016

Most Favorite Book:
1. Salt to the Sea by Ruta Sepetys
2. Scarlet by Marisa Meyer
3. Cirque du Freak series by Darren Shan
4. The BFG by Roald Dahl
5. Love Theft 1 & 2 by Prisca Primasari
6. Purple Eyes by Prisca Primasari
7. The Nightingale by Kristin Hannah
8. Forbidden Wish by Jessica Khoury

Most Favorite Book Boyfriend:
1. Florian Beck (Salt to the Sea)
2. Wolf/ Ze'ev (Scarlet)
3. Ivarr Amundsen (Purple Eyes)
4. Liquor (Love Theft #2)
5. Liam (Bridget si Ratu Sekolah)
6. Aladdin (Forbidden Wish)
7. Connor Blake (JBYaM)
8. Linus & Frank (Finding Audrey)

Most Favorite Female Lead:
1. Cinder & Scarlet (Scarlet)
2. Joana (Salt to the Sea)
3. Sophie (The BFG)
4. Solveig (Purple Eyes)
5. Zahra (Forbidden Wish)
6. Audrey Turner (Finding Audrey)
7. Maggie Montgomery (JBYaM)
8. Vianne & Isabelle (The Nightingale)

Most Favorite Couple:
1. Scarlet & Wolf (Scarlet)
2. Florian & Joana (Salt to the Sea)
3. Liquor & Frea (Love Theft)
4. Ivarr & Solveig (Purple Eyes)
5. Liam & Bridget (Bridget si Ratu Sekolah)
6. Aladdin & Zahra (Forbidden Wish)
7. Linus & Audrey (Finding Audrey)

Most Favorite Villain:
1. Queen Levana (Scarlet)
2. Mr. Tiny (Darren Shan saga)
3. Captain Beck (The Nightingale)

Most Favorite Book Cover:
1. Salt to the Sea
2. Honeymoon for Sophie
3. Forbidden Wish
4. Just Between You and Me
5. Negeri Para Roh

Most Favorite Side Characters:
1. Mahar (Maharesa)
2. Iko (Scarlet)
3. Sam (The Vampire's Assistant)
4. Klaus & Shoe Poet (Salt to the Sea)
5. Hades (Purple Eyes)

Rabu, 11 Januari 2017

Kalia by Tyas Putri

★★
Judul: Kalia
Penulis: Tyas Putri
Penerbit: nulisbuku.com
Genre: Romance
Format: Paperback, 187 halaman

•••

Sinopsis:

Banyak yang mengatakan bahwa cinta pertama tak akan pernah terlupakan. Begitu pula dengan Kalia. Setelah mengalami perpisahan yang pahit dengan Gana, cinta pertamanya, Kalia mulai mencoba memulai hidup baru. Seiring berjalannya waktu, Kalia pun jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Indra. Di saat Kalia merasa sudah benar-benar bisa melupakan Gana, takdir berkata lain. Masa lalu yang telah sejak lama dia coba lupakan, kembali lagi secara tiba-tiba.

Dan dalam lingkaran perjalanan mereka berdua, Kalia akhirnya menyadari bahwa apa yang telah dilakukannya selama ini telah melawan takdir. Cintanya kepada Gana, tidak pernah terasa manis. Bukankah seharusnya cinta itu membuat kita merasa bahagia? Namun apa yang dia rasa bersama Gana justru selalu membuat Kalia merasa takut dan sakit. Haruskah Kalia benar-benar mengakhiri kisahnya dengan Gana meskipun jauh di lubuk hatinya dia masih mencintai Gana?


•••

My Review:

Sebelumnya, terima kasih kepada penulis yang sudah memberikan saya kepercayaan untuk mereview bukunya. Ngomong-ngomong, covernya cantik meski setelah baca saya merasa kurang nyambung dengan isi cerita yang nggak bersalju.

Jumat, 28 Oktober 2016

Curhat Buku #7




*bersih-bersih debu*

Hai, semua. Sudah dua bulan lamanya aku nggak menulis di blog ini. Belakangan ini sedang sibuk sekali sampai-sampai untuk menulis resensi buku rasanya super malas meski membaca tetap jalan. Sedikit terkatung-katung dibanding sebelumnya karena harus pinter-pinter bagi waktu sama pekerjaan dan hobiku yang lain.

Jadi, aku akan berbagi kesan tentang buku-buku yang aku baca selama dua bulan belakangan ini. Ada lumayan banyak juga.

Aku mulai, ya. Urutannya acak.



THE EVERLASTING CIRCLE

Buku ini aku baca dalam bentuk e-book, dikasih ARC sama penulisnya yaitu Juliana Haygert. The Everlasting Circle adalah buku terakhir dari trilogi The Everlast. Aku senang banget waktu tahu akhirnya Juliana selesai juga nulis buku terakhir ini. Nunggunya lama banget sampai rindu setengah mati sama Micah. Wkwkwk... Buku ini bergenre romance fantasi, dewa-dewaan gitu. Menurutku serial ini seru, sih. Mungkin juga karena aku keburu kepincut sama Micah wakakaka....

Review lengkapnya ada di Goodreads. Kalau mau baca bisa klik di sini. Hati-hati dengan spoiler dan bahasa inggris pas-pasan.


Rabu, 31 Agustus 2016

Finding Audrey by Sophie Kinsella

★★★★★
Judul: Finding Audrey/ Aku, Audrey
Penulis: Sophie Kinsella
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: YA, romance, realistic fiction
Format: Paperback, 360 halaman


•••


Sinopsis:

Audrey menderita gangguan kecemasan. Masalah psikologis ini sampai mengganggu kehidupan sehari-hari gadis berusia 14 tahun itu. Kemajuan konsultasinya dengan Dr. Sarah pun berjalan perlahan.

Namun, ketika bertemu Linus, teman abangnya, Audrey jadi bersemangat. Ia merasa nyambung dengan cowok itu, bisa bercerita tentang berbagai ketakutan yang dirasakannya.

Saat persahabatan mereka semakin erat dan kesembuhannya semakin nyata, hubungan romantis yang manis terjalin di antara mereka. Hubungan yang bukan cuma menolong Audrey tapi juga seluruh keluarganya.


•••

Review:

Awalnya sempat bingung mau menyematkan berapa bintang untuk buku ini, yang pasti 4 atau 5. Akhirnya setelah menimbang-nimbang, aku ngasih lima, deh. Kenapa? Soalnya buku ini terasa menyenangkan saat dibaca. Semacam aku ikut mengalami apa yang dialami Audrey sekaligus banyak merenung, dan memikirkan kenapa ini begini, kenapa itu begitu.

Selasa, 12 Juli 2016

3 (Tiga) by Alicia Lidwina

★★★★★
Judul: 3 (Tiga)
Penulis: Alicia Lidwina
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Metropop, Romance, Realistic Fiction
Format: Paperback, 320 halaman

•••

Sinopsis:

“Selama seseorang masih memiliki sesuatu untuk diperjuangkan, dia tidak akan bunuh diri. Kecuali jika memang bunuh diri adalah satu-satunya cara mempertahankan apa yang dia perjuangkan.”

Kalimat Hashimoto Chihiro membekas di kepala Nakamura Chidori, bahkan setelah perempuan itu bunuh diri. Apa sebenarnya yang mengubah pandangan hidup Hashimoto sampai dia mengakhiri hidupnya? Mungkinkah karena Nakamura tidak pernah menepati janjinya? Mungkinkah karena Nakamura menyimpan perasaan kepada Sakamoto, yang seharusnya merupakan sahabat mereka?

Setelah tujuh tahun tidak bertemu, Nakamura harus kembali berhadapan dengan masa lalunya. Di antara memori akan persahabatan, janji yang diingkari, impian, dan cinta yang tak berbalas, tersembunyi alasan kepergian Hashimoto yang sebenarnya.

•••

Review:

(review ini mengandung sedikit spoiler)

Aku selalu menyukai buku-buku yang membuatku merenungkan kehidupan, menilai dan membandingkannya dengan kehidupanku sendiri. Buku ini melakukan hal tersebut selama aku membacanya, dan juga setelah aku merampungkannya. Aku berpikir, aku merenungkan, aku mengolah kembali ceritanya dalam kepalaku, melontarkan tanya pada hal-hal yang menurutku tidak mungkin terjadi begitu saja tanpa ada alasannya. Mungkin bintang lima terlalu banyak untuk disematkan pada buku ini, tapi setidaknya buatku, bintang lima itu sudah tepat.

Jumat, 17 Juni 2016

A Court of Thorns and Roses by Sarah J. Maas

★★
Judul: A Court of Thorns and Roses
Author: Sarah J. Maas
Penerbit: Bloomsbury Children's
Genre: Fantasy, Romance, New Adult
Format: ebook, 365 halaman

•••

Sinopsis:

Sebuah serial baru yang mendebarkan dan menggoda dari penulis bestseller New York Times; Sarah J. Maas. Memadukan Beauty and the Beast dengan dunia peri.

Ketika Feyre—seorang gadis pemburu berusia sembilan belas tahun—membunuh seekor serigala di hutan, sesosok monster datang untuk menuntut balas. Diseret ke negeri ajaib yang berbahaya yang hanya diketahuinya dari legenda-legenda, Feyre mendapati bahwa penawannya bukan binatang, melainkan Tamlin—salah satu dari peri yang abadi sekaligus mematikan yang pernah memerintah dunia mereka.

Selama Feyre tinggal di negeri peri, perasaannya pada Tamlin berubah dari permusuhan yang dingin menjadi gairah berapi-api yang membakar melalui setiap kebohongan dan peringatan yang diberitahukan kepadanya mengenai dunia peri yang indah dan berbahaya. Namun, sebuah bayang kegelapan yang jahat dan kuno tumbuh di negeri peri, dan Feyre harus menemukan cara untuk menghentikannya… atau kiamat akan mendatangi Tamlin—dan dunianya—selamanya.
Sempurna untuk penggemar Kristin Cashore dan George R. R. Martin, buku pertama serial yang seksi dan penuh aksi ini sangat mustahil untuk ditutup!

•••

Review:

Review ini penuh spoiler, jadi tanggung sendiri kalau mau baca, yah....

Senin, 30 Mei 2016

Curhat Buku #6


Senin, 30 Mei 2016

Sudah tiga bulan sejak Curhat Buku #5 di bulan Februari lalu. Sudah banyak juga buku-buku yang aku baca selama periode tersebut. Tapi kali ini aku ingin bahas sedikit tentang beberapa buku yang meninggalkan kesan khusus untukku dan belum sempat direview di blog ini.

Pertama-tama adalah Saga Darren Shan. Sebenarnya, aku sudah lama banget tahu tentang keberadaan buku ini, namun sama sekali tidak berniat untuk membacanya karena sepertinya aku sedang bosan dengan tema vampir. Jadi waktu buku ini boxsetnya diobral di Gramedia, aku melewatkannya begitu saja, dan jujur sekarang jadi agak menyesali keputusan itu. Bagaimana ceritanya sampai aku akhirnya mulai membaca serial ini adalah karena seorang teman bernama Ulil yang merekomendasikan buku ini dengan begitu menggebu-gebu sehingga akhirnya aku pun jadi benar-benar penasaran sebagus apa buku ini. Dan waktu mampir ke Elex Media Center, ternyata serial ini disewakan di sana, lengkap dari nomor pertama sampai yang terakhir. Jadilah aku langsung menyewa dua buku pertama saga ini, dan berlanjut sampai aku menamatkannya.

foto nyomot dari mbah gugel

Kamis, 05 Mei 2016

Bridget si Ratu Sekolah by Paige Harbison

★★★★★
Judul: Bridget si Ratu Sekolah
Penulis: Paige Harbison
Penerbit: Penerbit Esensi
Genre: Realistic Fiction, Fantasy, Teenlit/ YA
Format: Paperback, 244 halaman

•••

Sinopsis:

Bridget adalah gadis yang cantik dan populer di sekolahnya. Sayangnya, ia sangat sombong, egois, dan bersikap seenaknya sendiri. Suatu hari, gadis bernama Anna Judge pindah ke sekolahnya. Ia langsung disukai semua orang karena sifatnya yang baik. Sejak itu Bridget merasa dunianya jungkir balik karena semua yang dimilikinya direbut oleh Anna, termasuk sahabatnya.

Satu demi satu peristiwa menjengkelkan terjadi pada Bridget. Semakin ia berusaha merebut kembali apa yang menurutnya miliknya, semakin menjauh hal-hal itu darinya. Bridget pun tak tahan lagi. Ia melakukan sesuatu yang ekstrem tanpa memikirkan risiko terburuknya: mencelakai diri sendiri demi mendapatkan perhatian.

Siapa sangka, Bridget malah terdampar di alam antara hidup dan mati. Ia tak mampu berbuat apa-apa selain menunggu keputusan apakah ia akan hidup atau mati. Ia hanya diberi sedikit waktu untuk menyadari semua kesalahannya dan meminta maaf pada orang-orang yang disakitinya.

Tapi, apakah itu cukup? Apakah ia pantas diberi kesempatan kedua? Inikah akhir hidup Bridget?

•••

Review:

Pertama-tama, terima kasih kepada Penerbit Esensi yang telah menghadiahkan buku ini dan juga Always The Bride karya Jessica Fox. Dua-duanya buku yang bagus dan dengan senang hati aku meletakkannya di rak buku favoritku.

Sekarang tanpa mengulur-ulur waktu lagi karena ini sudah hampir pukul empat pagi dan aku sudah mulai ngantuk berat, aku akan mulai mereview buku ini.

Buku ini menyajikan kisah tentang kesempatan kedua. Awalnya aku agak ragu sama buku ini karena sepertinya sangat teenlit sekali. Makanya aku baca Always The Bride duluan. Tapi teman-teman, ternyata aku salah. Buku ini ternyata bukan sekadar teenlit biasa. Ternyata buku ini juga adalah fiksi realistis yang memang adalah salah satu genre kesukaanku, plus ada fantasinya juga pula. Kurang apa lagi?

Senin, 02 Mei 2016

Pengumuman Pemenang Giveaway Persona

Woah... lumayan banyak juga yang ikutan giveaway novel PERSONA karya Fakhrisina Amalia. Terima kasih banyak udah meramaikan dan berbagi rekomendasi bacaan. Banyak dari rekomendasi itu yang kebetulan sudah aku baca, meski begitu aku tetap senang mengetahui kalian suka apa yang aku suka.

Nah, kali ini pemenang dari giveaway aku tentukan lewat Random Name Picker! Habisnya aku bingung menentukan pemenangnya. Kira-kira siapa, ya? Udah deg-degan?



Nah, ini dia pemenangnya! Agatha Vonilia M.!! Selamat, yah. Kamu berhak mendapatkan satu eksemplar novel PERSONA gratis dari Gramedia Pustaka Utama! Segera konfirmasikan kemenangan kamu dengan mengirim email berisi nama, alamat lengkap, dan nomor telepon yang aktif untuk keperluan pengiriman hadiah.

Untuk yang belum beruntung, jangan kecil hati! Masih akan ada kesempatan lainnya~


XOXO,



Senin, 25 April 2016

Purple Eyes by Prisca Primasari

★★★★★
Judul: Purple Eyes
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Penerbit Inari
Genre: romance, fantasi
Format: Paperback, 144 halaman

•••

Sinopsis:

"Karena terkadang, tidak merasakan itu lebih baik daripada menanggung rasa sakit yang bertubi-tubi."

Ivarr Amundsen kehilangan kemampuannya untuk merasa. Orang yang sangat dia sayangi meninggal dengan cara yang keji, dan dia memilih untuk tidak merasakan apa-apa lagi, menjadi seperti sebongkah patung lilin.

Namun, saat Ivarr bertemu Solveig, perlahan dia bisa merasakan lagi percikan-percikan emosi dalam dirinya. Solveig, gadis yang tiba-tiba masuk dalam kehidupannya. Solveig, gadis yang misterius dan aneh.

Berlatar di Trondheim, Norwegia, kisah ini akan membawamu ke suatu masa yang muram dan bersalju. Namun, cinta akan selalu ada, bahkan di saat-saat tergelap sekalipun.

•••

Review:

Buku ini seperti sebongkah kehangatan yang tersembunyi dalam gumpalan es. Setidaknya aku merasa seperti itu. Ini salah satu kelebihan yang dimiliki Kak Prisca dalam menulis kisah-kisahnya. Waktu membaca Kastil Es dan Air Mancur yang berdansa, aku merasa begitu dingin... sementara waktu membaca Evergreen, aku merasa begitu hangat. Buku ini adalah perpaduan dari dingin dan hangat. Memikat dalam kesederhanaannya. Ceritanya singkat, hanya 144 halaman, tapi begitu padat. Sekalipun begitu mencapai ending aku merasa kehilangan, ingin cerita dipanjangkan lagi, tapi memang ending itu yang paling pas untuk buku ini.